Peneliti Desak Pemerintah Segera Masukkan NII dalam Daftar Organisasi Teroris

Suara Liberte | Suara.com

Rabu, 12 Juli 2023 | 18:04 WIB
Peneliti Desak Pemerintah Segera Masukkan NII dalam Daftar Organisasi Teroris
Gus Najih [Youtube] (Youtube)

Pengamat pendidikan Islam M. Najih Arromadloni mendesak pemerintah memasukkan Negara Islam Indonesia (NII) dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT).

Najih menilai, NII merupakan induk organisasi teror di Indonesia yang membawahi banyak kelompok teror di Indonesia saat ini sehingga akan lebih mudah jika dijangkau oleh hukum ketika ada dalam DTTOT.

"Genealoginya pasti bisa dilacak sampai ke NII. Dulu ketika ada undang-undang subversi, mungkin bisa ditindak dengan itu. Sekarang kan sudah tidak ada, yang ada adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme," kata Najih dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Rabu (12/7/2023).

"Oleh karena itu, supaya NII ini bisa dijangkau dengan undang-undang yang baru, NII harus dimasukkan DTTOT," tambahnya.

Ia melanjutkan, tidak adanya undang-undang untuk menjerat kelompok teroris tersebut menyebabkan kepolisian, yang telah memiliki data sebaran jaringan NII, kesulitan.

"Di wilayah eksekutif dan yudikatif ini yang seharusnya proaktif untuk memberikan payung hukum supaya aparat bisa bekerja dengan efektif," ungkapnya.

Secara historis, Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan NII memiliki latar belakang yang berbeda antara zaman dahulu dan sekarang.

"Sebetulnya NII ini kita semua sudah banyak yang tahu. Didirikan oleh Sekarmajdi Kartosoewirjo. Pendiri NII telah ditangkap dan dihukum mati pada zaman Presiden Sukarno. Setelah kejadian itu, NII mengubah perjuangannya dari perjuangan militer ke clandestine (gerakan bawah tanah), termasuk dengan membentuk gerakan civil society," terang Najih.

Najih meyakini, pada saat ini Panji Gumilang sengaja memunculkan dirinya dan Al Zaytun ke publik lantaran berhasil menanamkan strateginya di dalam. 

"NII bersembunyi sudah sangat lama. Selama ini kan panji berjuang dari mulai tahun 60-an, kemudian Al Zaytun dirintis dari tahun 1992, diresmikan oleh Presiden Habibie tahun 1996, artinya sudah lebih dari 30 tahun perjalananya Al Zaytun. Kalau misalnya Panji Gumilang sekarang mengekspos pendapatan-pendapatannya ke publik, itu bukan tanpa maksud," jelas dia.

"Artinya, dia menganggap memang sudah saatnya. Dia sudah berhasil melakukan clandestine selama bertahun-tahun, sudah saatnya untuk show of force dan kemudian menawarkan ide-idenya ke publik," imbuhnya.

"Saya kira pemerintah tidak boleh meremehkan dan saya sependapat dengan yang disampaikan oleh Komisi III maupun BNPT, bahwa penting untuk memasukkan NII ini sebagai DTTOT karena itu nantinya menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum kepada orang-orang yang masih ada di dalam NII," pungkas Najih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Poin Pernyataan Mahfud MD Bongkar 'Borok' Panji Gumilang, Gelapkan Uang?

5 Poin Pernyataan Mahfud MD Bongkar 'Borok' Panji Gumilang, Gelapkan Uang?

News | Rabu, 12 Juli 2023 | 17:51 WIB

Ponpes Al Zaytun Punya Cara Kibarkan Bendera Sendiri, Tak Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Ponpes Al Zaytun Punya Cara Kibarkan Bendera Sendiri, Tak Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Lifestyle | Rabu, 12 Juli 2023 | 15:57 WIB

Perkembangan Terkini Kasus TPPU Pentolan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, Begini Kata Bareskrim

Perkembangan Terkini Kasus TPPU Pentolan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, Begini Kata Bareskrim

News | Rabu, 12 Juli 2023 | 13:18 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 23:27 WIB

Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis

Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis

Banten | Kamis, 30 April 2026 | 22:56 WIB

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026

Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026

Banten | Kamis, 30 April 2026 | 22:45 WIB

Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak

Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak

Jabar | Kamis, 30 April 2026 | 22:41 WIB

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Jabar | Kamis, 30 April 2026 | 22:32 WIB

Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan

Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan

Bogor | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB