Pegiat media sosial Eko Widodo menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikabarkan melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Istana Negara pada Senin (17/7).
Hal tersebut ditanggapi Eko Widodo melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Widodo selaku loyalis Anies Baswedan ini pun menyinggung Ketua Umum Projo itu yang dilantik Jokowi padahal tak mendukung calon presiden (capres) dari partai PDI Perjuangan (PDIP) yang juga dekat dengan Jokowi yakni Ganjar Pranowo.
Eko Widodo juga mengatakan bahwa Budi Arie yang justru mendapat hadiah dari Jokowi itu bisa berbuntut pada elektabilitas Ganjar Pranowo yang makin menurun.
"Projo tidak mendukung Ganjar, malah mendapat hadiah Dari Jokowi. Ganjar makin nyungsep!!," ujar Eko Widodo dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekowboy2, Selasa (18/7).
Adapun, baru-baru ini, survei terbaru Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo menjadi capres ideal versi milenial kampus. Ganjar mengungguli Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan bacapres Anies Baswedan.
"Dari semua indikator yang diukur, Ganjar unggul dengan angka 36,18 persen, Prabowo Subianto mendapat nilai 33,75 persen, dan Anis Baswedan mendapat nilai 30,07 persen," ujar Direktur LPI Boni Hargens.
Survei itu menyajikan sejumlah indikator, yaitu rekam jejak, integritas, kompetensi, skill, leadership, nasionalisme, dan keselarasan dengan leadership Presiden Jokowi.
Dari aspek rekam jejak, kata Boni, Ganjar unggul dengan angka 37,44 persen, disusul Prabowo Subianto 34,38 persen dan Anies Baswedan 28,18 persen. Begitu juga dengan aspek integritas, Ganjar 36,27 persen, Prabowo Subianto 33,93 persen dan Anies 29,80 persen.
Sementara itu, dilansir dari Tempo, pada Senin (17/7), Jokowi diketahui melantik Budi Arie. Pelantikan itu diawali dengan pembacaan surat keputusan presiden oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
Nanik membacakan Keputusan Presiden Nomor 62P Tahun 2023 tentang pengangkatan Menkominfo Kabinet Indonesia Maju Tahun 2019-2023. Serta Kepitusan Presiden nomor 32M Tahun 2023 tentang pemberhentian dan pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju.
"Dengan ramat Tuhan yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memutuskan menetapkan dan seterusnya. Kesatu, mengangkat saudara Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode 2019-2024," ujar dia dalam siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 17 Juli 2023.
Selanjutnya, Nanik membacakan sejumlah nama pejabat baru lainnya. Pertama, Pahala Mansury sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Kedua, Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.
Ketiga, Paiman Raharjo sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Keempat, Rosan Perkasa Roeslani sebagai Wakil Menteri BUMN. Kelima, Saiful Rahmat Dasuki sebagai Wakil Menteri Agama.
"Kepada yang bersangkutan diberikan hak dan keuangan serta fasilitas lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketiga dan seterusnya ditetapkan di Jakarta pada 14 Juli 2023 oleh Presiden Joko Widodo," kata Nanik
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan yang langsung dipimpin Jokowi dan diikui serta diucapkan ulang oleh peserta yang dilantik.
Diketahui, Budi Arie Setiadi selaku Ketua Umum Projo, menggantikan Johnny G. Plate yang dicopot dari jabatannya setelah ditangkap oleh Kejaksaan Agung karena diduga terlibat kasus korupsi proyek pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) 4G Bakti.