Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti Waketum Partai NasDem, Ahmad Ali, yang mengatakan saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan.
Adapun menurut Ali, saat ini koalisi harus fokus konsolidasi untuk menaikkan elektabilitas Anies.
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones menilai bahwa logika Ahmad Ali atau biasa disebut Mad Ali itu terbalik.
Menurut loyalis Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini, dengan diumumkan cawapres, justru bisa menaikkan elektabilitas Anies Baswedan.
"Kebalik logika ente Mad Ali, justru karena elektabiltas Anies jeblok gegra kader NasDem ketangkep korupsi maka cawapres bisa menaikan elektabilitas Anies," ujar Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Selasa (18/7).
Lebih lanjut, Eko Jhones mengatakan bahwa jika tidak diumumkan hal itu akan berimbas elektabilitas Anies Baswedan bertambah jeblok dan justu bisa batal jadi calon presiden (capres) dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
"Kalau gak diumumin nambah jeblok dan batal nyapres . Sekarang aja di bawah 20 persen, bulan depan bisa tinggal 10 persen dan wassalam..," imbuhnya.
Sementara itu, Ahmad Ali menegaskan hal tersebut dalam Apel Siaga Perubahan NasDem di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (16/7).
Acara itu merupakan agenda konsolidasi internal NasDem untuk melihat kekuatan partai dan kesiapan para bakal calon anggota legislatif menjelang Pemilu 2024. Kegiatan ini diramaikan oleh ribuan kader partai dari berbagai wilayah Indonesia.
"Ini adalah momentum bagi Partai NasDem setelah kita menyelesaikan proses pencalegan. Kami memulai konsolidasi secara internal yang insyallah akan dihadiri oleh 180 ribu peserta yang sudah teregistrasi," ujar Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali.
Ahmad Ali, mengatakan saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengumumkan cawapres Anies Baswedan. Menurut Ali, saat ini koalisi harus fokus konsolidasi untuk menaikkan elektabilitas Anies.
Sebelumnya, Partai NasDem mengumpulkan anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP, Demokrat dan PKS pada Senin (17/7). Pertemuan itu yang akan berlangsung di kantor DPP Nasdem, Jakarta Pusat itu membahas konsolidasi untuk menjawab permasalahan elektabilitas Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang menurun.
"Senin nanti saya akan undang seluruh partai koalisi untuk menyusun jadwal konsolidasi di tiap-tiap daerah bersama Anies," kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali di Stadion GBK, Jakarta Pusat pada Sabtu (15/7
Dia berujar, konsolidasi partai koalisi itu tidak membahas bakal calon wakil presiden atau cawapres Anies. Sebab di tengah kondisi elektabilitas Anies yang melemah itu tak pas bicara cawapres.
"Turunnya survei Anies ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh koalisi. Bukan justru kita mendorong mengumumkan cawapresnya, bisa jadi blunder," ujar Ali.
Menurut dia, mengumumkan bakal cawapres Anies dalam situasi politik saat ini sama saja dengan bunuh diri.
"Karena dalam perspektif apapun, menurut saya politik itu momentum. Sekarang kami belum tahu siapa lawan kami. Kami umumkan wakil, ya sama aja menyerahkan leher kami digorok-digorok," tutur Ali.
"Menurut Nasdem saat ini bukan waktu yang tepat untuk umumkan calon wakil presiden. Saat ini adalah waktu yang lebih pas untuk lakukan konsolidasi," sambungnya.
Sebelumnya, hasil terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Anies pada posisi ketiga, kala dari Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Per Juli 2023, elektabilitas Anies dari survei LSI menunjukkan persentase sebesar 21,4 persen alias turun dari bulan April dengan perolehan suara 25,3 persen. Peringkat kedua ditempati oleh Ganjar dengan suara sebesar 32,2 persen dan posisi atas diisi Prabowo Subianto dengan suara sebesar 35,8 persen.