Pegiat media sosial Eko Widodo menyoroti Gubernur Jawa Tengah sekaligus bakal calon presiden PDIP, Ganjar Pranowo yang angkat suara soal kehadiran dirinya di acara relawan pada hari Senin atau saat hari kerja.
Adapun Ganjar sempat menghadiri dua acara di Jakarta. Setelah bertemu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ia menghadiri acara relawan di Gedung Inews, Jakarta Pusat, Senin (17/7).
Hal tersebut ditanggapi Eko Widodo melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Widodo menyinggung sikap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait Ganjar Pranowo yang menghadiri acara relawan di hari kerja itu.
Loyalis Anies Baswedan itu pun mengherankan tak ada teguran dari Bawaslu.
"Halo Bawaslu apa ini tidak melanggar etik, mengapa tidak ditegur seperti Anies," ujar Eko Widodo dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekowboy2, Kamis (20/7).
Ganjar saat itu mengaku rapat membahas proyek strategis nasional bersama Airlangga hingga siang hari. Setelah itu, ia mengaku izin setengah hari untuk menghadiri acara relawan.
"Tadi saya rapat dengan Menko setengah hari, setengah harinya saya sudah siapkan izin dan sudah kirim ke Kemendagri, jadi saya cukup tahu aturan," ucap Ganjar.
Diketahui, Ganjar masih menjabat gubernur Jawa Tengah hingga Oktober 2023. Ia kini mulai aktif menggelar safari politiknya ke sejumlah daerah. Safari politik ini kerap ia lakukan pada akhir pekan.
PDIP mendorong Ganjar untuk berkeliling ke sejumlah daerah setelah resmi ditetapkan sebagai bakal capres di Pilpres 2024. Hingga Oktober, ia akan melakukan safari itu sedikitnya dua lokasi dalam satu pekan.
Pada Senin (17/7), Ganjar hadir bersama relawan yang ikut dalam pelatihan sebagai juru kampanye. Sedikitnya lebih dari 300 relawan dan perwakilan koalisi partai pendukung hadir di acara tersebut.
Terpisah, Ganjar Pranowo mengaku yakin dirinya tidak terlibat dalam conflict of interest selama ditetapkan sebagai capres.
Pasalnya, saat ini Ganjar masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah hingga akhir 2023. Dia mengaku memiliki cara tersendiri untuk menghindari conflict of interest.
"Membaginya tidak terlalu sulit karena saya tahu diri masih menjadi pejabat. Maka menghindari conflict of interest saya pergi keluar Jawa Tengah pada saat hari libur," tutur Ganjar di Rumah Aspirasi Relawan Pemenangan Ganjar Pranowo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2023).
Dia menegaskan kegiatan safari politiknya juga tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Kami tidak menggunakan anggaran dari APBD," imbuhnya.
Selain itu, Ganjar mengatakan tidak pernah meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang gubernur.
Di samping itu, baru-baru ini, Bawaslu bersikap terkait pencopotan spanduk Bakal Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, yang dipasang di Markas Kodim 1013/Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengakui sedang melakukan penyelidikan akan hal tersebut.
"Lagi dicek sama teman-teman di Kalbar kalau tidak salah ya, tempatnya di mana lagi kita cek, dan itu apakah kita lihat prosesnya Kalimantan Tengah sekarang lagi proses," ujar Bagja usai acara "Senandung Pemilu Damai" di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa malam seperti dilansir Antara.
Ia menyatakan bahwa Bawaslu akan mengawasi sosialisasi pada setiap tingkatan sebelum masa kampanye dimulai pada 28 November 2023.
"Sosialisasi ya, bukan kampanye. Sosialisasi tidak diperkenankan, tapi kalau di internal partai. Kalau di luar masyarakat itu yang kami batasi tidak boleh mengajak tentang sosialisasi," imbuhnya.