Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan yang mengungkap kriteria bakal cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2024
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menegaskan bahwa semua pejabat memang harus dengan kriteria nol masalah.
"Semua pejabat harus dengan kriteria nol masalah - jangan seperti sekarang yang sepertinya justru dicari yang memiliki masalah agar bisa 'dikendalikan'," tutur Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Jumat (21/7).
Sementara itu, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dalam mengambil keputusan terkait cawapresnya, hal itu harus memakai kriteria agar bisa diprediksi. Anies Baswedan membeberkan ada lima kriteria yang perlu diperhatikan untuk menjadi bakal calon wakilnya.
"Saya ingin mencoba dalam keputusan itu pakai kriteria supaya predicteble (bisa diprediksi), if you make decision you really have criteria (jika Anda mengambil keputusan, Anda benar-benar memiliki kriteria) itu,” kata Anies Baswedan di Jakarta Pusat pada Kamis, 20 Juli 2023.
Adapun pertama, kata Anies, sosok bakal calon wakil presiden itu bisa membantu memenangkan kontestasi Pemilu Presiden 2024.
"Masa padangan yang malah buat kalah gitu, iya kan? Nomor 1 itu dia bisa membantu kemenangan,” ujarnya.
Kemudian, Anies mengatakan sosok cawapres harus membuat partai koalisi semakin kuat dan kokoh, termasuk nanti bisa membantu dalam proses pemerintahan jika diberi amanat memimpin Republik Indonesia pada 2024.
"Dua, dia bisa membuat koalisi semakin solid. Tiga, dia bisa membantu di dalam proses pemerintahan bila ditakdirkan menang. Keempat, dia punya visi yang sama, jangan sampai visinya beda nanti rutenya beda," jelas dia.
Lanjut, Anies menyebut kriteria yang terakhir ini lebih condong pada kepribadian sosok cawapresnya nanti.
"Kelima lebih pada kepribadian, apa chemisty baik. Boleh kan punya chemistry yang baik sehingga bisa jadi dwi tunggal, bener kan kira-kira gitu. Lima kriteria itu," ujarnya.
Anies pun menyebut kriteria terakhir yang ini lebih condong dalam kepribadian sosok cawapresnya nanti.
"Kelima lebih pada kepribadian, apa chemisty baik. Boleh kan punya chemistry yang baik, sehingga bisa jadi dwi tunggal, bener kan kira-kira gitu. Lima kriteria itu," tandasnya.
Di samping itu, Anies juga menyampaikan dalam proses perjalanannya ini ternyata baru kelihatan kriteria yang harus ada.
Ia menilai kriteria itu jadi prioritas karena sebelum nomor satu tadi atau menurut versinya nomor nol, yaitu sosoknya tak bermasalah dan berani. Sebab, kata dia, jangan sampai sosok bermasalah malah nanti jadi beban ke depannya dalam mengambil kebijakan.
"arena kalau ada masalah, mudah sekali kesandung sekarang ini. Jadi, kriterianya lima terus muncul kriteria ke-0 tak bermasalah, ternyata itu faktor sangat penting. Karena kalau tidak kepleset-kepleset. Kelihatannya yang lima mudah. Yang nol ini lagi dicari supaya aman, cari yang tidak bermasalah," pungkasnya.