Mantan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengungkapkan perihal bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan yang akan mengubah Indonesia menjadi seperti DKI Jakarta jika terpilih menjadi Presiden 2024 di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Musni Umar melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Musni Umar menyebut bahwa saat ini, adanya momen yang ditunggu yakni hasil dari kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Loyalis Anies Baswedan ini juga menyebutkan bahwa ada yang khawatir terkait perubahan pasca Pemilu 2024.
"Dunia usaha wait and see menghadapi pemilu 2024. Mereka menunggu hasil pemilu 2024, tidak mau melakukan investasi kecuali di pasar modal. Mereka khawatir ada perubahan pasca pemilu 2024," ujar Musni Umar dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @musniumar, Senin (24/7).
Lebih lanjut, Musni Umar menegaskan bahwa dirinya begitu yakin kalau Anies Baswedan tak akan melakukan kebijakan secara drastis apalagi melakukan politik bumi hangus.
"Merespon kekhawatiran tersebut, Anies Baswedan, bakal calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, berdasarkan pengalaman selama 5 (lima) tahun memimpin DKI Jakarta, saya yakin tidak akan melakukan kebijakan secara drastis apalagi melakukan politik bumi hangus," tegas Musni Umar.
Musni Umar menyebut bahwa semua yang baik dan memberi manfaat besar bagi rakyat akan diteruskan dan ditingkatkan.
"Sebagai contoh, Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang digagas dan dijalankan Jokowi dan Ahok pada saat memimpin DKI Jakarta, karena dinilai baik dan sangat bermanfaat bagi warga Jakarta, Anies Baswedan tingkatkan dan perluas penerimanya termasuk anak-anak warga DKI yang belajar di sekolah agama dan pesantren yang diberi nama KJP Plus. Begitu juga Kartu Jakarta Sehat (KJS Plus)," paparnya.
Selain itu, lanjut Musni Umar, Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang dirintis pembangunannya, jika tidak salah sejak Gubernur Fauzi Bowo sampai Jokowi dan Ahok, Anies Baswedan telah bangun itu dengan sangat megah dan berstandar internasional (FIFA) Plus.
Kemudian, Musni Umar juga mengingatkan kembali ucapan Anies Baswedan yang selalu dilontarkannya yakni jika diberi amanah memimpin Indonesia akan memberi titik perhatian pada pelaksanaan keadilan sosial.
"Masalah keadilan sosial, sejak Orde Baru sampai Orde Reformasi, harus diakui minus dalam pelaksanaannya. Pada hal masalah keadilan merupakan sila ke-2 dan sila ke-5 dari Pancasila," ungkapnya.
Semua undang-undang dan kebijakan serta implementasinya harus selalu mendasarkan teknokratis, kesetaraan dan keadilan bagi semua. Memberi perhatian pada keadilan tidak akan mengecilkan yang besar. Membesarkan yang kecil tidak akan mengecilkan yang besar, karena yang besar diperlukan untuk menghela dan mempercepat kemajuan Indonesia.
Musni Umar menegaskan bahwa potret kemajuan Jakarta di era Anies Baswedan, akan tergambar di seluruh Indonesia.
"Oleh karena itu, beri amanah kepada Anies Baswedan untuk memimpin Indonesia dalam pemilu 2024, insya Allah kita akan saksikan Indonesia seperti DKI Jakarta, yang maju, adil, setara, tidak ada diskriminasi, damai dan berkembang demokrasi," tambahnya.
Di samping itu, Musni Umar juga menyinggung terkait partai politik (parpol) yang berupaya keras dengan menyuarakan kalau Anies Baswedan gagal dalam memimpin DKI Jakarta.
"Ada partai politik, yang selalu berupaya menipu rakyat Indonesia dengan mengatakan Anies gagal memimpin DKI Jakarta, tetapi mereka yang berakal sehat dan jujur dari dalam dan luar negeri selalu memberi apresiasi atas kesuksesan Anies Baswedan membangun DKI Jakarta hanya selama 5 (lima) tahun bukan 10 tahun seperti yang lain," tandasnya.