Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti Ketua Dewan Penasihat Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menegaskan bersedia menjadi Ketua Umum Partai Golkar jika mendapat dukungan dari anggota partai beringin tersebut.
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyebut akhirnya Partai Golkar terkena jebakan. Said Didu pun membongkar bahwa tujuannya yakni untuk dilumpuhkan.
"Akhirnya Golkar kena jebakan untuk dilumpuhkan," ujar Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Rabu (26/7).
Sementara itu, dilansir dari Viva, Luhut dengan tegas menyatakan hendak menjabat sebagai orang nomor satu di Partai Golkar jika memang ada dukungan. Hal tersebut ditegaskan Luhut saat berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali, di Denpasar, Selasa (26/7).
"Kalau didukung, mau," tegas Luhut.
Di samping itu, Luhut yang merupakan purnawirawan Jenderal Kopassus kerap mengaku tak begitu memiliki ambisi terkait jabatan menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Dilansir dari Viva, terkait merosotnya elektibilitas Golkar hingga 6 persen seperti pada hasil survei Indikator Politik Indonesia, yaitu 9,2 persen berdasarkan survei tatap muka, Luhut juga tak ingin menyalahkan siapa pun, termasuk Airlangga Hartarto.
Menurutnya kemerosotan elektibilitas Golkar tidak bisa hanya ditangisi. Akan tetapi harus ada ada langkah-langkah untuk memperbaiki kemerosotan itu.
"Ya memang harus ada langkah-langkah untuk memperbaiki. Enggak bisa juga kita menangisi aja. Apa langkahnya itu? Itu elit-elit golkar saja," tandasnya.