Dilansir dari CNN, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menyatakan di lokasi tersebut tak ada kaum LGBT.
"Enggak ada, enggak tahu saya," kata Anwar di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Anwar mengaku telah memerintah Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian agar para anggotanya menjaga seluruh fasilitas sosial dan fasilitas umum terutama hutan kota. Menurutnya, lokasi tersebut kini dijaga oleh Satpol PP selama 24 jam.
"Kan rawan hal yang tak diinginkan terjadi tapi kalau petugas enggak ada kan saya kira ya pasti akan terjadi kalau kita enggak jaga," tuturnya.
Kendati demikian, kata dia, yang bertanggungjawab untuk mengeksekusi hal tersebut yakni pihak kepolisian. Anwar mengaku telah memberikan sosialisasi setiap Selasa dan Jumat dengan turun ke lapangan guna meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.
"Yang pertama itu tindakan tegas koordinasi dengan forkom. Kedua kita akan selalu monitor, monev (monitor dan evaluasi) minta laporan dari kecamatan setempat. Terutama dari para manpol-manpol (Red: Mantri Polisi atau Satpol PP) dari wilayah kecamatan apa yang anda lakukan setiap hari bila perlu ada dokumentasi," ujar Anwar.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP Wa Ode Herlina menyebut kawasan hutan kota di Makassar, Jakarta Timur kerap dijadikan sebagai tempat berkumpulnya LGBT. Hal ini disampaikan Wa Ode saat membacakan kompilasi hasil kegiatan reses ke-2 tahun 2023 dalam rapat paripurna, Selasa (18/7).
"Dewan mengharapkan eksekutif melakukan pengawasan dan pengamanan terutama di area hutan kota dan taman kota mengingat sering terjadi tindak kriminalitas di hutan kota contohnya di hutan kota Jalan Perindustrian dan menjadi tempat berkumpulnya kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)," kata Wa Ode melalui keterangan tertulis.
Baca Juga: Viral Curhatan Netizen Soal Dugaan Pungli Berkedok Jualan Seragam di Sekolah Kota Semarang