Pegiat media sosial Eko Widodo menyoroti anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka yang menegaskan bahwa dirinya bukan juru kampanye (jurkam) bakal calon presiden (bacapres) PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.
Pernyataan Gibran itu lantaran sampai saat ini tim kampanye Ganjar untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 belum terbentuk.
Hal tersebut ditanggapi Eko Widodo melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Widodo selaku loyalis Anies Baswedan itu menyinggung sosok bacapres yang menurutnya minim prestasi sampai mengemis agar didukung Jokowi.
"Gibran bantah jadi jurkam ganjar.. Minim prestasi dan miskin gagasan sampai harus ngemis-ngemis dukungan Jokowi, miris!," ujar Eko Widodo dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekowboy2, Jumat (28/7).
Sementara itu, terkait pernyataan Gibran, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto buka suara. Adapun ia mengaku bahwa sudah mendapat penjelasan dari Gibran terkait membantah menjadi jurkam pemenangan Ganjar.
Hasto mengatakan kembali bahwa klarifikasi Gibran akan pernyataannya yang viral di media.
"Itu hanya diambil potongannya. Tadi saya komunikasi sama Mas Gibran. Mas Gibran mengatakan, 'aduh Pak Sekjen itu di-edit," ujar Hasto,
"Yang dimaksudkan Mas Gibran itu bahwa jurkam kan belum dibentuk. Karena jurkam ini didaftarkan di KPU. Jadi jurkam didaftarkan di KPU (Komisi Pemilihan Umum)," jelas Hasto,
Lebih lanjut, Hato mengakui kalau memang tim kampanye pemenangan Ganjar Pranowo itu belum dibentuk karena harus menunggu konsolidasi partai politik.
Terkait keputusan jurkam pemenangan Ganjar, kata Hasto, setelah pasangan dibentuk dan kemudian ada pendaftaran tim kampanye di KPU.