Politikus Golkar, Andi Sinulingga mengungkapkan bahwa calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan (PDIP) mulai pro perubahan.
Diketahui bahwa sosok yang membawa narasi perubahan itu ialah capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan yang selama ini dinilai bersebrangan dengan pemerintahan saat ini.
Terkait hal itu, Andi Sinulingga menanggapinya melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, loyalis Anies Baswedan ini awalnya menyoroti perihal Ganjar Pranowo yang mengatakan akan mengoreksi pelbagai program Presiden Joko Widodo yang dirasa kurang pas jika terpilih sebagai presiden di Pilpres 2024.
Andi Sinulingga pun menilai bahwa Ganjar Pranowo mulai sadar kalau di pemerintahan Jokowi saat ini, banyak yang perlu dikoreksi.
"Ganjar mulai pro perubahan. Mulai sadar bahwa banyak hal yg perlu di koreksi dari era Joko Wi ini," ungkap Andi Sinulingga dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @AndiSinulingga, Senin (31/7).
Adapun cuitan dari Andi Sinulingga itu kerap ditanggapi warganet Twitter. Salah satunya yakni dari akun @Almudatt***. Warganet tersebut menyimpulkan terkait kebijakan Jokowi saat ini. Menurutnya, kebijakan Jokowi justru bukan murni cita-cita partai.
"Kesimpulanya : Jadi selama Ini kebijakan Jokowi bukan murni cita-cita partai. Mungkin masarakat bawah mulai menjadari beratnya beban hidup. Sementra kekuasaan, bergaya borjuis," ujarnya.
Selain itu, ada pula warganet yang menyinggung soal perubahan yang memang akan dilakukan Ganjar Pranowo semata-mata terkesan menjadi pro Anies Baswedan.
"Kalo perubahan untuk yg lebih baik kenapa tidak? Emang kalo perubahan itu pro Anies?," imbuh akun @joko_mar***.
Sementara itu, diketahui bahwa Ganjar Pranowo mengungkapkan hal tersebut ktika ada pernyataan soal hasil survei lembaga Australia, Utting Research, yang menunjukkan hanya 18 persen responden ingin kandidat capres melanjutkan program pemerintahan Jokowi.
"Kecuali kalau ada yang tak benar kita hentikan, kecuali ada yang tak pas, kita koreksi," kata Ganjar di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (29/7).
Ganjar Pranowo pun kembali menegaskan walau bakal ada yang dikoreksi, program pemerintahan Jokowi tak bisa serta merta dihentikan.