Kader Politikus Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyoroti adanya ekstrakurikuler menembak dengan airsoft gun yang coba diajarkan di Ponpes Baitul Qur'an Al Jahra Magetan
Dirinya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan budaya kekerasan, tak pantas diajarkan kepada generasi muda yang seharusnya fokus untuk belajar demi menata masa depan dari Indonesia.
Menurutnya, tak ada urgensi juga jenis ekstrakulikuler tersebut diajarkan dalam sekolah, apalagi tak ada ancaman serius untuk tanah air dari negara tetangga seperti perang.
"Di sebuah pondok pesantren magetan para santriwati terlihat memegang senjata laras panjang tipe airsoft gun. Kenapa budaya kekerasan diajarkan? Mau perang lawan siapa?" ucapnya seperti dilansir pada Senin (31/7).
Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al Jahra Magetan Isgianto menjelaskan santriwati yang viral memang airsoft gun itu adalah peserta simulasi ekstrakurikuler baru. Simulasi dilakukan saat MPLS.
Karena viral dan mendapatkan protes dari sejumlah kalangan, kegiatan menembak yang akan dijadikan ekstrakurikuler itu dibatalkan karena adanya saran dari pihak Polres Magetan.
"Juga atas saran dari pihak berwajib disuruh tidak melakukan kegiatan ekstrakurikuler menembak," papar dari Isgianto.