Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti kepercayaan diri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyodorkan nama Ketua Umum Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto.
"Saya kira memang secara prinsip harus diakui PKB itu cukup confident dan mampu menyodorkan Cak Imin sebagai pendamping Prabowo Subianto," kata Adi dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Rabu (2/8/2023).
Adi menilai, PKB memiliki daya tawar bagus ketika menyodorkan nama Cak Imin kepada Partai Gerindra untuk diduetkan dengan Prabowo. Satu alasannya adalah presidential threshold yang membutuhkan minimal 20%.
"Argumennya tentu Prabowo tidak mungkin bisa maju tanpa PKB karena presidential threshold-nya tidak mencapai 20%. Yang kedua kalau dilihat rata-rata secara umum selama ini yang menjadi kelemahan Prabowo Subianto dua kali pemilu kalah itu kan Jawa Timur dan basis nahdliyin," ungkapnya.
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu, kelemahan Prabowo dapat diisi oleh PKB yang memiliki basis organisasi massa Islam Nahdlatul Ulama (NU).
"Nahdliyin itu adalah replika politik dari PKB atau PKB adalah replika politik dari nahdliyin, sesuatu yang memang selama ini menjadi kelemahan Prabowo Subianto. Ini adalah dua variabel penting," ujarnya Adi.
"Menurut saya kenapa PKB itu relatively sampai saat ini hampir 100% iman politiknya tetap ingin menjadi pendampingnya Prabowo Subianto," sambungnya.
Lebih lanjut, Adi meyakini pakta integritas yang disepakati antara PKB dan Gerindra akan memantapkan dukungan Cak Imin sebagai pendamping Prabowo.