Pengamat Politik, Rocky Gerung buka suara terkait penggunaan kata bajingan tolol yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mengatakan bahwa yang dikritiknya adalah kebijakan presiden dan bukan personal dari orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut.
"Jadi kata bajingan itu kalau dimasukkan di dalam etnolinguistik itu istilah yang bagus sebetulnya, istilah yang memperlihatkan ada keakraban. Makanya saya ucapkan saja, 'memang bajingan itu Presiden Jokowi'. Kan di dalam dalil itu suasana berdebat politik, bukan saya menghina dia," kata Rocky.
Namun klarifikasi ini rupanya tak memuaskan banyak pihak salah satunya adalah Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi. Ia mengatakan bahwa klarifikasi tersebut hanya buah kepanikan dari Rocky.
"Rocky Gerung panik, lalu tafsirkan kata bajingan panjang lebar, agar selamat dari hukum," ungkapnya seperti yang dilansir pada Rabu (2/8).
Lagipula menurutnya penggunaan kata tersebut sudah salah sejak awal, ia menganalogikannya dengan penggunaan kata tersebut dalam siklus dalam teman sepermainan yang tak mungkin untuk dilakukan oleh Rocky. Toh dia bukan teman dari Presiden Jokowi
"Kawan saya mengatakan kepada saya, “Dasar bajingan lu ted” ketika membahas kenakalan masa lalu. Reaksinya apa? Ya kita tertawa bersama," ungkapnya.
"Rocky bukan teman Jokowi dan tidak sedang bercanda bersama Jokowi membahas mengenai kebersamaan mereka saat nakal dulu," jelasnya.