Senin (2/10), Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (sby) bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat. Saat dikonfirmasi apa isi pertemuannya, Presiden ke-6 SBY tak mau banyak berkomentar.
Pertemuan antara kedua tokoh itu berlangsung sekitar 1,5 jam dan berlangsung secara tertutup. Saat melakukan kunjungan ke Soreang, Kabupaten Bandung SBY tak mau banyak berkomentar apa yang dibahas dalam pertemuan itu.”Sudah ya,” Ucap Jokowi.
Demokrat belum lama ini mengumumkan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang dipimpin oleh bakal calon presiden Prabowo Subianto. Koalisi itu mencakup sejumlah partai pendukung pemerintah termasuk Gerindra, Partai Amanat Nasional, Golkar, dan Partai Bulan Bintang.
Padahal sejak 2014, Demokrat selalu berada di luar pemerintahan Presiden Jokowi. Sikap yang sama juga diambil setelah Pilpres 2019. Politisi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng mengatakan keputusan Demokrat bergabung ke KIM sudah dibahas di dalam Rapat Majelis Tinggi.
“Setelah kami berdiskusi, kami ingin ikut barisan yang menang. Dan setelah kami diskusikan yang paling punya potensi untuk menang adalah Pak Prabowo sebagai calon presiden,"Kata Andi. Alasan lainnya kata mantan Menpora itu ialah dasar emosional. Hubungan Demokrat dan Gerindra sejatinya terjalin hangat karena pernah bekerja sama pada kontestasi politik sebelumnya.
”Kami sudah bersama-sama dengan Pak Prabowo sejak 2019. Sehingga kalaupun sekarang kita mendukung Pak Prabowo tidak akan masalah,”Ucap Andi.