Mikropenis Intai Anak Laki-laki Obesitas

Ririn Indriani

Sabtu, 22 Maret 2014 | 18:04 WIB
Mikropenis Intai Anak Laki-laki Obesitas
Ilustrasi (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Hati-hati bila anak laki-laki Anda mengalami kelebihan berat badan alias kegemukan. Sebab kegemukan bisa menyebabkan anak mengalami kelainan ukuran penis yang dalam bahasa medisnya dikenal dengan sebutan mikropenis.

Kelainan ini jangan dianggap remeh karena akan berdampak pada kualitas hidupnya di masa depan.

Pakar seksolog dr Naek L Tobing mengatakan di Indonesia, kasus mikropenis pada anak laki-laki semakin meningkat pada 10 tahun terakhir.

"Dan sekitar 80 persen yang mengalami kelainan ini adalah anak berusia 8 sampai 12 tahun," ungkapnya saat ditemui Suara.com di tempat praktiknya di Jalan Pakubuwono VI/21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Naek menjelaskan mikropenis adalah suatu kelainan ukuran penis yang disebabkan oleh kekurangan hormon pengembang. Penyebab utama berkurangnya hormon ini adalah kegemukan.

Akibat berkurangnya hormon tersebut, lanjut dia, maka konsentrasi testosteron pada anak laki-laki yang kegemukan hanya sebesar kurang dari 0,025 ng/dl. Sementara pada anak laki-laki yang berat badannya normal, konsentrasi testosteronnya mencapai 0,030 sampai 0,68nd/dl.

"Ini artinya, hormon pengembang penis sangat kurang dalam aliran darah, maka penis tidak dapat tumbuh dengan baik," jelas Naek.

Menurut dia, beberapa orangtua biasanya terlambat menyadari keadaan penis sang anak lantaran belum mengetahui seperti apa tanda-tanda  ukuran penisnya normal atau tidak.

Naek mengungkapkan, anak yang mengalami mikropenis biasanya memiliki tanda-tanda fisik seperti, penisnya masuk ke dalam seperti tertanam di dinding perut, tidak terukur, dan tidak bisa disunat karena ukurannya sangat pendek.

"Jika dipaksa disunat, kulup penis akan tertutup kembali dan harus dilakukan sunat ulang, dan saat buang air kecil, kencingnya berpencar," imbuhnya merinci.

Deteksi Dini
Kelainan ukuran penis ini, lanjut Naek, sebenarnya bisa dicegah sejak masih anak-anak. Langkah pencegahannya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, orangtua mendorong anak-anaknya rajin latihan fisik secara teratur, makan makanan sehat, dan membatasi asupan karbohidrat agar tubuh tidak kegemukan.

Namun bila anak sudah mengalami mikropenis, Naek mengingatkan untuk segera konsultasi ke dokter untuk ditangani secara tepat. Masa pengobatan itu sendiri, lanjut dia, tidak boleh melampaui masa pubertas karena di usia tersebut ukuran penis sudah tidak bertambah lagi.

"Jadi, bila pengobatan dilakukan setelah masa pubertas atau dewasa tidak akan membawa hasil karena ukuran penis sudah berhenti," jelasnya.

Inilah yang menjadi alasan mengapa deteksi dini sangat penting dilakukan agar kelainan tersebut bisa segera diatasi.

Pengobatan mikropenis itu sendiri, tambah Naek, dapat dilakukan dengan menggunakan obat berupa kapsul penumbuh penis dan salep.

"Dengan cara ini, penis dapat tumbuh 4-5 hari setelah pengobatan dilakukan. Setelah itu harus terus dipantau perkembangannya hingga anak memasuki masa pubertas. Selain itu berat badannya juga harus dijaga agar tak obesitas lagi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Alkohol dan Rokok Buruk bagi "Mr P"

Ini Alasan Alkohol dan Rokok Buruk bagi "Mr P"

Lifestyle | Kamis, 20 Maret 2014 | 18:00 WIB

Testis Terasa Nyeri? Ini Penyebab dan Solusinya

Testis Terasa Nyeri? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Sabtu, 01 Maret 2014 | 15:37 WIB

Terkini

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:10 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:30 WIB

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:46 WIB

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:30 WIB

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:30 WIB

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:15 WIB