- Hantavirus adalah virus zoonotik dari hewan pengerat yang menyebabkan sindrom pernapasan atau gangguan ginjal serius pada manusia.
- Kementerian Kesehatan melaporkan delapan kasus HFRS di empat provinsi Indonesia pada Juni 2025 dengan tingkat kesembuhan total.
- Penanganan medis suportif yang cepat serta kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien hantavirus.
Suara.com - Hantavirus merupakan kelompok virus yang termasuk dalam keluarga hantaviridae dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Virus ini zoonotik, artinya ditularkan dari hewan, khususnya rodent seperti tikus, ke manusia.
Pertanyaan utama yang sering muncul adalah: bisakah manusia bertahan hidup dari hantavirus?
Jawabannya ya, meskipun peluang bertahan hidup sangat bergantung pada jenis virus, kondisi kesehatan pasien, dan kecepatan penanganan medis.
Ada dua sindrom utama yang disebabkan hantavirus: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
HPS lebih umum di Amerika dan menyerang paru-paru serta jantung, dengan tingkat kematian sekitar 35-40 persen.
Sementara HFRS, yang lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa, memengaruhi ginjal dan memiliki tingkat kematian lebih rendah, yaitu kurang dari 1 persen hingga 15 persen tergantung strain virus.
Di Indonesia, kasus Hantavirus, terutama tipe HFRS, mulai terdeteksi melalui surveilans.
Pada Juni 2025, Kementerian Kesehatan melaporkan 8 kasus di empat provinsi: DI Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Semua pasien berhasil sembuh sepenuhnya.
Hal ini menunjukkan bahwa dengan penanganan yang tepat, peluang kesembuhan sangat tinggi.
Gejala dan Perkembangan Penyakit Hantavirus
Gejala awal infeksi hantavirus biasanya muncul 1-8 minggu setelah paparan.
Gejala prodromal meliputi demam tinggi, kelelahan ekstrem, nyeri otot (terutama di paha, pinggul, dan punggung), sakit kepala, pusing, menggigil, mual, muntah, diare, dan sakit perut. Gejala ini mirip flu biasa, sehingga sering terlambat didiagnosis.
Pada fase lanjut HPS, pasien mengalami batuk kering yang cepat berkembang menjadi sesak napas parah karena cairan memenuhi paru-paru atau edema paru non-kardiogenik. Tekanan darah turun, detak jantung tidak teratur, dan bisa menuju syok serta gagal multi-organ.
Pada HFRS, gejala utama adalah gangguan ginjal, perdarahan, dan proteinuria. Tanpa penanganan intensif, fase kritis ini bisa berakibat fatal dalam 24-48 jam.
Pengobatan dan Peluang Bertahan Hidup dari Hantavirus
Tidak ada obat antiviral spesifik atau vaksin untuk Hantavirus. Pengobatan bersifat suportif, yaitu perawatan di rumah sakit, terutama ICU.
Pasien mungkin memerlukan oksigen, ventilator mekanik, cairan intravena, dan pemantauan ketat fungsi jantung serta ginjal.