Antisipasi MERS, Kunjungan ke Peternakan Unta Ditiadakan

Esti Utami

Rabu, 14 Mei 2014 | 18:08 WIB
Antisipasi MERS, Kunjungan ke Peternakan Unta Ditiadakan
Naik unta yang menjadi bagian dari Paket Umrah ditiadakan demi mengantisipasi MERS (Foto: shutterstock)

Suara.com - Sejumlah biro umrah di Semarang, Jawa Tengah, meniadakan kunjungan ke peternakan unta untuk mengantisipasi penularan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV).

"Sebenarnya, kunjungan ke peternakan unta di Mekkah menjadi menu 'wajib' paket umrah kami. Tetapi, itu dulu sebelum merebak MERS-CoV," kata Direktur Haji PT Fatimah Zahra Mohamad Rifky di Semarang, Rabu (14/5/2014).

Menurutnya, kunjungan ke peternakan unta dimaksudkan untuk memanjakan jamaah umrah biro perjalanan itu karena jamaah bisa merasakan kelezatan rasa susu hasil perasan langsung dari unta.

"Kami tiadakan (kunjungan ke peternakan unta, red.) sebagai antisipasi. Sebisa mungkin, kami hindari kontak dengan unta. Kalau ditiadakan sama sekali ya tidak mungkin, di jalan-jalan kan tetap bertemu unta," katanya.

Sebagai gantinya, jamaah hanya diperkenankan melihat dari jauh dan tetap berada di dalam mobil, ketika di tengah perjalanan di Tanah Suci bertemu dengan gerombolan unta yang sedang digembalakan.

Kewaspadaan terhadap MERS-CoV juga dilakukan semasa calon jamaah menjalani manasik sebelum berangkat umrah, seperti imbauan mengenakan masker saat bepergian dan menghindari kerumunan orang.

"Kami ingatkan calon jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan, membiasakan mencuci tangan sebelum makan, serta tidak menyentuh organ sensitif, seperti hidung, mulut, dan telinga sebelum cuci tangan," katanya.

Berkaitan dengan merebaknya MERS-CoV, ia mengakui sejauh ini belum memengaruhi minat masyarakat untuk berangkat umrah. Permintaan masyarakat untuk melakukan ibadah umrah masih tinggi.

"Kami masih memberangkatkan sekitar 3-4 kali rombongan umrah setiap minggu. Setiap pemberangkatan setidaknya ada 90-180 orang, baik berasal dari Jawa Tengah, maupun daerah lain di luar Jawa," kata Rifky.

Pemilik biro umrah Al Husna, Tengku Rifai, juga meniadakan kunjungan ke peternakan unta bagi jamaah umrah ."Kunjungan ke peternakan unta sementara ini kami hilangkan. Ya, untuk menghindari kontak secara langsung dengan unta. Sebagai gantinya, kami ajak jamaah ke berbagai tempat lain di Mekkah," katanya.

Namun, Rifai mengakui merebaknya MERS-CoV cukup berpengaruh dengan minat masyarakat untuk berangkat umrah. Biasanya, pihaknya rata-rata memberangkatkan 100 orang per bulan, akan tetapi saat ini berkurang separuhnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

RSUP M. Djamil Padang Kembali Rawat 2 Pasien Diduga MERS

RSUP M. Djamil Padang Kembali Rawat 2 Pasien Diduga MERS

Health | Rabu, 14 Mei 2014 | 17:01 WIB

Cegah MERS, Warga Berusia Lanjut Diminta Tunda Ibadah Umrah

Cegah MERS, Warga Berusia Lanjut Diminta Tunda Ibadah Umrah

Health | Selasa, 13 Mei 2014 | 21:10 WIB

Jamaah Umroh Diimbau Tidak Menyentuh Unta

Jamaah Umroh Diimbau Tidak Menyentuh Unta

Health | Selasa, 13 Mei 2014 | 00:23 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×