Mengintip Tradisi Ngaben Massal di Bali

Esti Utami

Selasa, 01 Juli 2014 | 21:45 WIB
Mengintip Tradisi Ngaben Massal di Bali
Persiapan tradisi ngaben di Bali (Foto: shutterstock)

Suara.com - Ngaben secara awam sering diartikan sebagai tradisi 'pembakaran' mayat yang dilakukan masyarakat Bali. Namun sebenarnya istilah ini tak selamanya tepat.

Karena di kalangan masyarakat Bali, ngaben juga sering disebut dengan kata palebon. Palebon diyakini berasal dari kata lebu yang berarti tanah atau debu. Jadi, ngaben atau palebon adalah sebuah prosesi upacara bagi sang mayat untuk ditanahkan (menjadi tanah).

Dalam hal men-tanah-kan ini masyarakat Hindu Bali mengenal dua cara yakni dengan menguburkannya dan atau membakarnya. Dengan kata lain prosesi pembakaran mayat ada dalam upacara ngaben, tapi ngaben tidak berarti selalu berupa upacara pembakaran mayat. Secara bahasa, kata ngaben berasal dari kata beya yang berarti biaya atau bekal.

Namun dalam pelaksanaannya, ngaben yang merupakan tahap terakhir perjalanan manusia di bumi ini, membutuhkan biaya yang tak sedikit. Sehingga belakangan mulai muncul tradisikan ngaben massal untuk meringankan beban biaya keluarga yang ditinggalkan.

"Meskipun dilakukan dengan massal, ngaben ini tidak mengurangi makna dari upacara yang dilakukan sesuai dengan dasar agama," kata Bupati Jembrana I Putu Artha, saat menghadiri ngaben massal di Desa Adat Warnasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (1/7/2014).

I Putu Artha mendorong masyarakatnya dan mengapresiasi pelaksanaan ngaben massal seperti ini.  Sementara ketua Panitia Ngaben Massal di Desa Adat Wanasari, I Ketut Sumerdika, menyebutkan dalam kesempatan ini terdapat 13 keluarga menggelar upacara "ngelungah" (upacara ngaben kecil untuk bayi), empat ngaben (pembakaran jenazah), dan 30 "nyekah" (upacara sebelum ngaben karena belum memiliki biaya).

Untuk upacara tersebut, panitia memungut biaya berbeda-beda, yakni untuk "nyekah" Rp2,5 juta, ngaben Rp2 juta, dan "ngelungah" Rp500 ribu.  "Pesertanya tidak hanya dari desa adat sini, tapi juga dari desa adat sekitar. Bahkan ada yang dari Sumbawa dan Sulawesi," katanya.

Saat puncak upacara Senin (30/6/2014) malam, Bupati turut mendoakan seluruh peserta ngaben massal ini dengan ditandai penyerahan dupa kepada masing-masing keluarga. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lampu Kuning Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia

Lampu Kuning Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia

Lifestyle | Rabu, 28 Mei 2014 | 07:58 WIB

Memperingati 100 tahun Gong Kebyar

Memperingati 100 tahun Gong Kebyar

Lifestyle | Sabtu, 17 Mei 2014 | 01:30 WIB

Terkini

Motor Chery Wujudnya bak Kembar Yamaha: Motor Listrik Murah 5 Jutaan Uji Nyali ke Industri Roda Dua

Motor Chery Wujudnya bak Kembar Yamaha: Motor Listrik Murah 5 Jutaan Uji Nyali ke Industri Roda Dua

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:56 WIB

500 Tentara Italia Dikerahkan Jaga Toko Chanel hingga Dior, 271 Remaja Ditangkap Polisi

500 Tentara Italia Dikerahkan Jaga Toko Chanel hingga Dior, 271 Remaja Ditangkap Polisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Money Changer Sudah Jual Dolar AS Rp18.120

Money Changer Sudah Jual Dolar AS Rp18.120

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Berwarna Biru Putih Khas Argentina, Bunga Spesies Baru Ini Resmi Diberi Nama Salvia messii

Berwarna Biru Putih Khas Argentina, Bunga Spesies Baru Ini Resmi Diberi Nama Salvia messii

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:52 WIB

IHSG Langsung Ngegas 5% Setelah Saham Konglo Ditendang BEI

IHSG Langsung Ngegas 5% Setelah Saham Konglo Ditendang BEI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Menuju Patung Kuda Ditutup dan Mahasiswa Tertahan Barikade

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Menuju Patung Kuda Ditutup dan Mahasiswa Tertahan Barikade

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Soroti Penanganan Karhutla yang Dinilai Semrawut, Koalisi Sipil Gelar Aksi di Tugu Tani

Soroti Penanganan Karhutla yang Dinilai Semrawut, Koalisi Sipil Gelar Aksi di Tugu Tani

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Wujud Motor Honda 'Kembaran' Yamaha Fazzio yang Harganya Rp23 Jutaan

Wujud Motor Honda 'Kembaran' Yamaha Fazzio yang Harganya Rp23 Jutaan

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:43 WIB

×