Arti Kemerdekaan Indonesia di Mata Turis Jepang

Angelina Donna | Suara.com

Minggu, 17 Agustus 2014 | 08:06 WIB
Arti Kemerdekaan Indonesia di Mata Turis Jepang
Konveksi milik Syamsir yang ramai memenuhi pesanan bendera Merah Putih menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, di Jakarta, Kamis (7/8). [suar.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Sejumlah wisatawan asal Jepang bergerombol di salah satu ruang di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (16/8/2014) siang.

Dengan seksama, mereka mendengarkan penjelasan dari seorang perempuan yang menjadi pemandu wisata mereka.

Kazuhiko Inoue, sang ketua rombongan mengatakan bahwa mereka berasal dari beberapa distrik di Jepang.

Ia sendiri berasal dari Tokyo. Berangkat Jumat (15/8/2014) pagi dan akan pulang Selasa (19/8/2014) petang.

Dia dan rombongannya memang sengaja mendatangi museum tersebut. Itu kali pertama mereka datang ke tempat bersejarah itu.

"Kami mendengar, bahwa Jepang membantu Indonesia untuk kemerdekaan Indonesia. Makanya, kami datang ke sini," ujar Inoue.

Lelaki yang bekerja di salah satu media TV di Jepang itu mengaku terkesan dengan apa yang didapatnya di museum tersebut.

Ia jadi mengetahui seluk beluk perumusan naskah proklamasi.

Museum itu terdiri dari beberapa ruang seperti ruang pra perumusan naskah proklamasi, ruang perumusan, ruang pengetikan, dan ruang pengesahan.

Para turis itu semakin terkesan, setelah ia tahu bahwa dulunya museum itu kediaman perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, Laksamana Tadashi Maeda.

Maka tak heran, di lantai dua museum tersebut terdapat ruang tidur Maeda.

Laksamana Tadashi Maeda yang lebih dikenal dengan panggilan Laksamana Maeda meminjamkan kediamannya kepada para perumus proklamasi.

Laksamana Maeda, juga menjamin keselamatan dan keamanan para penyusun naskah proklamasi seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan Achmad Soebardjo, ditambah sang juru ketik Sayuti Melik, BM Diah, dan lainnya.

Pada saat itu terjadi perbedaan pendapat antara Angkatan Darat Jepang dan Angkatan Laut Jepang.

"Kami bangga, ada orang Jepang yang berperan dalam kemerdekaan suatu bangsa," ujarnya bangga.

Pada hari peringatan kemerdekaan Indonesia, Inoue dan rombongannya akan mengikuti upacara bendera.

Detik-detik Proklamasi Proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari dijatuhi bom atom di Hiroshima dan Nagasaski, 6 dan 9 Agustus 1945, oleh pesawat bom atom Amerika Serikat.

Kaisar Hirohito menyatakan menyerah terhadap sekutu dalam Perang Dunia II karena ratusan ribu rakyat Jepang menjadi korban bom atom itu.

Kekalahan Jepang itu tidak diketahui oleh Indonesia. Tokoh pergerakan Indonesia, Sutan Syahrir termasuk orang yang dulu tahu mengenai kekalahan Jepang.

Pada 14 Agustus 1945, Syahrir dan tokoh pemuda lainnya, mendatangi Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Tapi, Bung Karno dan Bung Hatta tidak mau mengumumkan proklamasi tanpa bermusyawarah dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Pada 15 Agustus, suasana di Jakarta tegang. Tentara Jepang menutupi kekalahan mereka.

Golongan muda yang berjiwa dinamis dan revolusioner berpendapat kemerdekaan Indonesia harus segera diproklamasikan. Mereka menilai, PPKI adalah buatan Jepang.

"Pada saat itu, terjadi gesekan dengan golongan tua yang dipelopori Bung Karno, yang menginginkan agar tidak ada nyawa yang melayang dalam mencapai kemerdekaan Indonesia," ujar sejarahwan Roesdy Hossein.

Pada 15 Agustus, Bung Karno, Bung Hatta, dan Mr Ahmad Subardjo pergi ke kantor Guisekan, untuk mengecek sampai di mana kebenaran berita yang dibawa oleh Syahrir.

Mereka gagal menemui Guisekan dan tidak berhasil menemui seorang pejabat Jepang yang berwenang. Siangnya mereka pergi ke kantor Laksamana Maeda, di Jl Merdeka Utara. Laksamana Maeda juga tidak dapat menjelaskan berita tentang kekalahan Jepang.

Pada 15 Agustus 1945 pukul 20.00 di salah satu ruangan Lembaga Bacteriologi di Jl Pegangsaan Timur 17, para pemuda mengadakan pertemuan dipimpin Chairul Saleh. Diputuskan, Wikana dan Darwis yang akan menyampaikan keputusan itu.

Kedua orang utusan itu tiba di kediaman Bung Karno pada pukul 22.30, dan menuntut Bung Karno mengumumkan proklamasi ke merdekaan pada 16 Agustus 1945.

Bung Karno menolak karena tidak mau meninggalkan PPKI. Lalu, Wikana mengancam jika Bung Karno tidak mau mengumumkan proklamasi, esok hari akan terjadi pertumpahan darah.

Bung Karno naik pitam mendengar ancaman tersebut dan menantang Wikana: "Ini batang leherku. Potonglah leherku malam ini juga".

Keduanya kemudian melaporkan hasil pertemuannya dengan Bung Karno. Pada 16 Agustus 1945 pagi, Bung Karno dan Bung Hatta diculik ke Rengasdengklok, tidak jauh dari Karawang.

Penculikan itu membuat suasana Kota Jakarta gempar. Orang bertanya-tanya dimana kedua pemimpin bangsa itu berada.

Akhirnya, Wikana memberitahukan Mr Ahmad Subardjo akan keberadaan kedua tokoh nasional itu.

Rombongan Mr Ahmad Subardjo tiba di Rengasdenglok sekitar pukul 18.00. Kemudian, disepakati proklamasi kemerdekaan akan diproklamasikan secepat mungkin.

Maka, kembalilah rombongan Bung Karno di Jakarta pukul 23.00 malam. Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya mengambil kesimpulan mereka tidak boleh menggantungkan diri pada pihak lain.

Naskah proklamasi kemerdekaan dibuat di kediaman Laksamana Maeda di Jalan Iman Bonjol No 1, Menteng. Dan diproklamirkan di Jalan Pegangsaan Timur 56 pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi.

Peran Maeda Anak dari perumus naskah proklamasi Ahmad Subardjo, Pujiwati Subardjo, mengatakan bahwa Laksamana Maeda merupakan tokoh Jepang yang pro terhadap kemerdekaan RI.

"Pada waktu itu ada perjanjian, kalau Jepang kalah perang maka Indonesia kembali ke Belanda. Angkatan Darat Jepang setuju, tetapi Angkatan Laut Jepang tidak setuju. Laksamana Maeda berpendapat, daripada diserahkan ke Belanda, lebih baik dimerdekakan saja," kenang perempuan berusia 78 tahun itu.

Oleh karenanya, Maeda memfasilitasi tahap demi tahap untuk mencapai proklamasi kemerdekaan Indonesia.

"Untung waktu itu difasilitasi. Kalau tidak, bisa bahaya nyawa pendiri bangsa itu." Di saat Bung Karno dan kawan-kawan merumuskan naskah proklamasi, Laksamana Maeda memilih untuk tidur di lantai dua rumah itu.

Usai disahkan, Maeda turun dari lantai atas dan memberikan ucapan selamat kepada seluruh hadirin.

"Awalnya, mau diproklamirkan di Lapangan Banteng. Tapi karena kondisinya tidak kondusif, akhirnya dipindahkan ke Pegangsaan Timur," kenang Puji. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sentilan Anies Baswedan di Panggung Pandji: Merdeka 80 Tahun, Warga Terasa Belum Didengar

Sentilan Anies Baswedan di Panggung Pandji: Merdeka 80 Tahun, Warga Terasa Belum Didengar

Entertainment | Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:25 WIB

Semalaman, DLH DKI Kumpulkan 79 Ton Lebih Sampah Usai Perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Jakarta

Semalaman, DLH DKI Kumpulkan 79 Ton Lebih Sampah Usai Perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Jakarta

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 16:28 WIB

Getar Haru dan Bangga Rossa di Panggung Istana, Lantunkan Doa untuk Indonesia di HUT ke-80

Getar Haru dan Bangga Rossa di Panggung Istana, Lantunkan Doa untuk Indonesia di HUT ke-80

Entertainment | Senin, 18 Agustus 2025 | 20:30 WIB

Wamen Irene Umar: Indonesia Satu-satunya Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan Secara Meriah

Wamen Irene Umar: Indonesia Satu-satunya Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan Secara Meriah

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 15:33 WIB

Boris Bokir hingga Danilla Jadi Petugas Upacara Penurunan Bendera, Wujudkan Impian Terakhir Gustiwiw

Boris Bokir hingga Danilla Jadi Petugas Upacara Penurunan Bendera, Wujudkan Impian Terakhir Gustiwiw

Entertainment | Senin, 18 Agustus 2025 | 12:29 WIB

HUT RI ke-80: Warga Garut Ungkap Alasan Haru Datangi Jakarta, Ternyata...

HUT RI ke-80: Warga Garut Ungkap Alasan Haru Datangi Jakarta, Ternyata...

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 06:09 WIB

Sentilan Ajil Ditto di Hari Kemerdekaan: Negara Sudah Merdeka, Tapi Orang-orangnya Belum

Sentilan Ajil Ditto di Hari Kemerdekaan: Negara Sudah Merdeka, Tapi Orang-orangnya Belum

Entertainment | Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:35 WIB

Kemal Palevi Unggah Karakter Iblis dari Demon Slayer di Hari Kemerdekaan, Sisipkan Pesan Menohok

Kemal Palevi Unggah Karakter Iblis dari Demon Slayer di Hari Kemerdekaan, Sisipkan Pesan Menohok

Entertainment | Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:25 WIB

Annisa Pohan Curhat Perdana Tak Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana, Ada Apa?

Annisa Pohan Curhat Perdana Tak Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana, Ada Apa?

Entertainment | Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:02 WIB

'Bendera Bajak Laut' di Hari Merdeka: Ironi Perlawanan Sunyi di Negeri yang (Katanya) Demokratis

'Bendera Bajak Laut' di Hari Merdeka: Ironi Perlawanan Sunyi di Negeri yang (Katanya) Demokratis

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 20:17 WIB

Terkini

5 Bedak Padat Tahan Air dan Keringat Agar Makeup Tetap Flawless Saat Cuaca Panas

5 Bedak Padat Tahan Air dan Keringat Agar Makeup Tetap Flawless Saat Cuaca Panas

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 19:10 WIB

Dari Buku ke Panggung: Serunya Jelajah Yogyakarta Menuju Sarga Festival 2026

Dari Buku ke Panggung: Serunya Jelajah Yogyakarta Menuju Sarga Festival 2026

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 17:59 WIB

Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Posisi yang Dibuka untuk Kampung Nelayan Merah Putih

Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Posisi yang Dibuka untuk Kampung Nelayan Merah Putih

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 17:11 WIB

20 Link Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Unduh untuk Meriahkan Semangat Emansipasi

20 Link Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Unduh untuk Meriahkan Semangat Emansipasi

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 16:53 WIB

Transforming Spaces with Canvas Prints: A Complete Guide

Transforming Spaces with Canvas Prints: A Complete Guide

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 16:17 WIB

Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda

Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:34 WIB

Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?

Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB

Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!

Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:04 WIB

Cuaca Panas Pakai Parfum Apa? Ini 7 Rekomendasi yang Aromanya Segar dan Tidak Menyengat

Cuaca Panas Pakai Parfum Apa? Ini 7 Rekomendasi yang Aromanya Segar dan Tidak Menyengat

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 14:39 WIB

Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?

Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 14:26 WIB