Ini Sejarahnya Tradisi Lomba 17 Agustus

Ririn Indriani

Minggu, 17 Agustus 2014 | 15:24 WIB
Ini Sejarahnya Tradisi Lomba 17 Agustus
Lomba panjat pinang. (Foto: Antara/Rosa Panggabean)

Suara.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang jatuh setiap 17 Agustus, kerap diwarnai oleh berbagai lomba yang seru dan mengasyikkan plus mengundang gelak tawa.

Bagaimana tidak, kebanyakan lomba yang digelar tersebut memiliki keunikan sendiri-sendiri yang mengundang gelak tawa para penontonnya. Sebut saja lomba panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, gebuk bantal dan masih banyak lagi.

Yah, pesta rakyat ini memang sangat menyenangkan dan membuat peserta lomba dan penonton terhibur dibuatnya.

Namun tahukah Anda, bagaimana awal mulanya berbagai lomba khas 17 Agustusan itu muncul?

Sejarawan dan budayawan JJ Rizal, mengatakan bahwas tradisi lomba yang kerap menghiasi perayaan HUT Kemerdekaan RI itu muncul pada tahun 1950-an.

"Masyarakat sendiri yang memunculkan lomba-lomba itu sejak perayaan HUT  Kemerdekaan RI yang ke-5. Sebelumnya tidak ada lomba," ujarnya.

Lebih lanjut Rizal mengatakan masyarakat kala itu begitu antusias ingin memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang berhasil diperjuangkan dengan cara yang menyenangkan.

Bahkan presiden pertama Indonesia, Soekarno, kata Rizal, adalah salah satu orang yang paling bersemangat dengan lomba 17 Agustus ini.

Inilah yang membuat tradisi lomba 17 Agustus semakin menyebar luas di seluruh Tanah Air. Dan perlu diketahui, bahwa dibalik kemeriahan perayaan HUT RI lewat berbagai lomba tersebut, ada filosofi atau makna yang terkandung di setiap jenis lomba.

Makna Dibalik Setiap Lomba
Lomba engrang misalnya, kata Rizal, lomba tersebut memiliki makna menghina atau mengejak kolonialisme Belanda yang tubuhnya tinggi (jangkung). Mereka main engrang untuk mengejek orang jangkung (Belanda).

Sedangkan lomba balap karung, lanjut dia, mengingatkan rakyat Indonesia saat masa-masa sulit dijajah Jepang. "Saat Indonesia dijajah Jepang, mayoritas rakyat ketika itu pakaiannya adalah karung goni," ungkap Rizal.

Simbol keprihatinan tentang kondisi rakyat Indonesia saat zaman penjajahan ditunjukkan pula lewat lomba makan kerupuk yang dijadikan simbol pangan.

Nah, kalau lomba tarik tambang, kata Rizal, memiliki makna gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas masyarakat Indonesia.

Lantas, bagaimana pula sejarah dari lomba panjat pinang? Mengutip dari laman Wikipedia, Panjat Pinang disebutkan perlombaan ini menjadi objek bahan tertawaan penjajah Belanda.

Panjat pinang berasal dari zaman penjajahan Belanda yang sering digelar acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain.

Pesertanya orang-orang pribumi yang memperebutkan 'barang mewah' waktu itu, biasanya bahan makanan seperti keju, gula, pakaian kemeja.

Ketika orang pribumi bersusah payah untuk memperebutkan hadiah, para orang-orang Belanda menonton sambil tertawa. Tata cara permainan ini belum berubah sejak dulu.

Bisa dibayangkan bagaimana kondisi rakyat Indonesia pada masa penjajahan. Sementara kebanyakan rakyat Indonesia bersusah payah untuk bisa bertahan hidup, tetapi para Penjajah Belanda justru hidup dalam kesenangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Tak Banyak yang Tahu! Kenapa 17 Agustus Selalu Identik dengan Lomba?

Tak Banyak yang Tahu! Kenapa 17 Agustus Selalu Identik dengan Lomba?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:50 WIB

9 Ide Lomba Estafet Kelompok 17 Agustus untuk Melatih Kekompakan Tim

9 Ide Lomba Estafet Kelompok 17 Agustus untuk Melatih Kekompakan Tim

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:38 WIB

20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Bapak-bapak yang Berguna dan Berkesan

20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Bapak-bapak yang Berguna dan Berkesan

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:20 WIB

20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Untuk Ibu-ibu Alat Rumah Tangga Murah

20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Untuk Ibu-ibu Alat Rumah Tangga Murah

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:15 WIB

8 Aturan Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus yang Aman dan Seru untuk Anak-anak

8 Aturan Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus yang Aman dan Seru untuk Anak-anak

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Gokil dan Kreatif! 20 Inspirasi Lomba 17 Agustus Kekinian Dijamin Seru Abis!

Gokil dan Kreatif! 20 Inspirasi Lomba 17 Agustus Kekinian Dijamin Seru Abis!

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:51 WIB

17 Ide Lomba 17 Agustus Kekinian ala Gen Z yang Seru, Ada TikTok Dance

17 Ide Lomba 17 Agustus Kekinian ala Gen Z yang Seru, Ada TikTok Dance

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:15 WIB

17 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak TK dan SD yang Seru dan Aman

17 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak TK dan SD yang Seru dan Aman

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×