Mereka Berkebaya di Mana Saja dan Kapan Saja

Esti Utami

Sabtu, 08 November 2014 | 13:57 WIB
Mereka Berkebaya di Mana Saja dan Kapan Saja
#kebayaeveryday (Dok. Komunitas Kebaya)

"Berkebaya di mana saja dan kapan saja," itulah pameo yang kini dikibarkan sejumlah perempuan yang tinggal di Jakarta ini. Mereka tak sungkan berkebaya apapun kegiatan yang dilakukan, saat kerja, saat jalan-jalan, atau bahkan berwisata. Meski untuk itu mereka harus naik angkutan umum macam ojek sekalipun. Bahkan ketika ikut Pesta Rakyat pada 20 Oktober lalu, para perempuan ini juga mengenakan kebaya.

Kebaya juga yang dikenakan para perempuan itu, ketika saya berbincang dengan mereka di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.



Adalah Kristin Samah yang menularkan virus berkebaya pada teman-temannya. Malam itu ia  mengenakan kebaya klasik dengan kutu baru berwarna ungu yang dipadu dengan kain batik kontemporer berwarna senada. Ia ditemani Lia Natalia mengenakan kebaya warna kuning dipadu dengan kain parang, dan Tuti Marlina yang tampil cantik dengan kebaya berlengan pendek warna cokelat yang juga dipadunya dengan kain bermotif parang.

"Mengenakan kebaya rasanya lebih eksotis dan anggun, sekaligus melestarikan budaya," ujar Kristin menerangkan alasan yang membuatnya jatuh cinta pada kebaya.

Perempuan yang telah melahirkan beberapa buku ini menolak anggapan bahwa mengenakan kebaya itu repot. Kebaya, ujarnya, tak ubahnya blus. Bisa dipadukan dengan berbagai model bawahan, kain, kulot, celana panjang atau bahkan jeans. Berkebaya juga membuatnya lebih kreatif. Setiap hari, kita harus berpikir, untuk mencari padu padan yang pas dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dan ini menjadi tantangan tersendiri yang membuat mereka tidak pernah bosan.

"Kami ingin membumikan kebaya. Bahwa kebaya bisa dikenakan dalam berbagai acara, tak harus acara resmi," tambah Lia.

Tapi kebaya membuat para perempuan ini merasa harus menjaga sikap. Mereka tak bisa lagi sembarangan seperti ketika mengenakan baju biasa. Ada banyak pengalaman dari para perempuan ini saat mengenakan kebaya. Tak satu kali mereka ditanya akan kondangan, atau disebut cantik bahkan dikira ibu pejabat.
   
Berkebaya juga membuat para perempuan ini lebih mencintai kain tradisional. Mereka tak hanya tergerak untuk mengoleksi berbagai kain tradisional dari berbagai wilayah Nusantara, tetapi juga mempelajari sifat dan filosofinya. 



"Kami tentu tak ingin salah mengenakan kain, karena masing-masing kain tradisional memiliki makna tertentu," imbuh Tuti, yang mengaku sesekali masih suka menanggalkan kebaya.  

Alasan inilah yang membuat 'geng' perempuan berkebaya ini sering berkumpul dan bertukar informasi seputar kain tradisional. Tak ketinggalan informasi mengenai penjahit kebaya yang makin sulit ditemukan.  

Geng ini juga sering jalan bareng ke tempat-tempat wisata, hanya untuk mejeng dengan kebaya cantik mereka. Mereka juga sering kumpul bareng untuk berburu kebaya atau kain tradisional. Dan jika, salah seorang anggota kebetulan melakukan perjalanan ke luar Jakarta, maka mereka saling menitip untuk membeli kain tradisional daerah yang dituju.

"Dengan mendatangi langsung para perajin membuat kita lebih menghargai kain tradisional," ujar Tuti yang berdarah Minang.  Lia menambahkan, sejak jatuh cinta pada kebaya ia jadi lebih konsumtif. Ia yang dulunya tergolong konsumen rasional jadi sering lupa daratan ketika melihat kebaya. 



"Kalau sudah lihat kebaya cantik, saya tak pernah menunda lagi. Langsung beli beberapa sekaligus," ujarnya sambil terbahak.

Lia yang berdarah Ambon ini menambahkan kebaya tak hanya dikenal di Jawa. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kebaya, dengan model yang beragam. Kebaya, ujarnya, juga dikenal di Batak, Padang, Ambon, Flores ataupun Bima. Jadi mari kita mencintai Indonesia dengan berkebaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serunya Belajar Foto Melayang di Komunitas Levitasihore

Serunya Belajar Foto Melayang di Komunitas Levitasihore

Lifestyle | Sabtu, 27 September 2014 | 09:56 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×