Suara.com - Berkeliling di Lantai 1 Pasar Santa, Jakarta Selatan ternyata cukup menyenangkan. Ada banyak hal unik yang bisa ditemukan di sini, terutama mereka yang menekuni hobi tertentu. Nah jika Anda sedang coba memulai mengoleksi piringan hitam, maka Pasar Santa bisa menjadi pilihan.
Di sini terdapat beberapa penjual piringan hitam, salah satunya adalah "Laidback Blues Record Store" yang selain menjual koleksi piringan hitam, juga menjual player, lengkap dengan sparepart-nya. Samson Pho, pemilik Laidback Blues Record Store mengatakan, ia menempati salah satu kios yang ada di lantai 1, Pasar Santa ini sejak lima bulan silam.
"Dari dulu kita cuma tahu, toko yang jual piringan hitam ya di Jalan Surabaya atau Blok M. Nah, karena saya juga hobi dengan piringan hitam, udah selama tujuh tahun seneng sama ini, jadi, ini hobi yang dijadiin bisnis. Kebetulan temen buka duluan di sini, dan ikutan," kata Samson pada suara.com.
Untuk menarik pengunjung, Samson menata tokonya dengan apik. Gaya vintage sangat terasa di toko piringan hitam yang menempati dua unit kios di Pasar Santa itu. Beberapa alat pemutar piringan hitam terpajang rapi. Begitu juga dengan ragam piringan hitam yang diurut sesuai dengan genre dan tahunnya. Beberapa coretan di dinding makin menambah nyaman pembeli dalam menikmati pencariannya.
Koleksi piringan hitam itu, menurut Samson, dirinya ia datangkan dari Jepang dan beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Prancis.
"Kalau kualitasnya sih Jepang, Jerman dan Prancis emang paling bagus dalam hal pressing-an. Suara rekaman dari negara-negara itu juga lebih detail. Kebetulan ada teman yang di sana, jadi minta kirimin sama dia," ujar Samson.
Samson menambahkan ia selalu memperbarui koleksinya yang berasal dari beragam genre seperti jazz, 60's music, Indie pop, Classic, International Music, rock sampai reggae.
"Minimal dua kali sebulan saya belanja barang baru," ujarnya.
Selain koleksi yang beragam, Samson juga tak segan membagi pengetahuan tentang piringan hitam. Dan jangan diragukan, laki-laki ini tampaknya tahu betul seluk-beluk barang yang dijualnya. Seringkali, ia berdiskusi dengan pembeli dan memberikan informasi mengenai piringan hitam. Itulah yang membuat tokonya berbeda dari toko piringan hitam lain. Tak hanya piringan hitam yang dijual seharga Rp50 ribu hingga Rp850 ribu, Samson juga menjual player bekas dengan harga Rp. 1,8juta hingga Rp. 4,5juta.
"Gue lebih seneng dapet bekas, rusak, gue benerin, beli part yang ilang, terus bagus lagi, baru gue jual, daripada harus jual yang baru," jelasnya.
Meski teknologi sudah semakin maju, Samson mengaku peminat piringan hitam masih sangat banyak. Tak jarang, pengunjung dari luar Jakarta hingga luar negeri pun memborong dagangannya.
"Pelanggan tetap ada. Tapi biasanya mereka sekedar lewat, mampir, terus beli. Banyak dari luar Jakarta, kaya dari Medan, Thailand sampai Brunei," ujarnya.