Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Vania Rossa

Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB
Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya
PMK Universitas Mercu Buana. (Dok. UMB)
baca 10 detik
  • Pengelolaan sampah rumah tangga masih jadi tantangan di banyak wilayah, terutama di tengah meningkatnya volume limbah setiap hari.
  • Padahal, jika diolah dengan tepat, sampah bisa menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus solusi menjaga lingkungan.
  • Konsep inilah yang mulai didorong dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Universitas Mercu Buana (UMB) di Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.

Suara.com - Pengelolaan sampah rumah tangga masih jadi tantangan di banyak wilayah, terutama di tengah meningkatnya volume limbah setiap hari. Padahal, jika diolah dengan tepat, sampah, khususnya organik, bisa menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus solusi menjaga lingkungan.

Konsep inilah yang mulai didorong dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Universitas Mercu Buana (UMB) di Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.

Melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi, kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 ini mengangkat tema pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah organik berbasis compost bag, sekaligus penguatan pemahaman akuntansi biaya dan penetapan harga agar produk yang dihasilkan punya nilai jual.

Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. Giawan Nur Fitria, S.E., M.Ak, Sely Megawati Wahyudi, S.E., M.Ak, Riaty Handayani, S.E., M.Ak, Sri Purwaningsih, S.E., M.Ak, Rista Bintara, S.E., M.Ak, Drs. Suharmadi, Ak., M.M., M.Si, serta Dr. Ronny Andesto, S.E., M.M. Kegiatan yang dilakukan mencakup edukasi, pelatihan, dan pendampingan terkait pengelolaan sampah rumah tangga yang memiliki potensi nilai ekonomi. memberikan edukasi, pelatihan, hingga pendampingan langsung kepada warga, mulai dari cara memilah sampah organik, proses fermentasi, hingga teknik pengemasan pupuk organik yang siap digunakan maupun dipasarkan. 

Ketua tim pelaksana, Riaty Handayani, S.E., M.Ak, menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dr. Giawan Nur Fitria, S.E., M.Ak, yang menilai langkah kecil di rumah bisa membawa dampak besar.

“Melalui langkah sederhana di rumah, masyarakat sudah dapat berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi keluarga,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman warga terkait perhitungan biaya dan strategi penetapan harga, sehingga produk pupuk organik yang dihasilkan memiliki daya saing di pasar.

baca juga

Lurah Kreo, Yahya, S.Sos, menyambut baik kolaborasi ini. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena masyarakat memperoleh ilmu praktis yang bisa langsung diterapkan. Harapannya, program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat luas bagi warga,” tuturnya.

Pendekatan ekonomi hijau berbasis masyarakat seperti ini dinilai mampu menjadi solusi berkelanjutan—tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga.

Lebih jauh, inisiatif ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait lingkungan berkelanjutan dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga peluang. Seperti pesan yang disampaikan di akhir kegiatan, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Buang Sampah di Jalan, Kesadaran itu Perlu!

Stop Buang Sampah di Jalan, Kesadaran itu Perlu!

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:10 WIB

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 20:10 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×