Komunitas Ini Memetakan Hijaunya Kota

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Sabtu, 22 November 2014 | 11:06 WIB
Komunitas Ini Memetakan Hijaunya Kota
Aktivitas Komunitas Peta Hijau (Dok. Komunitas Peta Hijau)

Suara.com - Menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitar bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan bergabung bersama Komunitas Peta Hijau. Komunitas Peta Hijau (KPH) merupakan gerakan publik di berbagai kawasan, yang memetakan wilayah dengan ikon-ikon Peta Hijau seperti tanaman maupun binatang.

Peta Hijau atau Green Map mulai diperkenalkan pada tahun 1994, oleh seorang warga New York Amerika Serikat, bernama Wendy Brower.  Kini Peta Hijau telah menjadi gerakan global dalam mengidentifikasi potensi lokal melalui 170 ikon universal, dengan membuat peta hijau di lebih dari 775 kota yang tersebar di 60 negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Ide Peta Hijau tercetus olehnya saat ia kebingungan mencari petunjuk arah tujuan ketika berkunjung ke Kebun Binatang Gembiraloka di Yogyakarta. Tidak adanya petunjuk dan bahasa yang tidak ia pahami, membuatnya berfikir untuk membuat ikon berupa bahasa gambar-gambar universal yang mudah dipahami orang awam, sepulangnya dari Jogja," cerita Niken Prawestiti, seorang relawan Komunitas Peta Hijau.

Di Indonesia, Peta Hijau mulai digagas oleh Marco Kusumawijaya. Lantas pada tahun 2000, Marco yang juga seorang arsitek menggandeng  teman-temannya mulai membuat Peta Hijau Jakarta (PHJ). Awalnya ditandai dengan pembuatan Peta Hijau di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

"Ketika dimulai, PHJ bermaksud menyadarkan orang tentang kesalingketerkaitan antara alam dan gaya hidup. Ketika itu, orang belum yakin akan pemanasan bumi, gerakan atau komunitas hijau belum menjamur seperti sekarang," tambah Niken.

Tujuannya lainnya, tambah Niken, PHJ juga dibuat untuk meningkatkan kebiasaan hidup perkotaan yang sehat dan berkelanjutan, agar nantinya dapat membantu warga kota lain bisa lebih menyadari keberadaan serta interaksi antara sumber daya lingkungan dan kebudayaan.

Kegiatan utama PHJ adalah dengan melakukan pemetaan wilayah oleh masyarakat setempat untuk menggali potensi wilayah dan lingkungan tersebut.

"Umumnya, pemetaan diikuti oleh masyarakat awam dari berbagai latar belakang. Kami survey berjalan kaki, menjelajah wilayah bersama-sama mengamati apa yang dilihat selama perjalanan. Berjalan kaki membuat pengamatan menjadi lebih detail dan sensitif dalam menangkap kondisi wilayah," jelasnya lebih lanjut.

Setelah itu, kelompok survey PHJ mengadakan diskusi, bertukar pengalaman saat survey karena masing-masing orang pasti memiliki cerita yang berbeda-beda.

Data dari diskusi ini dicatat dan poin-poin yang ditemukan selanjutnya disepakati bersama. Apa saja yang masuk dalam peta dengan simbol 'ikon Peta Hijau'.

"Ikon-ikon ini ditafsirkan oleh kelompok survei melalui proses diskusi. Proses diskusi merupakan kesempatan untuk sukarelawan (sebutan para penggiat PHJ) untuk mengenal lebih baik lingkungan kotanya," kata dia.
sambil menambahkan hasilnya yang berupa peta menjadi dokumentasi penting dalam merekam kondisi suatu wilayah.

Sampai saat ini, PHJ telah memiliki sembilan edisi Peta Hijau dengan tema yang berbeda. Edisi 1 yang dibuat pada 2001 meliputi peta hijau di Kemang, edisi 2 Kebayoran Baru (2002), edisi 3 Menteng (2003), edisi 4 Kota Tua (2005), edisi 5 Jelajah Jakarta (Naik Transportasi) Hijau (2009), edisi 6 Kenali Situ Jakarta dan Sekitar (2009), dan edisi 7 100 Lokasi Hijau di Jakarta (2010), edisi 8 Keanekaragaman Hayati Jakarta (2011), dan yang terakhir edisi 9 Jakarta Dulu, Potret Kini (2011).

Berbasis pada semangat sukarela yang murni dan bersifat cair, siapapun boleh bergabung dengan PHJ. Bahkan, kata Niken, tak ada istilah anggota di komunitas ini. Yang ada hanyalah sukarelawan.

"Dalam setiap pemetaan yang dilakukan, kami mengajak orang setempat untuk berperan aktif, dengan harapan, orang lokal akan menjadi pionir perubahan lingkungannya. Atau seringkali, inisiasi muncul dari penghuni setempat yang punya kesadaran untuk lebih mengenali potensi lingkungannya dengan Peta Hijau," jelasnya.

Tidak hanya di Jakarta, Komunitas Peta Hijau juga aktif di kota-kota besar di Indonesia, seperti Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan juga sempat menggeliat di Bandung, Banda Aceh, Makassar, Solo, dan Semarang.

Untuk ke depannya, PHJ berharap, dengan berbekal Peta Hijau warga dapat bersama menjelajahi dan mengenali lebih dekat potensi wilayahnya masing-masing sekaligus menyosialisasikan tempat-tempat ”hijau”, seperti kampung hijau, kampung tradisional, museum, tempat pertunjukan kesenian, hingga bangunan bersejarah, dan lain-lain.

"Semoga Peta Hijau dapat mengubah perilaku hidup masyarakat yang lebih sehat, bersih, hijau dan berbudaya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serunya Belajar Foto Melayang di Komunitas Levitasihore

Serunya Belajar Foto Melayang di Komunitas Levitasihore

Lifestyle | Sabtu, 27 September 2014 | 09:56 WIB

 Mengisahkan Kembali Star Wars Lewat Lego

Mengisahkan Kembali Star Wars Lewat Lego

Lifestyle | Selasa, 04 Maret 2014 | 22:26 WIB

Bila Barbie Tak Lagi Cantik dan Sempurna

Bila Barbie Tak Lagi Cantik dan Sempurna

Lifestyle | Kamis, 20 Februari 2014 | 17:46 WIB

Terkini

iPhone Duo Bermasalah? Pembeli Lapor Kerusakan di Layar Bagian Dalam

iPhone Duo Bermasalah? Pembeli Lapor Kerusakan di Layar Bagian Dalam

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:22 WIB

BUMI Akuisisi Perusahan Australia USD22 Miliar, Masuk Bisnis Tambang Emas

BUMI Akuisisi Perusahan Australia USD22 Miliar, Masuk Bisnis Tambang Emas

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Persija Tantang Persik Kediri, Shin Tae-yong Akui Timnya Bakal Kesusahan

Persija Tantang Persik Kediri, Shin Tae-yong Akui Timnya Bakal Kesusahan

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:16 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.400, Pantau Saham ANTM

IHSG Bertahan di Level 5.400, Pantau Saham ANTM

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Pramono Anung Pastikan Penataan Taman Puring Tak Gusur Pedagang Kecil

Pramono Anung Pastikan Penataan Taman Puring Tak Gusur Pedagang Kecil

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:14 WIB

26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi

26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi

Bekaci | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:13 WIB

Garudayaksa Tumbang dari Persib akibat Gol Menit Akhir, Milos Joksic Soroti Kartu Merah

Garudayaksa Tumbang dari Persib akibat Gol Menit Akhir, Milos Joksic Soroti Kartu Merah

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Daftar HP Lipat RAM 12 GB Performa Gahar, Ini Harga Terbarunya di Indonesia

Daftar HP Lipat RAM 12 GB Performa Gahar, Ini Harga Terbarunya di Indonesia

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Ekonomi Kreatif Jadi Taruhan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Ekonomi Kreatif Jadi Taruhan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur

Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur

Bali | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:02 WIB

×