Cerita Tentang Legenda Sinterklas

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 25 Desember 2014 | 15:37 WIB
Cerita Tentang Legenda Sinterklas
Ilustrasi Sinterklas atau Santa Claus. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa yang tak mengenal Sinterklas? Pada momen Natal, Sinterklas selalu ditunggu-tunggu anak-anak di belahan dunia untuk mendapatkan kado Natal.

Digambarkan sebagai pria berjenggot putih, dengan kostum berwarna merah lengkap dengan topi, Sinterklas menaiki kereta kuda membagikan hadiah dari karung besarnya di tiap rumah.

Namun tahukah Anda bagaimana asal muasal sinterklas? Sebenarnya ada banyak versi mengenai awal mula keberadaan tokoh yang dermawan dan penyayang anak-anak ini.

Dikutip dari berbagai sumber sinterklaas diyakini hidup sejak tahun 271-343. Awalnya sang sinterklas merupakan seorang Uskup di Gereja Ortodoks, Myra, Yunani. Dikenal sebagai sosok pelindung, murah hati, Sinterklaas juga dianggap sebagai orang suci bagi umat kristiani.

Menurut legenda, Sinterklas adalah pelindung bagi orang yang berbuat baik dan sering membantu orang miskin yang memiliki gadis untuk dinikahkan dengan orang yang tepat.

Tak hanya itu, Sinterklas juga kerap meninggalkan hadiah dan uang dalam sepatu gadis-gadis miskin. Dari berbagai kebaikan yang telah diperbuatnya, Sinteklas pun dinobatkan sebagai 'Santo Pelindung Anak'.

Namun ada pula yang mengatakan bahwa Sinterklas berbeda dengan Santa Claus, meski keduanya memiliki karakter yang sama yaitu, sosok penyayang dan dermawan yang kerap memberi hadiah untuk anak-anak saat Natal tiba.

Konon Sinterklas lebih banyak menghabiskan waktunya di Spanyol, tidak seperti Santa claus yang menetap di kutub utara. Sinterklas juga bertugas mengawasi anak-anak yang nakal untuk memberi pelajaran, sedangkan anak yang baik akan diberi hadiah.

Dalam menjalankan tugasnya, Sinterklas dibantu oleh Black Pete, untuk mengambil semua hadiah dan memasukkannya dalam satu karung besar. Black Pete sendiri digambarkan sebagai sosok berkulit gelap dengan rambut keriting dan memakai lipstik merah.  

Lalu mereka akan melakukan perjalanan di setiap kota di Eropa dengan kereta kuda. Tidak seperti Santa Claus yang menaiki kereta rusa dan menyelinap ke cerobong asap di tiap rumah pada saat malam Natal. Berbeda dengan Sinterklas yang justru datang sekitar pertengahan November dan mengakhiri pembagian hadiahnya pada 5 Desember.

Oleh karena itu, anak-anak di Eropa meninggalkan sepatu mereka dengan jerami di perapian setiap malam hingga 5 Desember. Mereka meyakini bahwa Sinterklas akan hadir memberi hadiah untuk mereka.

Jerami yang tersisa pun dijadikan makanan kuda Sinterklas setelah melalui perjalanan yang sangat panjang. Paginya, anak-anak mendapati sepatu mereka telah penuh dengan hadiah, serta tambahan kecil seperti permen, boneka kecil dan buku cerita lucu untuk menambah kegembiraan mereka di menyambut Natal.

Biasanya setelah ini diadakan pesta besar oleh keluarga anak-anak yang menerima hadiah sebagai perwujudan rasa syukur. Sinterklas di waktu siang juga bersosialisasi dengan masyarakat sekitar di kota-kota yang dikunjunginya dengan kereta kuda.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Surat Buat Sinterklas Tersimpan 100 Tahun di Cerobong Asap

Surat Buat Sinterklas Tersimpan 100 Tahun di Cerobong Asap

News | Rabu, 24 Desember 2014 | 08:16 WIB

60 Tahun Beruntun, Keluarga Ini Foto dengan Sinterklas

60 Tahun Beruntun, Keluarga Ini Foto dengan Sinterklas

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 17:09 WIB

Terkini

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

×