Menyembuhkan Diri Bersama Komunitas Capacitar

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Sabtu, 07 Februari 2015 | 09:12 WIB
Menyembuhkan Diri Bersama Komunitas Capacitar
Komunitas Capasitar (suara.com/Dinda Rachmawati)

Siang itu, di tengah kesibukan Kota Jakarta sekumpulan orang asyik melakukan meditasi di Wahid Institute di kawasan Jakarta Pusat. Dipandu instruksi dari seorang intruktur, mereka tengelam dalam keheningan. Alunan musik lembut melatari meditasi itu.

Perlahan sang instruktur menyebutkan beberapa teknik yang diikuti oleh kelompok itu. Seperti tempat perlindungan, orang bijak hingga sungai kehidupan.

Seusai meditasi, mereka diminta untuk menggambarkan 'tempat perlindungan' yang tadi dipikirkan saat meditasi di selembar kertas. Tak lama setelah gambar itu selesai, masing-masing anggota membagi cerita tentang 'tempat perlindungan' masing-masing. Beberapa bahkan menangis menceritakan kisah dan trauma yang mereka alami.

Ada yang patah hati karena selalu ditinggal oleh lelaki, mengalami pelecehan seksual hingga rasa percaya diri yang hilang. Setelah sesi tersebut selesai, mereka pun melanjutkan belajar berbagai teknik yang bermanfaat bagi dirinya dan anggota kelompok lainnya.

Itulah sekilas kegiatan yang dilakukan Komunitas Capacitar Indonesia. Menurut Inayah Wahid, salah seorang pemberi materi teknik Capacitar, Capacitar adalah sebuah jaringan solidaritas internasional yang telah ada di 35 negara di berbagai benua.

Adalah Patricia Cane yang menggagas komunitas ini. Capacitar berfokus pada penyembuhan dan pemberdayaan diri sendiri.

"Jika kita dapat memberdayakan diri kita sendiri, maka kita juga dapat memberdayakan orang lain dan dunia," terang Inayah.

Keakraban anggota Komunitas Capacitar (suara.com/Dinda Rachmawati)

Di Indonesia, Capacitar mulai dikenalkan oleh Gobin Vandhev pada tahun 2002. Gobin sendiri mempelajari teknik meditasi ini langsung dengan Patricia.

Gobin mulai membantu mereka yang mengalami trauma akibat konflik dan kekerasan, juga bencana alam, maupun trauma akibat peristiwa yang dialami sehari-hari. Capasitar juga membantu para individu yang ingin mengatasi tres berkepanjangan dalam kehidupan sehari-harinya.

Capasitar bekerja dengan menggunakan pendekatan pendidikan popular yang aktif. Para anggota yang telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan, nantinya dapat mengajarkan praktik-praktik kesehatan sederhana yang bisa membawa penyembuhan.

"Jadi saat ini kami, sekitar 20 orangan dari daerah di seluruh Indonesia, sedang dalam proses pelatihan khusus untuk bisa membagikan teknik-teknik Capacitar pada orang yang membutuhkan. Jika nantinya lulus, kami bisa menjadi trainer," jelas Sausan Sofyan seorang pemberi materi teknik Capacitar hari itu.

Salah satu persyaratan menjadi trainer adalah dengan membagikan ilmu yang didapat kepada orang lain. Seperti saat pertemuan hari itu berlangsung dan dinyatakan lulus dalam tiga pelatihan yang diikuti.

"Sebagai manusia, ketika mengalami kekerasan atau hal buruk kita cenderung mengobati. Padahal dalam diri kita sendiri, sebenarnya kita sudah punya kemampuan untuk menyembuhkan," ujar Inayah.

Capacitar, terang Inayah, bisa meredakan sistem yang penuh kekerasan, ketidakadilan yang melahirkan banyak kesakitan atau trauma. Patricia mengembangkan berbagai teknik yang sudah dikenal di seluruh dunia, dengna dilandaskan pada keyakinan bahwa seseorang dapat memberikan perubahan pada orang lain.

"Ketika ada sesuatu yang gak beres sebenarnya kita semua sudah memiliki sistemnya di dalam tubuh untuk melakukam sesuatu. Tapi seringkali lingkungan kita, tidak membuat kita sadar akan kemampuan tubuh kita," ujar dia.

Salah satu teknik yang dikembangkan Capacitar (suara.com/Dinda Rachmawati)

Saat ini teknik Capacitar sudah mencapai 100 jenis, di antaranya Tai Chi, teknik pernafasan  Pal Dan Gum dan gerakan tubuh, visualisasi dan pernafasan, mendengar aktif dan keterampilan psikoterapeutik sederhana, akupresur untuk mengurangi rasa sakit dan stres, fingerholds atau genggam jari untuk mengelola emosi, teknik mengetuk, pijat tangan dan polaritas dan masih banyak lagi.

Beragam teknik ini selain dapat menenangkan, juga dapat menghilangkan trauma, stres, ketakutan, dan rasa cemas. Teknik ini juga dapat membantu seseorang menerima trauma masa lalunya.

Meski menyimpan sederet manfaat, teknik-teknik Capacitar juga tergolong mudah dan tidak memerlukan banyak peralatan. Saat ini, kelas 'berbagi' Capacitar sudah banyak ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia.

Inayah menekankan, bahwa Capacitar bukanlah sebuah terapi atau pengganti terapi. Capacitar hanya sebuah teknik 'suplemen' yang sangat membantu kondisi seseorang menjadi sangat baik. Dan, kemampuan seseorang untuk menghadapi trauma, kata Inayah, juga berbeda-beda dan bergantung pada banyak faktor.

"Sembuh atau tidak balik lagi ke masing-masing oarng, apakah mereka mau menggunakannya terus menerus atau tidak setelah mereka menerima dari kita. Apakah rajin menggunakannya atau tidak," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:52 WIB

Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai

Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:05 WIB

Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026

Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:53 WIB

Ketika Layar Dimatikan, Persahabatan Baru Dimulai: Inspirasi dari Komunitas Lets AFK

Ketika Layar Dimatikan, Persahabatan Baru Dimulai: Inspirasi dari Komunitas Lets AFK

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 16:33 WIB

W124 MBCI Jakarta Chapter Siap Jelajahi Sulawesi dalam Celebes Journey 2026

W124 MBCI Jakarta Chapter Siap Jelajahi Sulawesi dalam Celebes Journey 2026

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 09:48 WIB

TDA Entrepreneur Story: 88 Pengusaha, 88 Perjalanan, dan Kekuatan Komunitas

TDA Entrepreneur Story: 88 Pengusaha, 88 Perjalanan, dan Kekuatan Komunitas

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 12:00 WIB

Cara Komunitas Motor Perkuat Kemampuan Berkendara Aman di Tangerang

Cara Komunitas Motor Perkuat Kemampuan Berkendara Aman di Tangerang

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 13:25 WIB

Review Good Will Hunting: Saat Logika Jenius Tak Cukup untuk Menyembuhkan Luka Masa Lalu

Review Good Will Hunting: Saat Logika Jenius Tak Cukup untuk Menyembuhkan Luka Masa Lalu

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 15:45 WIB

Dari Akihabara ke Jakarta: Mengintip Uniknya Budaya Maid Cafe yang Lagi Naik Daun

Dari Akihabara ke Jakarta: Mengintip Uniknya Budaya Maid Cafe yang Lagi Naik Daun

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:43 WIB

Dari Nongkrong di Warnet Sampai Punya Event Maid Cafe: Ini Cerita di Balik AniEvo ID

Dari Nongkrong di Warnet Sampai Punya Event Maid Cafe: Ini Cerita di Balik AniEvo ID

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 13:26 WIB

Terkini

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

×