Berbatu Akik-lah Secara Waras

Ardi Mandiri

Senin, 20 April 2015 | 06:02 WIB
Berbatu Akik-lah Secara Waras
Pedagang batu akik di depan Masjid Istiqlal. (Suara.com/Erick Tanjung)
Demam sampai suhu tinggi alias kegilaan pada batu akik sedang merambah di masyarakat seluruh Nusantara. Dari Aceh hingga Papua.

Hobi mengoleksi batu akik sebagai benda estetik bukanlah tindakan terlarang menurut hukum positif. Juga bukan tindak yang diharamkan agama. Mengoleksi batu akik merupakan bagian dari ikhtiar memburu kebahagiaan, yang menjadi salah satu hak asasi manusia.

Masalah mencintai batu akik baru muncul ketika kecintaan itu melampaui batas dan menyebabkan seseorang berusaha memperoleh batu indah itu dengan menghalalkan segala cara.

Adakah penggemar batu akik yang melampaui batas kewajaran dan kewarasan? Ada. Itu terbukti dengan adanya perusakan batu nisan mendiang maestro tari Bagong Kusudiharjo. Diduga ada orang yang mengambil bagian nisan itu dengan menggunakan martil. Nisan itu diduga bisa digunakan bahan mentah pembuatan cincin akik.

Atas perusakan nisan sang ayahanda itu, seniman Butet Kertarajasa dengan nada kebapakan mengajak sang perusak nisan untuk eling dan waspada.

Butet mengatakan, bersenang-senang dengan batu akik boleh-boleh saja. Tapi ya lakukan semua itu dengan akal sehat, dengan waras.

Butet sendiri pengoleksi batu akik. Dia punya koleksi sejumlah cincin akik yang diperoleh dari sejumlah daerah atau luar negeri. Tapi kalau harganya terlalu mahal, Butet tak memaksakan diri untuk membelinya walaupun sangat tertarik dengan batu akik bersangkutan.

Maraknya kegandrungan masyarakat pada batu akik bisa dipandang dari sudut positif sebagai upaya peningkatan transaksi produk ekonomi kreatif. Batu akik merupakan upaya pemberian nilai tambah pada batu yang semula hanya berupa bongkahan cadas di kali atau perut bumi, yang diolah lewat tangan perajin kreatif terampil menjadi mata cincin atau leontin yang mengandung estetika kelas wahid.

Ada yang harganya cuma lima puluh ribu per buah hingga jutaan rupiah untuk yang eksotis dan langka. Jenisnya pun bermacam-macam seperti safir, mirah delima, kecubung, dan kalimaya.

Ada penyuka akik yang hanya memiliki sebuah tapi mahal dan dipakai di jari manis sehingga tampak anggun menawan bagi pemakainya. Ada juga yang mempunyai lebih dari lima buah dan semuanya berukuran besar segede biji nangka dengan harga relatif murah, digunakan di setiap jari tangannya. Pemakai yang demikian ini pasti mengingatkan orang pada pelawak Tessy yang menjadi anggota grup lawak Srimulat.

Di sepanjang toko yang berderet di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, misalnya, berderet mobil bak menjual bongkahan bahan mentah batu akik. Penjualnya datang dari berbagai kota.

Salah seorang pemilik mobil bak yang menjajakan bongkahan akik mentah yang bernama Sumanjaya Jufri dari Rangkasbitung, Banten, mengatakan, dia mencari bahan mentah batu akik itu dari berbagai daerah hingga Palangka Raya. Dengan modal puluhan juta, pria beranak dua itu mengaku bisa menangguk untung dari penjualan bongkahan batu akik. Namun dia tak mau menyebut nilai nominalnya.

Sumanjaya mengaku makin hari makin banyak pesaingnya yang berjualan batu akik dengan menggunakan medium mobil bak.

Dia mengatakan, menggeluti batu akik sebetulnya dilakukan sebagai upaya melanjutkan usaha keluarga. Almarhum ayahnya lah yang memulai usaha itu. Dia juga mengatakan bahwa kegemaran masyarakat pada batu akik bersifat musiman. Ada pasang-surutnya.

Mengoleksi batu akik, buat sebagian konsumen, mempunyai beberapa tujuan: bisa untuk kesenangan pribadi, tapi bisa juga untuk mencari untung. Bagi kelompok ini, cincin akik miliknya akan dilepas jika ada orang lain berminat dan bersedia membeli dengan harga yang lebih dari harga belinya.

Namun, bagi konsumen batu akik yang tak mau melepas cincin kesayangannya, berapapun tawaran yang diajukan, dia akan tetap mempertahankannya.

Ada beberapa pemakai cincin batu akik yang yakin bahwa batu akik bisa punya nilai magis, dan sedikit banyak mengandung unsur klenik. Misalnya, apa yang disebut batu akik kecubung pengasihan, diyakini sanggup membuat pemakainya mempunyai aura yang menimbulkan rasa kasihan dari orang yang berada di dekatnya.

Ada juga batu akik yang diyakini dapat mendatangkan hoki rezeki bagi pemakainya. Batu akik yang jenis inilah yang oleh pemakainya tak akan dilepas walaupun dihargai mahal oleh penawarnya.

Bagi kalangan agamawan, keyakinan terhadap batu akik yang punya daya magis seperti itu tentunya tidak dianjurkan. Itu bisa dipersepsikan sebagai menuhankan batu akik. Pada titik inilah seruan Butet Kertarajasa punya relevansi: mari bersenang-senang dengan batu akik. Tapi jangan sampai melampaui batas.

Batu akik cukup dikagumi karena keindahannya. Misalnya batu akik yang memancarkan kemilau ketika dipakai dalam kegelapan. Ini jelas bukan masalah batu akik itu punya kekuatan gaib, tapi karena memang jenis batunya yang bisa berkilau ketika berada di ruang kegelapan.

Batu akik tak beda dengan benda seni seperti lukisan atau keramik antik yang mengandung segi estetik pada dirinya. Benda keramik atau lukisan, beda dengan batu akik, tak pernah diyakini punya daya magis pada dirinya.

Untunglah, orang-orang yang menuhankan batu akik makin terkikis karena semakin banyaknya penggemar batu akik masa kini yang terpelajar. Tingkat rasionalitas mereka menampik ilusi tentang daya magis akik.

Tampaknya, ajakan Butet untuk bersenang-senang dengan batu akik secara waras juga bisa dipakai dalam perspektif antiklenik semacam itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Mengadukan Kehilangan Batu Akik ke Polisi

Warga Mengadukan Kehilangan Batu Akik ke Polisi

News | Minggu, 19 April 2015 | 19:59 WIB

Batu Akik Kuningan Dihargai Rp500 Juta

Batu Akik Kuningan Dihargai Rp500 Juta

Lifestyle | Minggu, 19 April 2015 | 05:32 WIB

Meski Turun 11 Persen, Batu Akik Genjot Kinerja Ekspor Maret 2015

Meski Turun 11 Persen, Batu Akik Genjot Kinerja Ekspor Maret 2015

Bisnis | Rabu, 15 April 2015 | 13:46 WIB

Kapak Batu Sentani Terancam Punah Dijadikan Batu Akik

Kapak Batu Sentani Terancam Punah Dijadikan Batu Akik

News | Selasa, 14 April 2015 | 10:57 WIB

Terkini

Waspada Motor Bodong! Ini Cara Cek Keaslian BPKB dan STNK Motor Bekas Biar Transaksi Aman

Waspada Motor Bodong! Ini Cara Cek Keaslian BPKB dan STNK Motor Bekas Biar Transaksi Aman

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Sopir Mikrotrans Tabrak Lansia, Sempat Tutupi Kecelakaan sebelum Dipecat

Sopir Mikrotrans Tabrak Lansia, Sempat Tutupi Kecelakaan sebelum Dipecat

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Kasus Yurizal, Pakar UGM Dorong Audit Rumah Sakit: Jangan Berhenti di Permintaan Maaf

Kasus Yurizal, Pakar UGM Dorong Audit Rumah Sakit: Jangan Berhenti di Permintaan Maaf

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok

Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Menko Polkam Djamari Chaniago Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penyebar Hoaks Demo Agustus 2026

Menko Polkam Djamari Chaniago Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penyebar Hoaks Demo Agustus 2026

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Tak Cuma Flyover Garuda Sakti, SF Hariyanto Usulkan Proyek Bangun Jembatan Siak V

Tak Cuma Flyover Garuda Sakti, SF Hariyanto Usulkan Proyek Bangun Jembatan Siak V

Riau | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya, Duel Dua Tim dengan Statistik Nyaris Identik

Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya, Duel Dua Tim dengan Statistik Nyaris Identik

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya

Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya

Bali | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum

Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Tak Terima Gubernur Riau Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

Tak Terima Gubernur Riau Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

×