Makna Tari Pendet yang Diminati Dunia

Esti Utami

Senin, 04 Mei 2015 | 12:17 WIB
Makna Tari Pendet yang Diminati Dunia
Penari Bali (shutterstock)

Suara.com - Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menilai, tari pendet salah satu jenis tari klasik sebagai ungkapan selamat datang kini mencuat ke permukaan karena ditarikan secara massal melibatkan ratusan penari perempuan.

"Hal itu mencerminkan tari pendet tetap mampu memukau penonton, eksis dan aktual mengikuti perkembangan zaman," kata Kadek Suartaya yang juga dosen Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Minggu (3/5/2015).

Ia mengatakan, dua kabupaten bertetangga di Bali yakni Gianyar dan Klungkung dalam memperingati hari jadinya menggelar tari pendet massal melibatkan sekitar 600 penari wanita di daerah "gudang seni".

Sedangkan di Kabupaten Klungkung mengerahkan 2015 penari wanita yang melenggang di perempatan kota Semarapura. Tari Pendet yang dikembangkan dari ritual mamendet dalam prosesi agama Hindu kini menggeliat, bahkan jenis tarian itu telah mendunia.

Suartaya, kandidat doktor Kajian Budaya Universitas Udayana itu menjelaskan, masyarakat mengenal tari Pendet sebagai tari penyambutan atau tari selamat datang.

"Tari pendet tersebut oleh Malaysia pernah dijadikan bahan promosi pariwisata tahun 2009 sehingga mengundang tudingan negara tetangga itu sebagai penyerobot kebudayaan Indonesia sehingga mengundang perhatian masyarakat luas," ujar Kadek Suartaya.

Padahal tari pendet di Bali dikenal sejak tahun 1970-an di kalangan pelajar sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan di ibukota Jakarta tari kelompok itu termasuk materi dasar wajib yang diberikan kepada para peminat tari Bali.

Tari yang diciptakan sekitar tahun 1950-an itu mulai dikenal tingkat nasional berkat andil Presiden pertama RI Bung Karno, yang menampilkan tari Pendet melibatkan seribu gadis dalam pembukaan Asian Games di Jakarta tahun 1962.

Sedangkan dalam perkembangan pariwisata di Bali tari Pendet sering disuguhkan sebagai tari penyambutan selamat datang dalam konteks pertunjukan turistik.

Padahal sebelum dikenal sebagai tari penyambutan, pendet adalah bagian prosesi keagamaan hampir di setiap pura di Pulau Dewata. Mamendet atau mendet merupakan kegiatan untuk menyebut sebuah tahapan ritual yang dimaknai sebagai penyambutan para dewa.

Mamendet biasanya tugas para pemangku (pemimpin ritual), namun di beberapa tempat persembahan seni itu dapat dilakukan secara spontanitas oleh siapa saja, tua muda, laki perempuan. Melalui iringan gamelan papendetan, ujar Kadek Suartaya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Tarian Bali yang Mendunia dan Patut untuk Dilestarikan

5 Tarian Bali yang Mendunia dan Patut untuk Dilestarikan

Lifestyle | Sabtu, 18 Juni 2022 | 07:32 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Loose Powder untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat sesuai Review

4 Rekomendasi Loose Powder untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat sesuai Review

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 16:25 WIB

4 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Pori-Pori Besar Sesuai Klaim Produknya

4 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Pori-Pori Besar Sesuai Klaim Produknya

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:58 WIB

Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai

Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:51 WIB

4 Tips Mengatasi Sepatu Putih yang Menguning, Cukup Pakai Bahan Ini Bisa Kinclong Lagi

4 Tips Mengatasi Sepatu Putih yang Menguning, Cukup Pakai Bahan Ini Bisa Kinclong Lagi

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:40 WIB

Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya

Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:22 WIB

Siapa Owner Parfum Scarlett? Ini Profil Pemilik Parfum Terlaris di Indonesia

Siapa Owner Parfum Scarlett? Ini Profil Pemilik Parfum Terlaris di Indonesia

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:15 WIB

4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan di Wajah dan Harga Terjangkau

4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan di Wajah dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:13 WIB

Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar

Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:12 WIB

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:07 WIB

MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 13:25 WIB

×