Wow, Karya Sastra Indonesia Jadi Kajian di Eropa

Ardi Mandiri

Rabu, 01 Juli 2015 | 04:11 WIB
Wow, Karya Sastra Indonesia Jadi Kajian di Eropa
Ilustrasi karya sastra (shutterstock)

Suara.com - Para sastrawan dan kritikus sastra di Eropa mendirikan pusat studi bernama "Teaching Pram in Europe" di London, Inggris, untuk mengkaji karya sastrawan Indonesia Pramoedya Ananta Toer.

"Waktu Pram hidup pada abad ke-19, masyarakat Jawa dan Indonesia identik dengan feodalisme dan kolonialisme, tetapi karya-karya Pram mampu menembus batas itu," kata Pendiri 'Teaching Pram in Europe', Prof Angus Nicholls, di Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Di sela seminar sastra bertajuk "Karya Pramoedya Ananta Toer dalam Sastra Bandingan" di Auditorium Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, ia mengatakan ada beberapa alasan yang membuat karya-karya Pram layak dikaji kritikus sastra di Eropa.

"Misalnya, hampir semua karya Pram itu sudah mampu menunjukkan ideologi yang berkembang di Eropa pada akhir abad 19. Mulai dari ideologi marxisme, feminisme, poskolonialisme dan lainnya, padahal masa peralihan penjajahan ke orde baru itu tidak semua sastrawan Indonesia berani menulis karya idealis dan frontal," katanya.

Oleh karena itu, kata pria yang sudah tertarik dengan karya Pram lebih dari 10 tahun itu, selalu ada reaksi keras dari pemerintah ataupun masyarakat setelah membaca karya-karya Pram.

"Begitu pula di Eropa. Sastrawan idealis dan menolak sistem penguasa akan dipenjara atau dikucilkan. Dari catatan saya, Pram juga berkali-kali dipenjara gara-gara karyanya itu," katanya.

Untuk membuktikan jika karya Pram mampu menembus batas pemikiran di Eropa, Angus mencoba membandingkan karya Eropa dan Pram dengan teori hermeneutik, yakni sebuah teori yang melihat karya dengan realita kehidupan.

Sebagai orang Eropa, ia akan melihat realita kehidupan di Eropa dan Indonesia dalam karya-karya sastra pria asal Blora Jawa Tengah itu.

Salah satu karya Pram berjudul Bumi Manusia menjadi kajian hangat di Eropa. Novel ini menceritakan kehidupan pribumi dan orang Eropa bernama Minke, Annelis dan Putri Nyai Ontosoroh.

"Karya ini membawa paham Marxisme dan Feminisme di Eropa, namun yang pasti karya fenomenal ini terus kami teliti di Eropa. Bagaimana dengan kalian mahasiswa Indonesia? Sudah membaca karya ini," kata Angus kepada dosen dan mahasiswa sastra Unitomo.

Sementara dosen Sastra Inggris Unitomo, Hariyono, menambahkan selain menggunakan teori hermeneutik, untuk mengetahui bila karya Pram ini benar-benar masyhur yakni harus dibandingkan dengan karya sastra Eropa yang juga mendunia.

"Kita bisa bandingkan dengan karya Bildungsroman (karya Jerman) atau karya Kafka. Bisa juga dibandingkan dengan The Da Vinci Code karya Dan Brown, Twillight karya Sthepanie Meyer, Harry Potter karya Jk Rowling atau Zarathustra karya Fedrich Nietsche," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Karya Sastra Indonesia Unjuk Gigi di Frankfurt Book Fair 2015

Karya Sastra Indonesia Unjuk Gigi di Frankfurt Book Fair 2015

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2015 | 14:25 WIB

Terkini

Urutan Zodiak Paling Berpotensi Jadi Miliarder dan Sukses di Usia Muda

Urutan Zodiak Paling Berpotensi Jadi Miliarder dan Sukses di Usia Muda

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Tak Harus Pergi Jauh, Jeda Singkat Bisa Dimulai dari Rutinitas Sederhana

Tak Harus Pergi Jauh, Jeda Singkat Bisa Dimulai dari Rutinitas Sederhana

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:29 WIB

Mutasi Besar-Besaran Pejabat Polri, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto Digantikan Irjen Hengki

Mutasi Besar-Besaran Pejabat Polri, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto Digantikan Irjen Hengki

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:28 WIB

5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya

5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo

Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:25 WIB

BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026

BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Konten Edukasi Finansial: Menambah Wawasan atau Malah Bikin Cemas?

Konten Edukasi Finansial: Menambah Wawasan atau Malah Bikin Cemas?

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:20 WIB

2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai

2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai

Bekaci | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:20 WIB

DPR Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Mashudi Ditangguhkan, Ini Alasannya

DPR Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Mashudi Ditangguhkan, Ini Alasannya

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Bawa Sport Tourism Indonesia Mendunia, BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Bawa Sport Tourism Indonesia Mendunia, BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×