"Bumi Manusia" karya Pram Jadi Kajian di London

Esti Utami

Sabtu, 04 Juli 2015 | 14:55 WIB
"Bumi Manusia" karya Pram Jadi Kajian di London
Ilustrasi novel. (shutterstock)

Suara.com - Novel karya sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, yang pernah dicekal pada masa Orde Baru, menjadi bagian dari materi kuliah "Comparative Literature" di Universitas Queen Mary London.

"Hal itu diajarkan Prof Angus Nicholls, seorang dosen senior di bidang Sastra Jerman di Universitas Queen Mary London," kata dosen Fakultas Sastra Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Kusuma Wijaya, di Surabaya, Sabtu (4/7/2015).

Ia menjelaskan Prof Angus Nicholls menyampaikan ketertarikan pada karya sastra Pramoedya Ananta Toer itu saat mengunjungi Unitomo Surabaya untuk berbicara dalam seminar sastra yang diselenggarakan Fakultas Sastra Unitomo (30/6/2015).

"Prof Angus yang saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Sastra Bandingan dan Budaya di Queen Mary University of London (bukan pendiri Teaching Pram in Europe) itu menyebut novel Pram berjudul "Bumi Manusia" sebagai salah satu materi kuliahnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof Angus Nicholls menyatakan dirinya menjadikan novel "Bumi Manusia" sebagai salah satu materi kuliah sastra bandingan di jurusannya, karena novel karya Pramoedya itu memiliki persamaan bentuk pengembangan alur cerita dengan novel-novel karya penulis Eropa.

Penulis Eropa yang dimaksud antara lain Goethe dengan "Wilhelm Meister's Apprenticeship", Charles Dickens dengan "Great Expectation", atau Charlotte Bronte dengan "Jane Eyre".

Masih menurut profesor pecinta karya-karya Pram ini, novel Pramoedya dan novel-novel karya penulis Eropa itu sama-sama berbentuk Bildungsroman, sebuah bentuk literatur abad 19 yang berfokus kepada perkembangan moral dan psikologi tokoh utama.

"Para mahasiswa di Queen Mary University menggandrungi Bumi Manusia-nya Pram yang sarat dengan realisme sosial dan kritik pada ide-ide kolonial yang disuarakan Nyai Ontosoroh, salah satu tokoh utama dalam novel Pram itu. Sedangkan Minke, tokoh lain dalam novel tersebut, merepresentasikan ide-ide Eropa," katanya, mengutip pernyataan Prof Angus.

Novel "Bumi Manusia" itu menceritakan kehidupan pribumi dan orang Eropa bernama Minke, Annelis, dan Putri Nyai Ontosoroh. Bumi Manusia adalah buku pertama dari "Tetralogi Buru" karya dari sastrawan kelahiran Blora, Jawa Tengah (1925-2006) itu yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1980 dan dilarang Kejakgung pada 1981.

Dalam pandangan Prof Angus, karya sastra Pram itu membawa paham realisme sosial, poskolonialisme, dan feminisme di Eropa, namun yang pasti karya fenomenal ini terus menjadi kajian di London.

"Pandangan Prof Angus itu menarik, bahkan dosen sastra Unitomo, Bagus Hariyono, menyebut pandangan Prof Angus itu terkait dengan dua mazhab penting dalam sastra bandingan, yaitu mazhab Prancis dan mazhab Amerika," kata Kusuma Wijaya yang juga ketua panitia seminar itu.

Dalam mazhab Prancis, sastra bandingan adalah mencari pengaruh sebuah karya terhadap karya yang lain, sedangkan dalam mazhab Amerika membandingkan dua karya yang dikaitkan dengan ilmu sosiologi, agama, filsafat, dan lain-lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Midah, Tokoh Perempuan Pramoedya sebelum Nyai Ontosoroh

Mengenal Midah, Tokoh Perempuan Pramoedya sebelum Nyai Ontosoroh

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 13:15 WIB

Ulasan Mangir: Intrik Kekuasaan dan Tragedi di Tanah Jawa

Ulasan Mangir: Intrik Kekuasaan dan Tragedi di Tanah Jawa

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 14:00 WIB

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Review Bumi Manusia: Kisah Minke Melawan Ketidakadilan di Masa Kolonial

Review Bumi Manusia: Kisah Minke Melawan Ketidakadilan di Masa Kolonial

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Ulasan Novel Rumah Kaca, Menyingkap Sisi Gelap Pengawasan Kekuasaan Kolonial

Ulasan Novel Rumah Kaca, Menyingkap Sisi Gelap Pengawasan Kekuasaan Kolonial

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Perburuan: Harga Sebuah Prinsip Pahlawan yang menjadi Mangsa di Tanah Sendiri

Perburuan: Harga Sebuah Prinsip Pahlawan yang menjadi Mangsa di Tanah Sendiri

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:00 WIB

Pramoedya di Mata Adiknya: Inilah Sisi Maestro yang Tak Pernah Terungkap!

Pramoedya di Mata Adiknya: Inilah Sisi Maestro yang Tak Pernah Terungkap!

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:21 WIB

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:10 WIB

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Khusus Nasabah Private BRI, Nikmati KPR Take Over dengan Bunga Mulai 3,17%!

Khusus Nasabah Private BRI, Nikmati KPR Take Over dengan Bunga Mulai 3,17%!

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Kabel Sinyal Whoosh Dicuri, Perjalanan Kereta Cepat Sempat Terganggu, 6 Orang Ditangkap

Kabel Sinyal Whoosh Dicuri, Perjalanan Kereta Cepat Sempat Terganggu, 6 Orang Ditangkap

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:56 WIB

×