Sensasi Kopi Kawa Ini Sungguh Tak Biasa

Esti Utami, Firsta Nodia

Jum'at, 07 Agustus 2015 | 12:43 WIB
Sensasi Kopi Kawa Ini Sungguh Tak Biasa
Kedai Kawa Wahidin. (suara.com/Firsta Nodia)

Di masa lalu, tepatnya di masa penjajahan Belanda kopi adalah barang mewah. Biji kopi adalah barang mahal yang tak semua orang kuat membelinya. Bahkan petani kopi pun sangat jarang bisa menikmati minuman favorit ini. Karena semua biji kopi yang mereka haislkan haris disetor ke penjajah.

Agar tetap bisa menyesap nikmatnya kopi  petani kopi di Sumatera Barat memiliki cara tersendiri. Yakni membuat minuman 'kopi' yang diseduh dari daun kopi kering. Kopi unik ini dikenal dengan nama kawa.

Nah, buat kamu yang ingin merasakan sensasi unik kopi Kawa datanglah ke kedai satu ini. Kedai Kawa Wahidin, namanya. Kedai ini ini menyediakan kawa khas tanah Minang yang dibuat dari rebusan daun kopi atau dikenal dengan sebutan aia kawa.

Minuman racikan masyarakat Minangkabau ini memang tak sepekat seduhan biji kopi. Tapi justru di situ uniknya, Anda pasti penasaran dibuatnya. Jika di kota asalnya, kawa banyak dijajakan di warung kopi pinggir jalan, di Kedai Kawa Wahidin Anda bisa menikmatinya dengan suasana yang lebih groovy, khas anak muda Jakarta.

Interior Kedai Kawa Wahidin. (suara.com/Firsta Nodia)

"Kalau di Padang, kopi kawa biasa ditemukan di warung pinggir jalan dan isinya kebanyakan orangtua. Kita bikin konsep di sini lebih modern dan bisa buat anak muda nongkrong. Ada pilihannya juga kayak kawa milkshake atau kawa susu jadi buat yang nggak terlalu suka kopi bisa jadi alternatif," ujar Handri Maldi, salah satu pendiri Kedai Kawa Wahidin.

Ditemui di gerainya baru-baru ini, Handri mengisahkan Kedai Kawa Wahidin ia dirikan bersama tiga teman lainnya yakni Jundi, Iif, dan Ferry. Mereka berempat adalah putra Minang yang sedang menimba ilmu di Jakarta.

Keunikan kawa yang penuh dengan sejarah dan belum populer di Jakarta, membuat kuartet Minang yang masih mahasiswa ini terpikir untuk mendirikan Kedai Kawa Wahidin ini.

"Selama tiga tahun terakhir di Padang, kawa mulai diminati anak muda. Kita lihat di Jakarta masih sedikit, belum ada malah kayaknya dari situ kita kepikiran buat usaha ini," imbuh Handri.

Tak hanya menyediakan kopi kawa, di gerai ini, Anda juga bisa menikmati beragam sajian kuliner unik lain yang tentunya identik dengan panganan khas Minang, sebut saja pisang kapik, pasta rendang, pasta dendeng balado, nasi goreng rendang, teh talua, dan masih banyak lagi.

Tapi tentu saja signature menu di kedai ini adalah kawa. Untuk merasakan perbedaan rasa antara kopi pada umumnya dengan kopi kawa, saya pun memilih menu kawa original.

Minuman ini juga disajikan dengan cara yang unik. Batok kelapa digunakan sebagai pengganti gelas, sementara sebagai tatakannya digunakan potongan bambu. Handri menjelaskan bahwa cara penyajian ini memang sudah turun temurun dilakukan oleh nenek moyangnya zaman dahulu di tanah Minang.

Paduan rasa teh dan kopi, itu kesan saya saat kawa original ini tersaji di atas meja. Warnanya hitam seperti kopi tapi encer seperti teh. Rasanya pun sulit untuk diungkapkan. Yang jelas, setelah menyeruput seduhan kawa ini, saya merasa lebih segar dan suasana hati juga menjadi lebih baik. Sugesti mungkin ya?

Tapi Handri membenarkan apa yang saya rasakan. Menurutnya kopi kawa ini memiliki beragam manfaat kesehatan seperti menurunkan tekanan darah, mengatasi masalah peradangan, dan menjaga stamina tubuh. Bagi Anda penggila kopi, mungkin kopi kawa ini bisa menjadi alternatif yang tentunya lebih menyehatkan.

"Kopi kawa ini rendah kafein, jadi bisa jadi alternatif buat mereka yang gila kopi. Memang nggak bikin melek seperti minum kopi berkafein, tapi kopi kawa bikin seger dan badan juga lebih enak," sambungnya.

Kopi kawa modifikasi. (suara.com/Firsta Nodia)

Menikmati kopi kawa, menurut Handri akan lebih nikmat jika ditemani dengan sajian panganan manis seperti pisang kepik atau ketan susu. Pisang kepik juga merupakan salah satu panganan khas Sumatera Barat. Pisang dibakar lalu ditaburi parutan kelapa dan gula diatasnya.

"Kalau di Padang pakai pisang raja, tapi kita di sini pakai pisang uli jadi lebih manis juga rasanya," ujar sarjana akuntansi ini.

Menu lainnya seperti pasta dendeng balado atau pasta rendang juga tak boleh Anda lewatkan. Jika biasanya pasta dilumuri dengan saus bolognese, di Kedai Kawa Wahidin ini Anda bisa merasakan sensasi yang berbeda.

"Salah satu favorit di sini selain kawa dan pisang kapik, ya pasta dendeng balado. Kita memang berusaha memadukan konsep modern dan tradisional di setiap menu kita. Jadi ciri khas kita juga," ungkap Handri.

Pisang kapik, salah satu menu favorit di Kedai Kopi Wahidin. (suara.com/Firsta Nodia)


Harga yang ditawarkan di Kedai Kawa Wahidin ini pun sangat terjangkau. Untuk minumannya dibanderol mulai dari Rp7 ribu hingga Rp16 ribu. Sedangkan panganannya dibanderol antara Rp8-25 ribu. Cukup ramah bagi kantong anak muda. Lagian, Kedai Kawa Wahidin juga memiliki spot untuk perform dan menyediakan gitar untuk Anda yang ingin bermain musik atau menyumbangkan sebuah lagu.

Jika Anda penasaran akan nikmatnya sensasi minum kopi seperti pada masa penjajahan, Kedai Kawa Wahidin bisa jadi pilihan. Kedai ini berlokasi di Jalan Sahardjo no 102 B, Jakarta Selatan ini buka mulai pukul 5 sore hingga 2 dini hari saat weekdays dan hingga 4 dini hari saat akhir pekan.  Selamat mencoba!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer

BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:00 WIB

Post Kantoor Cikini, Restoran Vintage di Bekas Kantor Pos Zaman Belanda

Post Kantoor Cikini, Restoran Vintage di Bekas Kantor Pos Zaman Belanda

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:00 WIB

Nasi Goreng di Restoran Jepang? Mencicipi Chicken Tokio Goulash Zenbu

Nasi Goreng di Restoran Jepang? Mencicipi Chicken Tokio Goulash Zenbu

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:00 WIB

Petualangan Rasa di Selandia Baru Dimulai, Ini Daftar Lengkap Restoran Berbintang Michelin 2026

Petualangan Rasa di Selandia Baru Dimulai, Ini Daftar Lengkap Restoran Berbintang Michelin 2026

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:48 WIB

Ironi Restoran Self-Service: Mau Praktisnya, Enggan Tanggung Jawabnya

Ironi Restoran Self-Service: Mau Praktisnya, Enggan Tanggung Jawabnya

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:45 WIB

Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun

Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:22 WIB

Menelusuri Jejak Rasa Indonesia di Kota Meksiko

Menelusuri Jejak Rasa Indonesia di Kota Meksiko

Foto | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:00 WIB

Rin Culinary Art, Fine Dining dengan Sentuhan Jepang dan Bahan Lokal Indonesia

Rin Culinary Art, Fine Dining dengan Sentuhan Jepang dan Bahan Lokal Indonesia

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:38 WIB

Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!

Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 15:15 WIB

CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore

CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×