Tekad Kuat Membawa Mantan TKI Ini Jadi Calon Doktor

Ardi Mandiri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 12 Agustus 2015 | 08:57 WIB
Tekad Kuat Membawa Mantan TKI Ini Jadi Calon Doktor
Nuryati Solapari. (Suara.com/ Dian Kusumo)

Suara.com - Tak sedikit kita mendengar dan membaca dari berbagai media massa tentang banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengalami berbagai tindak kekerasan dan penderitaan saat menjadi buruh migran di negeri orang.

Jangankan membawa uang, pulang pun hanya tinggal nama yang terkenang. Namun dari berbagai kisah pahit para pahlawan devisa ini, ada satu buruh migran Indonesia yang mampu membuktikan bahwa TKI dapat meraih kesuksesan --jika ada tujuan dan niat.

Nuryati Solapari, mantan TKI asal Serang, Banten, saat ini tengah menempuh gelar Doktor di bidang hukum ketenagakerjaan di universitas Pajajaran Bandung, Jawa Barat. Pengalamannya menjadi buruh migran di Arab Saudi membuat perempuan kelahiran Serang Banten ini, bertekad menguasai bidang hukum ketenagakerjaan.

“Saya yakin TKI itu bisa menjadi sukses. Menjadi TKI itu bagi saya jembatan menuju kesusksesan, tapi tidak selalu harus menjadi TKI terus menerus. Kita punya tujuan dan niat, pasti kita bisa mencapai tujuan yang kita mau. Kuncinya itu kalau mau berhasil jangan lupakan pendidikan,” kata Nuryati saat berbincang dengan suara.com.

Nuryati bercerita, sejak lulus SMA pada 1998, dirinya ingin melanjutkan kuliah. Nahas, lantaran tidak memiliki biaya, dia mengurungkan niatnya tersebut. Sampai akhirnya, Sulung dari enam bersaudara itu memutuskan menjadi TKI di Arab Saudi sebagai pengasuh anak selama dua tahun.

Namun pergi merantau pun bukan jalan yang mudah. Dia sempat dicemooh teman-teman karena niatnya tersebut. "Siswa teladan kok mau jadi pembantu. Masa lulus dengan predikat terbaik dari TKI," kata Nuryati bercerita saat dicemooh teman-temannya.

Tak cuma itu, orangtua Nuryati pun menentang keberangkatannya ke Arab Saudi. Mereka khawatir Nuryati diperlakukan buruk, bahkan dianiaya majikan saat berada di negeri orang.

Tapi bukanlah Nuryati namanya bila langsung mengurungkan nyali. Meski 'was-was', dia tetap berangkat dan bekerja menjadi TKI. Apalagi, dia juga memiliki ambisi kuat untuk kuliah dengan biaya sendiri. Ambisi tersebutlah yang akhirnya meluluhkan hati orangtua Nuryati.

“Dulu bapak sama emak saya di kampung enggak setuju kalau saya menjadi TKI. Katanya, takut di perkaos (Perkosa) atau takut dilecehkan, dipukulin segala macem. Kalau tidak berani, saya tidak akan bisa mengubah hidup. Akhirnya, saya bilang ke mereka enggak usah khawatir, saya sudah besar, saya bisa menjaga diri yang penting enggak macam-macam dan mengerjakan pekerjaan dengan baik pasti majikan enggak bakalan marah. Akhirnya orang tua saya pun menyetujui,” kata dia.

Sesampainya di Arab, ia bersama teman-teman TKI lainnya dibawa ke penampungan. Di saat itulah ia merasa terpuruk, putus asa karena tidak ada pelatihan yang diberikan kepada TKI untuk beradaptasi atau keterampilan lainnya. Selain itu, ia juga harus berhadapan dengan kondisi menyedihkan, yaitu minimnya fasilitas di rumah penampungan, yang memaksanya tidur di depan pintu WC, dan makan seadanya.

"Saya merasakan, betapa perjuangan TKI itu sudah dimulai dari Indonesia. Pada saat kita mulai dari penampungan itu subhanallah... apa yang tersiar di berita itu memang semua kenyataan. Saya aja tidur di depan toilet, jadi kalau ada orang yang mau ke toilet saya harus bangun, terus tidur lagi. Terus pelatihan bahasa Arab aja enggak ada. Jadi saya saat itu sama TKI yang lain bisa dibilang depresi. Tapi saya ingat lagi, kalau saya mau kuliah saya harus berjuang,” katanya.

Namun, keberuntungan terus menerangi jalan Nuryati. Dia dipekerjakan pada keluarga dengan majikan yang baik, sehingga dapat leluasa mempelajari buku-buku yang ia bawa dari Tanah Air.

"Saya beruntung sekali saat saya menjadi TKI. Ini mungkin berkat niat saya untuk kuliah lagi diridhoi sama Allah, Saya bekerja di sebuah keluarga karir. Suami-istri bekerja sebagai dokter. Selain bertugas urusan rumah tangga, dia juga diminta membantu dua remaja keluarga itu dalam urusan belajar. Jadi saya juga bisa sambil belajar,” katanya.

"Dan, majikan saya tak pernah memasalahkannya," ujarnya.

Niat Kuliah Sempat luntur
Selama bekerja menjadi TKI dengan kesibukan dan rutinitas menjadi pembantu rumah tangga sempat membuat niat kuliah Nuryati luntur. Beberapa dilema juga menghantui Nuryati seperti tuntutan membiayai perawatan adik di rumah sakit

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNP2TKI Ajak TKI Investasi untuk Bangun Ekonomi Desa

BNP2TKI Ajak TKI Investasi untuk Bangun Ekonomi Desa

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 19:57 WIB

TKI yang Meninggal di Taiwan Berasal dari Tegal

TKI yang Meninggal di Taiwan Berasal dari Tegal

News | Sabtu, 08 Agustus 2015 | 09:50 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×