Wih, Kini Ada Wisata Syariah di Indonesia

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Rabu, 09 September 2015 | 12:41 WIB
Wih, Kini Ada Wisata Syariah di Indonesia
Masjid-masjid di tanah air, seperti Masjid Agung Natuna bisa menjadi tujuan wisata syariah. (Antara)

Suara.com - Indonesia mulai melirik dan mengembangkan pasar wisata syariah di Tanah Air. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara, Esthy Rejo Astuti, setidaknya ada 16 tujuan wisata yang disiapkan dalam paket wisata syariah ini.

Namun, sampai saat ini, kata dia, baru tiga tujuan wisata yang memang sudah fokus untuk dikembangkan menjadi wisata syariah, yakni Lombok Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Aceh.

"Untuk namanya sendiri sebenarnya masih didiskusikan, apakah tetap seperti dulu wisata syariah atau halal tourism. Sekarang ada 16 destinasi, tapi kita fokuskan dulu ke Lombok, Sumbar dan Aceh. Tapi yang lainnya tetap kita dukung," ujarnya saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).

Tiga tujuan wisata syariah tersebut, bukan saja ditentukan dari penduduk setempat yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga berdasarkan kesiapan sumber daya manusia, budaya, produk wisata daerah, serta akomodasi. Penetapan destinasi wisata syariah ini, kata dia akan siap diluncurkan pada tahun ini.

Eshty menambahkan, bahwa pihaknya pun telah melakukan berbagai persiapan untuk program wisata syariah tersebut, mulai dari pembenahan tujuan wisata, akomodasi, ketersediaan tempat makan halal, hingga tempat peribadatan yang mudah dijangkau.

Selain itu, penerapan wisata syariah nantinya juga harus didukung oleh layanan jasa biro perjalanan. Mereka bisa menghadirkan paket-paket perjalanan dengan konsep wisata syariah.

"Paket-paket ini dapat membuat wisatawan muslim lebih nyaman. Mulai dari makanannya, resto, hotel, objek wisatanya semua sudah diatur sama mereka. Ada waktu ibadah juga. Kaya ke bandara mereka siapkan waktu dan tempat untuk shalat. Hotel juga sudah ada standarnya regulasi yang mengikuti," jelas dia.

Meski begitu, tambahnya wisata syariah bukanlah wisata khusus muslim, karena sebenarnya wisatawan non-Muslim juga dapat menikmati pelayanan yang beretika syariah.

"Non muslim pun bisa merasa lebih aman dan nyaman mengikuti paket wisata ini. Orang tua kalau melepas anaknya mau wisata juga lebih tenang dengan paket ini. Nggak ada mabuk-mabukan di kafe atau tidur satu kamar laki-laki dan perempuan. Ini alternatif baik juga buat non muslim," tambah Eshty.

Konsep wisata syariah juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim naik menjadi 20 persen hingga 25 persen dari total wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×