Mengenal Manusia Purba Penghuni Kawasan Karst Citatah

Esti Utami

Minggu, 08 November 2015 | 00:51 WIB
Mengenal Manusia Purba Penghuni Kawasan Karst Citatah
Ilustrasi manusia purba di Gua Pawon, Bandung, Jawa Barat. [Antara/Novrian Arbi]

Suara.com - Peneliti Cekungan Bandung yang juga Ketua Masyarakat Geografi Indonesia, T Bachtiar menyatakan, kawasan karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat, dapat dijadikan laboratorium alam untuk berbagai disiplin ilmu.

"Karst Citatah bisa dijadikan laboratorium alam untuk berbagai disiplin ilmu seperti geologi, geografi, arkeologi dan speleologi," kata Bachtiar dalam acara Seminar dan Jelajah Karst "Ayo (Kembali) Mengenal Karst Kita" yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) PALAWA Universitas Padjadjaran di Bandung, Sabtu (7/11/2015).

Dia mengatakan, karst Citatah kaya akan bentukan alam terlebih lagi lokasinya yang dekat ke Bandung yakni 20-25 kilometer. Kota Bandung, katanya,  sebagai pusat pendidikan sangat berkepentingan dengan adanya kampus lapangan untuk membina pengalaman langsung para siswa dan mahasiswa.

Untuk arkeologi di kawasan kars Citatah bisa belajar mengenai manusia purba mengingat di Gua Pawon ditemukan tengkorak manusia purba yang berusia antara 6.000 sampai 9.000 tahun.

"Manusia purba berindentitas perempuan itu, terkenal dengan Homo Sapien," katanya.

Posisi tengkorak manusia purba itu dalam keadaan meringkuk yang terawetkan dengan abu dari letusan Gunung Sunda (cikal bakal Gunung Tangkuban Perahu). Tengkorak aslinya sudah diamankan di Balai Arkeologi. Di kedalaman satu meter penemuan tengkorak manusia purba itu juga terdapat arang.

"Ini membuktikan mereka sudah memasak dan memakan daging binatang yang tulangnya digunakan sebagai senjata," ujarnya.

Termasuk juga ditemukan biji kemiri atau muncang. Bahkan ditemukan pula perhiasan seperti taring yang ada bolongnya. Dari semua temuan itu, menurut Bachtiar, bisa dipelajari bagaimana keberadaan manusia purba di kawasan karst Citatah.

Sementara itu, Budi Bramantyo peneliti dan pemerhati karst Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) menyatakan kawasan karst Citatah bisa dijadikan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM.

"Kepmen ini sesuai kepentingan untuk melindungi keberadaan karst Citatah mengingat pentingnya lokasi tersebut (bisa dijadikan laboratorium alam)," katanya.

Dalam acara geotrek Gua Pawon itu, sekitar 60 peserta mengikuti kegiatan menapaki Gua Pawon yang banyak peninggalan sejarah masa lalu.(Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Sebut Marquez jadi 'Bodyguard' Lorenzo, Rossi: Itu Memalukan!

Gitar John Lennon yang Dicuri Terjual Rp35 M

Hati-hati, Makanan Ini Bisa Memicu Batu Ginjal

Asyik Jalan di Bundaran HI, Bocah Ini Dipalak Orang Berpedang

Perempuan Ini Baru Tahu Dirinya Hamil Satu Jam Sebelum Melahirkan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bikin Heboh, Lisa BLACKPINK dan Dong-seok Syuting Film di Karst Citatah Bandung Barat

Bikin Heboh, Lisa BLACKPINK dan Dong-seok Syuting Film di Karst Citatah Bandung Barat

Entertainment | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:14 WIB

Terkini

5 Alasan Mengapa Sepatu Jalan Kaki Tidak Cocok Dipakai Lari, Dampaknya Bisa Fatal

5 Alasan Mengapa Sepatu Jalan Kaki Tidak Cocok Dipakai Lari, Dampaknya Bisa Fatal

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:16 WIB

5 Pilihan Micellar Water Lokal Ukuran Besar yang Murah, Bisa Awet untuk Berbulan-bulan

5 Pilihan Micellar Water Lokal Ukuran Besar yang Murah, Bisa Awet untuk Berbulan-bulan

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:10 WIB

Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?

Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:58 WIB

3 Moisturizer Underrated untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Lengkap dengan Harga dan Review

3 Moisturizer Underrated untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Lengkap dengan Harga dan Review

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51 WIB

5 Kulkas 2 Pintu Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt, Anti Jeglek!

5 Kulkas 2 Pintu Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt, Anti Jeglek!

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:30 WIB

10 Bentuk Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat, Pipi Chubby Dijamin Auto Tirus

10 Bentuk Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat, Pipi Chubby Dijamin Auto Tirus

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:15 WIB

3 Air Cooler yang Tidak Berisik, Tidur Lebih Nyenyak Tanpa Gerah

3 Air Cooler yang Tidak Berisik, Tidur Lebih Nyenyak Tanpa Gerah

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:56 WIB

Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman

Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:27 WIB

5 Microwave Low Watt yang Awet: Lebih Hemat Listrik, Harga di Bawah Rp1 Juta

5 Microwave Low Watt yang Awet: Lebih Hemat Listrik, Harga di Bawah Rp1 Juta

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:24 WIB

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:19 WIB

×