Lelaki Harus Usaha Lebih Keras Agar Diperhatikan di Situs Online?

Esti Utami

Rabu, 10 Februari 2016 | 15:35 WIB
Lelaki Harus Usaha Lebih Keras Agar Diperhatikan di Situs Online?
Ilustrasi kencan online. (shutterstock)

Lunch Actually, biro jodoh premium terbesar di Asia Tenggara baru-baru ini merilis hasil Survei Kencan Tahunan 2016. Survei ini melibatkan 2,000 lajang di Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Thailand. Rasio responden terdiri dari 47 persen perempuan, 51 persen laki-laki.

Dalam surveinya Lunch Actually menanyakan tentang partner ideal mereka, kriteria kencan dan bagaimana mereka berkencan di era digital ini. Berikut beberapa hasilnya:

1. Banyak perempuan mengaku frustrasi dengan kencan online
Ketika ditanya ‘apakah anda pernah menghabiskan banyak waktu untuk chatting online dengan seseorang, tapi setelah itu sangat kecewa saat bertemu secara langsung, 60 persen perempuan
menjawab pernah. Bahkan, 84 persen di antara mereka juga merasa jika chemistry yang mereka rasakan sewaktu chatting online dengan seseorang, tidak mereka rasakan sewaktu mereka bertemu langsung. Sedangkan 37 persen perempuan menjawab jika mereka merasa pasangan online mereka ‘hampir selalu’ tidak menggambarkan diri mereka secara jujur.

2. Skenario terburuk perempuan berbeda dengan laki-laki
Sewaktu ditanya apa skenario terburuk saat bertemu dengan pasangan online secara langsung, kebanyakan pria (44 persen) menjawab “kalau mereka sama sekali tidak kelihatan seperti foto
profil mereka”. Sebaliknya, kebanyakan perempuan (38 persen) menjawab bahwa skenario terburuk untuk mereka adalah saat mereka sudah bisa merasa nyaman berkomunikasi lewat teks, tapi tidak merasakan itu saat bertemu langsung.

3. Laki-laki harus berupaya lebih keras agar diperhatikan.
Sebanyak 31 persen responden perempuan tidak perlu menunggu lama, mereka mendapat balasan setiap 1-4 pesan yang mereka kirim. Sedangkan, hanya 22 persen lelaki mendapatkan balasan setiap 1-4 pesan yang mereka kirim. Lebih ekstrim lagi, 11 persen di antara mereka hanya mendapatkan sedikit sekali balasan pesan, mereka harus mengirim pesan ke lebih dari 20 perempuan sebelum mendapatkan respon!

4. Lajang berumur lebih meminati kencan online
Cukup mengejutkan, channel yang paling populer untuk para lajang bertemu lajang lain di semua umur adalah kencan online. Pada perempuan semakin bertambahnya usia, semakin terbuka mereka untuk menggunakan kencan online, seperti dibuktikan oleh 80 persen perempuan di atas 45 tahun yang memilih cara ini. Tetapi, untuk para lajang berumur 20-30an, mereka lebih memilih untuk  menggunakan layanan kencan offline, menghadiri acara untuk lajang, dan meminta rekomendasi dari teman.

5. Seiring bertambahnya usia, seseorang lebih mudah mengritik pasangan kencannya.
Sebanyak 18 persen responden di umur 26-30 tahun memutuskan kalau mereka ingin kencan kedua, hanya beberapa menit di saat kencan pertama. Persentase ini semakin meningkat menjadi 24
persen untuk responden di umur 31-35 tahun, dan 26 persen di umur 36-40 tahun.
Lajang paling ‘kritis' adalah lelaki umur 41-45 tahun, 32 persen dari mereka hanya butuh beberapa menit di kencan pertama untuk memutuskan apa mereka tertarik untuk kencan kedua. Alasan paling umum untuk para lajang di Indonesia untuk menolak kencan kedua adalah kalau pasangan mereka 'kurang beretika'.





Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online

Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online

News | Senin, 27 April 2026 | 09:21 WIB

Kesepian di Era Digital: Apakah Adanya Pacar AI Jadi Solusi atau Justru Bencana?

Kesepian di Era Digital: Apakah Adanya Pacar AI Jadi Solusi atau Justru Bencana?

Your Say | Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:19 WIB

Ditangkap Polisi, Ini Tampang 4 Pelaku Pemerasan Modus Kencan Online di Jakarta Utara

Ditangkap Polisi, Ini Tampang 4 Pelaku Pemerasan Modus Kencan Online di Jakarta Utara

News | Rabu, 05 Maret 2025 | 15:09 WIB

Sindikat Penipuan Kencan Online Digaji Bos dari China: Leader Rp7 Juta, Operator Rp5 Juta

Sindikat Penipuan Kencan Online Digaji Bos dari China: Leader Rp7 Juta, Operator Rp5 Juta

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 16:02 WIB

Jomblo Makin Banyak, Bisnis Kencan Online Bisa Raup Keuntungan Rp 184 Triliun

Jomblo Makin Banyak, Bisnis Kencan Online Bisa Raup Keuntungan Rp 184 Triliun

Bisnis | Jum'at, 20 Desember 2024 | 07:40 WIB

Rentan Harapan Palsu, Mengapa Praktik Ghosting Marak di Aplikasi Kencan?

Rentan Harapan Palsu, Mengapa Praktik Ghosting Marak di Aplikasi Kencan?

Your Say | Kamis, 21 November 2024 | 13:43 WIB

Kehilangan Status Sebagai Pastur, Mantan Petinggi Gereja Gugat Aplikasi Kencan

Kehilangan Status Sebagai Pastur, Mantan Petinggi Gereja Gugat Aplikasi Kencan

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 03:30 WIB

Survei: Hampir Seperempat Pengguna Kencan Online Mengalami Penguntitan Digital

Survei: Hampir Seperempat Pengguna Kencan Online Mengalami Penguntitan Digital

Tekno | Kamis, 15 Februari 2024 | 08:14 WIB

3 Zodiak yang Pilih Jodoh Sesuai Pekerjaan di Aplikasi Kencan: Termasuk Leo?

3 Zodiak yang Pilih Jodoh Sesuai Pekerjaan di Aplikasi Kencan: Termasuk Leo?

Lifestyle | Rabu, 27 September 2023 | 21:50 WIB

6 Tips Mengatasi Masalah Susah Cari Jodoh di Aplikasi Kencan Online, Jangan Tiba-Tiba Batalkan Janji

6 Tips Mengatasi Masalah Susah Cari Jodoh di Aplikasi Kencan Online, Jangan Tiba-Tiba Batalkan Janji

Lifestyle | Minggu, 25 Juni 2023 | 16:25 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×