Bangga Menjadi Indonesia Bersama Komunitas "Perempuan Berkebaya"

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Sabtu, 13 Februari 2016 | 12:03 WIB
Bangga Menjadi Indonesia Bersama Komunitas "Perempuan Berkebaya"
Komunitas Perempuan Berkebaya. (suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Pada satu masa kebaya, menjadi bagian tak terpisahkan dengan keseharian perempuan di berbagai daerah di Indonesia. Kebaya menjadi busana sehari-hari perempuan Indonesia.

Lantas kebaya ditinggalkan, dan hanya dikenakan dalam acara-acara formal seperti prosesi pernikahan, wisuda atau upacara adat lainnya. Tapi, ternyata hal ini tak berlaku bagi sebuah komunitas pecinta kebaya yang menamakan diri mereka Perempuan Berkebaya.

Komunitas yang resmi berdiri awal tahun 2015 ini tak canggung berkebaya dan berkain di keseharian mereka. Seperti saat melakukan jalan santai di Kebun Raya Bogor beberapa waktu lalu. Mereka yang terdiri dari puluhan perempuan dewasa dan anak muda, mengenakan kebaya yang dipadukan dengan beragam wastra Nusantara.

Dan, kebaya dalam berbagai model --mulai dari kebaya encim, kutu baru, kebaya panjang, baju kurung, kebaya modern hingga kain-kain tradisional yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa-- tumpah ruah di jalanan Kota Bogor hari itu.

Komunitas Perempuan Berkebaya tak hanya terlihat unik di antara pengunjung Kebun Raya Bogor pagi itu, namun mereka juga terlihat indah bersama kebaya dan kain yang mereka kenakan. Busana yang penuh warna dan tabrak motif ini membuat mereka lebih percaya diri.

Anggota komunitas 'Perempuan Berkebaya' sedang berkumpul di Kebun Raya Bogor. (suara.com/Dinda Rachmawati)

Setelah mengikuti perempuan-perempuan berkebaya ini, saya berbincang dengan Sisie Macallo, penyelenggara 'Fun Walk with Perempuan Berkebaya.

Menurutnya, bertemu sesama anggota Perempuan Berkebaya telah dilakukan setiap bulan. Pertemuan ini merupakan wadah silaturahmi anggota komunitas yang bertujuan agar perempuan Indonesia lebih mencintai kebaya dan kain Nusantara.

Perempuan berkebaya terbentuk karena kecintaan Kristin Samah, Lia Nathalia, Tuti Marlina dan beberapa rekannya terhadap kebaya. Mereka tak ragu mengenakan busana tradisional perempuan Indonesia dalam keseharian, dan mulai mengganti semua isi lemari mereka dengan kebaya dan kain-kain Nusantara.

"Saat kita berkebaya ke mana saja, banyak yang tertarik. Temen-temen deket mulai ikutan mulai kirim-kirim foto mereka berkebaya di Facebook. Makin banyak yang nunjukin kecintaannya terhadap kebaya. Dari situlah kita berpikir, kenapa kita nggak buat wadah saja," ujar Lia Nathalia salah satu penggagas Komunitas Perempuan Berkebaya.

Nama Perempuan Berkebaya, lanjutnya diambil bukan tanpa alasan. Komunitas ini memilih kata perempuan dan bukan wanita. Perempuan, kata Lia adalah jenis kelamin yang secara bahasa diambil dari kata 'empu'. Ini berarti perempuan dihormati dan lebih ditinggikan dibandingkan kata wanita.

Selanjutnya, komunitas yang sama juga berdiri di beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bogor dan Bali. Visi mereka satu, yakni melestarikan budaya Indonesia melalui berkebaya dan berkain setiap harinya.

"Kami berpikir kenapa tidak setiap hari dipakai seperti zaman dulu. Rata-rata ketika kita berkebaya di Indonesia, kita diidentikan dengan orang Bali. Apalagi kalau di luar. Tidak  ada yang mengenal bahwa ini identitas bangsa," ujar dia lagi.

Para penggagas komunitas 'Perempuan Berkebaya'. (Dok. Lia Nathalia)

Tak hanya kebaya, Komunitas Perempuan Berkebaya juga mengupayakan agar seluruh kain nusantara, seperti batik, tenun, hingga songket untuk bisa dipakai setiap hari.

Hal ini, tambah dia, juga bisa sebagai upaya untuk menghidupkan industri kerajinan dalam negeri yang beberapa di antaranya sudah 'mati suri', sehingga perempuan Indonesia juga bisa mencintai produk dalam negeri.

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, kata Lia, tak hanya berkumpul, mereka pun selalu berusaha untuk berbagi ilmu tentang banyak hal. Tak hanya kebaya, acara kumpul-kumpul ini juga kadang membagi ilmu tentang seluk beluk kain dan motifnya, kesehatan perempuan, bedah buku dan segala hal yang berkaitan dengan kaum hawa.

"Perempuan yang baik dan cerdas akan menghasilkan bangsa yang baik. Jadi kita ingin saat kita berkumpul, kita semua punya ilmu baru," ungkapnya.

Anggota komunitas ini cukup beragam, mulai gadis belia umur belasan hingga perempuan dewasa. "Siapapun bisa ikut Komunitas Perempuan Berkebaya dengan bergabung di sosial media Facebook 'Perempuan Berkebaya'. Yuk kita berkebaya!" ajak Lia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Klub Corat-Coret, Ruang Menggambar Tanpa Tuntutan Harus Jago Berkarya

Klub Corat-Coret, Ruang Menggambar Tanpa Tuntutan Harus Jago Berkarya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar

Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Motul Dukung Movement Sunset Ride Dorong Ekonomi Kreatif di Tomohon

Motul Dukung Movement Sunset Ride Dorong Ekonomi Kreatif di Tomohon

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Belajar dari Story on Stage: Mengapa Menyediakan Ruang untuk Mendengarkan Itu Penting?

Belajar dari Story on Stage: Mengapa Menyediakan Ruang untuk Mendengarkan Itu Penting?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Sport | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20 WIB

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle

Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Melihat Langsung Dapur 'Stunt Fighting': Saat 1 Detik Bertarung Butuh Keringat Panjang

Melihat Langsung Dapur 'Stunt Fighting': Saat 1 Detik Bertarung Butuh Keringat Panjang

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

×