Salah Kaprah Soal Gerhana Matahari Total

Selasa, 08 Maret 2016 | 20:01 WIB
Salah Kaprah Soal Gerhana Matahari Total
Petugas menyiapkan alat untuk pengamatan gerhana matahari total di Planetarium dan Observatorium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/3). (suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Untuk menghindari dampak negatif dari menatap gerhana matahari secara langsung, sebagian masyarakat percaya bahwa menyaksikan fenomena alam ini melalui pantulan air relatif lebih aman.

Pandangan ini muncul setelah muncul traumatik masyarakat akibat pelarangan menyaksikan gerhana matahari total pada 1983 silam. Menanggapi hal ini, dokter spesialis mata, dr. Rumita Kadarisman, menegaskan bahwa cara ini juga harus dihindari, karena pantulan sinar matahari tetap berbahaya bagi mata.

"Meski di air, pantulan dari sinar matahari yang berlebihan tetap mengenai mata. Jadi sebaiknya jangan menjadikannya sebagai cara aman untuk melihat gerhana matahari total," ujar Rumita ketika dihubungi suara.com, Selasa (8/3/2016).

Selain menyaksikan pantulan GMT melalui air, cara lain yang harus dihindari adalah penggunaan klise film, klise X-ray, atau botol yang diisi pewarna.

"Semua cara ini tidak aman digunakan untuk melihat gerhana matahari karena tidak ada penyaring untuk sinar UV -nya," tegasnya.

Lalu bagaimana cara yang aman untuk menyaksikan gerhana matahari total yang terjadi pada esok hari?

Rumita mengatakan tidak ada pencegahan yang paling efektif selain menghindari menatap matahari secara langsung saat gerhana matahari total terjadi.

Apabila anda ingin tetap melihat gerhana, ia menyarankan untuk menggunakan kacamata khusus untuk gerhana yang dilengkapi dengan filter sinar ultraviolet (UV) dan infrared (IR) tertentu yang mengandung lapisan tipis aluminium, chromium atau perak.

"Begitu juga dengan teropong atau teleskop yang akan digunakan. Kalau ada filternya baru aman kalau tidak ada justru risikonya berbahaya. Kacamata tukang las dengan tingkat kegelapan nomor 14," imbuhnya.

Meskipun cukup aman, kaca mata dengan filter matahari ini juga sebaiknya tidak digunakan lebih dari dua menit berturut-turut, dan jangan melepasnya saat anda masih menghadap matahari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI