Sanksi Dicabut, Barang-barang Mewah Bakal Banjiri Iran

Esti Utami Suara.Com
Jum'at, 15 April 2016 | 08:35 WIB
Sanksi Dicabut, Barang-barang Mewah Bakal Banjiri Iran
Ibukota Iran, Teheran (shutterstock)

Italia menjadi negara Eropa pertama yang mengambil langkah-langkah guna membantu industri mode di Iran pascapencabutan sanksi Barat. Perwakilan kedua negara, Rabu (13/4/2016) waktu setempat  menandatangani perjanjian kerjasama yang dilakukan di sela kunjungan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dengan delegasi pemimpin bisnis.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Asosiasi Tekstil dan Mode Nasional Sistema Moda Italia (SMI), yang mewakili sebuah sektor dengan pendapatan senilai lebih dari 52 miliar euro, dengan timpalannya di Iran, Teheran Garment Union (TGU).

Kerjasama ini bertujuan untuk menghapus hambatan dan mempermudah perusahaan Italia untuk mendapatkan lisensi yang diperlukan untuk beroperasi di Iran. Sejumlah pengamat memperkirakan dari hampir 80 juta warga Republik Islam yang kaya minyak itu lebih dari 3 jutanya merupakan orang kaya yang menjadi konsumen barang mewah.

"Iran bisa menjadi perluasan pasar yang menarik, mungkin bernilai sekitar 2 persen dari pasar mewah global, setelah dikembangkan," kata pengamat Exane BNP Paribas Luca Solca.

Perusahaan-perusahaan Italia tampaknya telah mengadopsi sikap lebih proaktif dibandingkan pesaingnya di industri barang mewah, Prancis.

Pada Febuari, rumah mode yang berkantor pusat di Florence, Roberto Cavalli, membuka toko pertamanya di Iran, mengikuti jejak produsen barang-barang kulit Piquadro dan perusahaan kemeja pria Camicissima. Versace dijadwalkan membuka butik perdana di Teheran segera dengan menggandeng mitra lokal.

Beberapa produsen fesyen Prancis, termasuk Chanel, pemilik Gucci, dan LVMH, telah mengadopsi kebijakan "menunggu dan melihat" hingga perubahan di Iran menjadi lebih jelas.

Beberapa merek Prancis seperti tas Longchamp dan pembuat kristal Lalique, mencari mitra distribusi tetapi tidak memiliki rencana untuk membuka butik.

"Bagi kami Iran merupakan wilayah baru untuk ditaklukkan," kata Kepala Eksekutif dan pemegang saham pengendali Lalique, Silvio Denz, yang telah membuka pasar baru untuk perhiasan kristal itu beberapa dasawarsa terakhir.

Salah satu perusahaan Prancis besar pertama yang akan berinvestasi langsung di Iran adalah peritel kosmetik Sephora. menurut sumber yang dekat dengan LVMH, mereka tengah merundingkan untuk membuka dua sampai tiga toko di Teheran pada musim gugur, bermitra dengan perusahaan Iran dan distibutor barang-barang mewah Timur Tengah, Chalhoub. LVMH dan Chalhoub telah menolak berkomentar. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI