Katakan Tidak Pada Mengemis, Cara Beda Membantu Sesama

Esti Utami, Firsta Nodia

Minggu, 24 April 2016 | 09:15 WIB
Katakan Tidak Pada Mengemis, Cara Beda Membantu Sesama
Komunitas Ketimbang Ngemis Jakarta. (suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Ini kisah tentang Nenek Atjah yang telah berumur 85 tahun. Meski sudah berusia senja, nenek Atjah masih bekerja sebagai penjual jajanan seperti lontong dan gorengan. Nenek Atjah berdagang dari pukul 06.00 hingga dagangannya habis terjual.

Nenek Atjah tinggal di rumah kontrakan daerah Sukabumi bersama seorang putra dan tiga cucunya di rumah kontrakan berukuran 3 x 5 meter yang disewanya Rp1,5 juta setahun. Untuk mandi nenek Atjah masih harus membeli air pada tetangganya Rp500/ember untuk mandi, mencuci dan memasak.

"Putra beliau bekerja sebagai kuli sablon, tapi beliau tetap ingin berjualan karena ingin membantu putranya membiayai hidup keluarganya," ujar Yona, pendiri Komunitas Ketimbang Ngemis  saat berbincang dengan suara.com beberapa waktu lalu.

Untung yang didapat nenek Atjah tidak banyak. Yakni 500 rupiah untuk dua buah lontong yang terjual. Beda halnya dengan pengemis yang sekali mengadahkan tangan akan mendapatkan 1000 rupiah.

Inilah salah satu cerita inspiratif yang didapat dari hasil penelusuran Komunitas Ketimbang Ngemis Jakarta (KNJ). Kisah-kisah seperti inilah yang digunakan untuk mengetuk hati mereka yang membacanya.

"Cerita yang kami unggah di Instagram adalah benar dan tidak dibuat-buat. Tujuannya adalah menimbulkan kepekaan sosial di masyarakat Jakarta, karena sesungguhnya sosok mulia tersebut amat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita juga diingatkan untuk selalu bersyukur dengan kehidupan kita dan diharapkan bisa tergerak untuk membantu mereka," imbuh perempuan berusia 20 tahun ini.

Menurut Yona, kisah nenek Atjah merupakan cerita paling berkesan selama Ia membangun dan mengurusi Komunitas Ketimbang Ngemis ini.

Yona mengakui, mengemis merupakan cara mudah mendapatkan uang. Hanya bermodal muka memelas, pakaian compang camping, atau menggendong bayi para pengemis menggedor rasa kasihan pengguna jalanan. Dengan car amudah ini, tak sedikit pengemis yang mampu mengumpulkan uang hingga puluhan juta sebulan.

Salah satu 'klien' Komunita Ketimbang Ngemis. (suara.com/Firsta Nodia)

Tapi iming-iming gelimang harta di balik profesi pengemis ini ternyata tak membuat terpikat sejumlah orang, bahkan mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Dengan tubuh yang sudah renta, atau keahlian yang terbatas, mereka tetap bekerja keras demi mengumpulkan rupiah untuk menghidupi diri dan keluarga. Kegigihan sekelompok orang inilah yang menginspirasi Yona dan kawan-kawan untuk melahirkan komunitas bernama 'Ketimbang Ngemis'.

"Melalui komunitas ini, kami ingin mengapresiasi orang-orang tua dan penyandang disabilitas yang masih mau berusaha dengan bekerja atau berdagang dan menghindari meminta-minta," ujar Yona Luverina, inisiator Komunitas Ketimbang Ngemis Jakarta.

Melalui akun Instagram @Ketimbang.Ngemis.Jakarta dan media sosial lainnya, Yona dan anggota komunitas yang memiliki singkatan KNJ ini aktif menggalang donasi untuk diberikan pada sosok inspiratif yang memilih mendapatkan uang dengan cara halal ketimbang mengemis.

Bukan dengan menyodorkan nomor rekening di akunnya, KNJ memilih menarik simpati para dermawan berhati mulia dengan menceritakan sosok target penerima donasi lengkap dengan foto yang menyentuh.

Untuk membantu para sosok inspiratif ini menurut Yona sangatlah mudah. Selain bercerita mengenai sekelumit kisah perjuangan hidup sosok inspiratif, admin juga akan menyertakan lokasi dimana para pengikut akun instagram KNJ bisa membantu secara langsung, minimal membeli dagangan mereka meski sedang tidak benar-benar membutuhkannya.

"Dengan membeli dagangan mereka, memakai jasa mereka, mengajak ngobrol saat membeli, maupun mengunggah foto mereka adalah cara menunjukkan kepedulian sosial masyarakat di tengah kesibukan dan hedonisme masyarakat Ibukota. Dan dukungan seperti itu sebenarnya yang sangat tepat diberikan kepada mereka yang telah memilih untuk tidak mengemis," tambah Yona.

Selain membagikan kisah-kisah sosok inspiratif, Yona mengatakan bahwa Komunitas Ketimbang Ngemis juga menerima pemberian donasi dari para dermawan. Donasi yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada target dan disampaikan hasilnya secara transparan di akun media sosial KNJ.

"Kami juga memiliki berbagai kegiatan internal komunitas seperti meet up atau gathering anggota, pemberian donasi, pengumpulan donasi melalui garage sale, serta perekrutan anggota baru dan volunteer secara berkala," tambahnya lagi.

Didirikan sejak 18 Juni 2015, Komunitas Ketimbang Ngemis Jakarta kini telah memiliki anggota sebanyak 51 orang. Latar belakang anggota pun bermacam-macam, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, pengusaha hingga karyawan.

"Untuk merekatkan visi dan misi antar anggota, setiap bulannya kami memiliki agenda ruting untuk kopdar yang kami istilahkan sebagai 'gathering' setiap minggu pertama," imbuhnya.

Jika Anda terketuk untuk membantu para pejuang ini, Anda bisa mengunjungi akun media sosial mereka di Instagram, Facebook, Twitter maupun Youtube untuk membantu para sosok inspiratif ini.

Terakhir Yona berpesan, "Katakan tidak pada mengemis, dan belilah walau Anda tak begitu membutuhkan (dagangan) mereka."

Anggota Komunitas Ketimbang Ngemis sedang berkumpul. (suara.com/Firsta Nodia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Realita Komunitas Olahraga: Jaga Kebugaran, Cari Teman atau Demi Validasi?

Realita Komunitas Olahraga: Jaga Kebugaran, Cari Teman atau Demi Validasi?

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:55 WIB

Remime: Menjaga Pantomim Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Remime: Menjaga Pantomim Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 11:49 WIB

Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas

Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:09 WIB

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:05 WIB

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:28 WIB

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:19 WIB

Tak Sekadar Komunitas Wibu, Wibufest Bantu Penggemar Budaya Jepang Temukan Teman Sehobi

Tak Sekadar Komunitas Wibu, Wibufest Bantu Penggemar Budaya Jepang Temukan Teman Sehobi

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 15:45 WIB

Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin

Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin

Otomotif | Senin, 06 Juli 2026 | 13:23 WIB

Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik

Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik

Otomotif | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya

Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya

Bali | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?

Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:57 WIB

Cantik Saja Tak Cukup: Tren Baru Ini Bikin Rumah Makin Estetik Sekaligus Super Aman

Cantik Saja Tak Cukup: Tren Baru Ini Bikin Rumah Makin Estetik Sekaligus Super Aman

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Konsep Wellness Living Memikat Pasar, Sentul City Optimistis Tren Positif Hingga Akhir 2026

Konsep Wellness Living Memikat Pasar, Sentul City Optimistis Tren Positif Hingga Akhir 2026

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen

Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:50 WIB

Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak

Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak

Bogor | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:39 WIB

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!

Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus

Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:34 WIB

×