Jusupta Tarigan, Lelaki Batak yang Jatuh Hati pada Budaya Dayak

Esti Utami

Senin, 02 Mei 2016 | 08:05 WIB
Jusupta Tarigan, Lelaki Batak yang Jatuh Hati pada Budaya Dayak
Jusupta Tarigan bersama produk Borneo Chic. (suara.com)

Berawal dari meneliti kondisi hutan di Pulau Kalimantan, Jusupta Tarigan lalu jatuh cinta pada budaya masyarakat dayak, penduduk asli Kalimantan.

Tak heran, saat berbincang dengan suara.com di sela gelaran Inacraft 2016 pekan lalu, sarjana kehutanan lulusan Institut Pertanian Bogor ini tak hanya fasih berbicara soal tanaman di Kalimantan yang terancam punah, tapi juga tentang kebiasaan warga di sejumlah daerah di sana.

Dengan lancar, laki-laki berdarah Batak ini menceritakan hasil kerajinan masyarakat Dayak yang mendiami empat wilayah di pulau Borneo yang coba diangkat Borneo Chic untuk dikenalkan ke pasar dunia.

Sebagai Business Manager Borneo Chic, Jusupta memang bertanggung jawab untuk mengangkat berbagai kerajinan tradisional Dayak seperti anyaman anjat dan korit dari bahan rotan, tenun ikat Sintan serta tikar bemban atau ulap doyo menjadi produk mode yang berkelas.

Ini bukanlah tugas yang mudah, mengingat kerajinan-kerajinan itu merupakan maha karya dari para pengrajin tradisional Dayak yang  menyimpan filosofi tinggi. Sehingga saat mengembangkannya, Jusupta harus tetap dalam koridor, agar tak  merusak makna yang dikandungnya.

"Di masa lalu, ketrampilan menenun atau menganyam jadi ukuran untuk menilai perempuan. Dan untuk mendapatkan ketrampilan itu, bukanlah hal yang gampang," ujar laki-laki yang mengaku suka berpetualang ini.

Ia mencontohkan di sebagian daerah, ada ritual yang harus dijalani seorang perempuan untuk memulai maha karyanya. Untuk membuat sehelai kain tenun dengan pewarna alami misalnya, seorang pengrajin harus melewati 20 tahapan yang memakan waktu hingga berminggu-minggu lamanya. Bahkan, motif yang akan dibuatnya kadang hadir lewat mimpi yang dipercaya sebagai petunjuk dari para leluhur.

Pengrajin tenun Sintang mitra Borneo Chic. (suara.com/Firsta Nodia)

Seiring dengan perjalanan waktu, kerajinan ini mulai ditinggalkan dan bahkan terancam hilang. Selain akibat berkurangnya kawasan hutan akibat penebangan dan ekspansi kebun sawit, kondisi ini juga akibat dari minimnya apresiasi dan penghargaan atas seni budaya warga Dayak.

Melalui Borneo Chic, lanjut Jusup, masyarakat tak hanya diajak untuk melestarikan kerajinan tradisional, namun juga coba diyakinkan bahwa menjaga kelestarian hutan berarti menjaga sumber kehidupan mereka.

Bahu membahu bersama masyarakat setempat, empat lembaga swadaya sosial lantas mengolah kerajinan anjat (Dayak Benuak/Kutai Barat) dan korit (masyarakat Dayak Bisamu/Sanggau) yang berbahan rotan, serta bemban (kerajinan warga Dayak Bisamu  dan dayak Iban) yang berbahan rumput liar yang banyak di pinggiran danau sentarum serta tenun Sintang produksi Dayak Desa menjadi produk fesyen yang disukai pasar.

"Dengan menyadari bahwa hutan membawa hal positif bagi penghidupan mereka, maka mereka juga termotivasi untuk menjaganya," katanya sambil menambahkan, sebagian besar dari lebih dari 400 pengrajin yang dirangkul Borneo Chic adalah adalah perempuan yang tinggal di sekitar hutan Kalimantan.

Bapak dua anak ini mengisahkan kecintaannya pada budaya Dayak berawal saat ia masih duduk di bangku kuliah. Sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan, ia sering terlibat penelitian tentang hutan di Kalimantan.

Kecintaan ini makin mendalam, setelah ia bekerja sebagai staf penelitian di Center for International for Forest Research (CIFOR). Selama tujuh tahun ia menggeluti kehidupan masyarakat yang tingal di sekitar hutan di Kabupaten Kutai Barat dan Pasir, Kalimantan Timur.

"Dari sana saya lihat bagaimana warga kian tergusur, hutan tempat mereka mencari hidup terus ditebang sehingga warga kehilangan mata pencahariannya," ujarnya.

Berangkat dari keprihatinan ini Jusupta dan beberapa rekannya dari empat lembaga swadaya masyarakat yang melakukan pendampingan di sejumlah wilayah Kalimantan mendirikan Kalimantan Craft pada 2008.

Lima LSM itu adalah Non-Timber Forest Product- Exchange Programme for South and Southeast Asia (NTFP-EP), Riak Bumi, Yayasan Dian Tama, Koperasi Jasa Menenun Mandiri dan Yayasan Petak Danum.
Crafts Kalimantan bermaksud meningkatkan produk hutan non kayu, untuk menjaga kelestarian hutan Kalimantan sekaligus meningkatkan kesejahteraan setempat tanpa meninggalkan budaya dan tradisi mereka.

"Semua LSM yang tergabung dalam jaringan Craft Kalimantan ini coba juga menginisiasi untuk membuat produk yang tidak berbahan dasar kayu," terang laki-laki yang menghabiskan masa kecil di Binanga, Sumatera Utara ini.

Jusupta (paling kiri) bersama sejumlah warga Dayak yang menjadi mitranya. (suara.com/Firsta Nodia)

Pada awalnya, Crafts Kalimantan fokus pada produk-produk kerajinan tangan seperti anyaman rotan dan tenun. Kerajinan khas Kalimantan ini dikembangkan menjadi produk fesyen seperti tas, dompet, clutch dengan desain modern.

Namun, belakangan mereka juga mengembangkan madu dari Kalimantan untuk produk kecantikan. Dan kini mereka tengah mengembangkan produk busana dari tenun Sintang.

Lantas pada 2012, dengan bantuan seorang konsultan pemasaran Craft Kalimantan berganti nama menjadi Borneo Chic untuk memperluas jaringan di luar negeri.

"Namun, hingga kini kami belum melakukan ekspor langsung karena memang belum sanggup memproduksi secara massal. Inikarena produk kita benar-benar buatan tangan dan materialnya terbatas," ungkap Jusupta

Meski demikian, tak sedikit warga asing yang menjadi penggemar fanatik produk Borneo Chic. Bahkan tak jarang mereka memborong produk Borneo Chic untuk dijual kembali di negara mereka. Komunitas ekspatriat yang sangat menghargai produk-produk kerajinan tangan memang jadi konsumen utama Borneo Chic selain juga para diplomat yang menjadi 'duta' produk tradisional Indonesia.

"Harapan kami akan semakin banyak orang yang memahami produk-produk kita dengan cerita di baliknya, yakni tentang tradisi warga Dayak" ujarnya.




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cantiknya Selembar Kerancang Padang

Cantiknya Selembar Kerancang Padang

Lifestyle | Senin, 25 April 2016 | 07:50 WIB

Nadine Zamira Sjarief, Putri yang Mewakafkan Hidupnya Untuk Alam

Nadine Zamira Sjarief, Putri yang Mewakafkan Hidupnya Untuk Alam

Lifestyle | Kamis, 14 April 2016 | 09:14 WIB

Bambang Widjojanto, Memerangi Korupsi Sejak dari Keluarga

Bambang Widjojanto, Memerangi Korupsi Sejak dari Keluarga

Lifestyle | Kamis, 17 Maret 2016 | 14:17 WIB

Eksotiknya Tenun Munodo dari Siak

Eksotiknya Tenun Munodo dari Siak

Lifestyle | Senin, 14 Maret 2016 | 13:08 WIB

Terkini

Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!

Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:07 WIB

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:07 WIB

Seperti Apa Watak Weton Jumat Kliwon? Ini Sifat dan Keistimewaannya Menurut Primbon

Seperti Apa Watak Weton Jumat Kliwon? Ini Sifat dan Keistimewaannya Menurut Primbon

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:05 WIB

Bukan Sekadar Angka, Ini Arti Penting Masuknya BRI di Jajaran Elite Perbankan Dunia

Bukan Sekadar Angka, Ini Arti Penting Masuknya BRI di Jajaran Elite Perbankan Dunia

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:03 WIB

Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Keluarga Terdakwa Korupsi Tuntut Kesetaraan di Depan Hukum

Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Keluarga Terdakwa Korupsi Tuntut Kesetaraan di Depan Hukum

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:59 WIB

5 Sepatu Running Pria di Bawah Rp500 Ribu, Ada yang Cuma Rp100 Ribuan!

5 Sepatu Running Pria di Bawah Rp500 Ribu, Ada yang Cuma Rp100 Ribuan!

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:55 WIB

Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak Bisa Berujung Resistensi Publik

Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak Bisa Berujung Resistensi Publik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:48 WIB

Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi

Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:44 WIB

Review Ghost Buzzer: Horor Keluarga yang Nyaris Punah di Indonesia

Review Ghost Buzzer: Horor Keluarga yang Nyaris Punah di Indonesia

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:40 WIB

5 Tips Menata Pintu Utama Rumah Sesuai Feng Shui dan Meningkatkan Energi Positif

5 Tips Menata Pintu Utama Rumah Sesuai Feng Shui dan Meningkatkan Energi Positif

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:40 WIB

×