Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

Bella

Selasa, 08 September 2026 | 20:00 WIB
Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM
Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau meletus pada Sabtu (5/9/2026) dan abunya berdampak ke lima provinsi sekitarnya.
  • Pakar UGM menyatakan karakteristik letusan tetap stabil karena komposisi magma tidak berubah signifikan dibanding puluhan tahun terakhir.
  • Otoritas penerbangan menerapkan pengawasan ketat terhadap abu vulkanik demi memastikan keselamatan operasional jalur udara.

Suara.com - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian usai erupsi pada Sabtu (5/9/2026) lalu. Abu vulkanik bahkan sempat berdampak ke lima provinsi di sekitarnya.

Lantas, bagaimana potensi erupsi gunung di perairan Selat Sunda itu terulang lagi? Apakah akan lebih besar atau justru hanya kecil saja?

Pakar Vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko, menuturkan bahwa secara alami, pengisian magma ke dalam dapur magma terjadi secara terus-menerus hingga tekanannya mampu membobol batuan penutup di permukaan.

"Ketika tekanan di magma chamber itu lebih besar daripada tekanan yang menutupi, maka dia akan bisa erupsi," kata Agung kepada Suara.com, Selasa (8/9/2026).

Meskipun potensi tekanan terus meningkat, kepastian mengenai arah tren erupsi ke depan sepenuhnya bergantung pada data pemantauan real-time.

Agung menjelaskan bahwa publik sementara ini hanya dapat mengakses data umum seperti jumlah dan jenis kegempaan. Sementara, analisis mendalam terkait energi hingga potensi penurunan aktivitas berada di bawah otoritas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Namun, melihat rekam jejak selama 30 tahun terakhir, tingkat erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai relatif stabil dengan Indeks Eksplosivitas Vulkanik (VEI) berkisar antara skala 1 hingga 2.

Karakteristik ini dipengaruhi oleh komposisi kimia magma, khususnya kandungan silika (SiO2) yang saat ini berada di angka sekitar 55 persen. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan letusan katastropik pada 1883 silam.

Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, saat erupsi, Sabtu (5/9/2026).
Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, saat erupsi, Sabtu (5/9/2026).

Disampaikan Agung bahwa komposisi kimia magma gunung tersebut belum mengalami perubahan signifikan berdasarkan sampel sebelum erupsi terkini.

baca juga

"Dari analisis kami, komposisi magmanya relatif sama, relatif tetap. Sehingga kemudian itu tipe erupsinya juga sama," ujarnya.

Di sisi lain, sebaran abu vulkanik turut menjadi ancaman serius bagi operasional penerbangan. Mengingat, partikel sekecil apa pun berpotensi merusak mesin pesawat.

Oleh karena itu, kepastian bahwa ruang udara benar-benar bersih dari abu menjadi syarat mutlak sebelum otoritas penerbangan membuka kembali jalur udara.

Agung menggarisbawahi tingginya risiko keselamatan udara akibat dampak abu vulkanik. Jika kemudian bandara sudah mulai beroperasi kembali, maka seharusnya hal itu sudah diperhitungkan dengan matang.

"Keketatan meloloskan itu sangat tinggi saya kira. Ya jadi kalau mungkin pantauan hujan abunya kalau sudah memang sudah tidak ada lagi, baru mereka akan mengizinkan untuk penerbangan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:37 WIB

Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker

Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:30 WIB

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:15 WIB

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Gempa Hybrid Capai 100 Kali

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Gempa Hybrid Capai 100 Kali

Foto | Selasa, 08 September 2026 | 16:18 WIB

Aktivitas Penyeberangan Sebesi-Canti Normal, Pemerintah Imbau Warga Tak Termakan Hoaks

Aktivitas Penyeberangan Sebesi-Canti Normal, Pemerintah Imbau Warga Tak Termakan Hoaks

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:58 WIB

Bandara Lombok Dipadati Penumpang, Efek Penutupan Soetta

Bandara Lombok Dipadati Penumpang, Efek Penutupan Soetta

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:22 WIB

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 16:05 WIB

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:19 WIB

Usai Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Bandara Soetta dan Halim Kembali Beroperasi

Usai Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Bandara Soetta dan Halim Kembali Beroperasi

Video | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×