Yogyakarta Kembangkan Pariwisata Kreatif

Angelina Donna

Minggu, 08 Mei 2016 | 07:46 WIB
Yogyakarta Kembangkan Pariwisata Kreatif
Warga berebut gunungan saat acara Grebeg Besar Keraton Yogyakarta di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Kamis (24/9). (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Suara.com - Pemerintah Kota Yogyakarta mencoba melakukan berbagai upaya untuk terus mengembangkan industri pariwisata, salah satunya melalui komunitas kreatif yang ada di wilayah tersebut.

"Ada beberapa komunitas kreatif yang akan membantu pemerintah untuk mengembangkan pariwisata, salah satunya melalui promosi yang dilakukan komunitas ini," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso di Yogyakarta, Minggu (8/5/2016)

Menurut dia, salah satu promosi yang bisa dilakukan komunitas kreatif adalah dengan menyebarkan kegiatan atau berbagai potensi wisata yang ada di Kota Yogyakarta melalui media sosial dalam bentuk foto, video atau format lain.

"Misalnya saja, mereka menginformasikan mengenai kuliner unik di Kotagede, seperti Kipo. Ada foto makanan yang diunggah ke sosial media," katanya.

Eko menyebut, sosial media merupakan media promosi yang tidak bisa dikesampingkan pada saat ini karena sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

"Harapannya, akan semakin banyak warga yang ingin tahu dan akhirnya berkunjung ke Yogyakarta dan menggerakkan sektor-sektor lain dalam industri pariwisata," katanya.

Ia menambahkan, akan mewujudkam rencana itu dalam waktu dekat sehingga target kunjungan tiga juta wisatawan di Yogyakarta pada tahun ini bisa tercapai.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan rencana pengembangan industri pariwisata berbasis komunitas kreatif salah satunya Bank Indonesia.

"Semua potensi wisata yang ada di Kota Yogyakarta akan didata. Bukan hanya tujuan wisata, tetapi juga sektor lain yang mendukung pariwisata untuk kemudian dipromosikan," katanya.

Ia menambahkan, promosi tidak hanya dilakukan melalui media konvensional tetapi dikemas lebih menarik melalui lomba foto di sosial media, festival film lokal, atau media lain yang diharapkan lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta.

Ia berharap, kerja sama tersebut dapat menumbuhkan industri pariwisata di Kota Yogyakarta dan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi karena pariwisata masih menjadi lokomotif ekonomi di Yogyakarta. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sepeda Motor Tak Boleh Lagi Parkir di Sepanjang Malioboro

Sepeda Motor Tak Boleh Lagi Parkir di Sepanjang Malioboro

Lifestyle | Senin, 04 April 2016 | 04:30 WIB

Ke Yogyakarta, Jangan Lupa Mampir ke Lima Cagar Budaya Ini

Ke Yogyakarta, Jangan Lupa Mampir ke Lima Cagar Budaya Ini

Lifestyle | Minggu, 20 Maret 2016 | 08:50 WIB

Hotel Paling Besar Sumbang 'Kekayaan' Yogyakarta

Hotel Paling Besar Sumbang 'Kekayaan' Yogyakarta

Bisnis | Minggu, 06 Maret 2016 | 21:05 WIB

Keraton Yogyakarta Lantik 260 Abdi Dalem

Keraton Yogyakarta Lantik 260 Abdi Dalem

Lifestyle | Selasa, 09 Februari 2016 | 16:01 WIB

Paku Alam X Bersumpah Lanjutkan Leluhur Mataram

Paku Alam X Bersumpah Lanjutkan Leluhur Mataram

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 13:14 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×