Arsitek Diundang Ikuti Sayembara Desain Arsitektur Nusantara

Madinah

Minggu, 24 Juli 2016 | 18:01 WIB
Arsitek Diundang Ikuti Sayembara Desain Arsitektur Nusantara
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Puskompublik Kemenpar).

Suara.com - Anda seorang arsitek atau desainer rancang bangun homestay (pondok wisata)? Jika ya, Anda diungdang ikut serta dalam “Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2016”, untuk membangun homestay yang digelar BKRAF bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yang sudah diluncurkan di Jakarta Convention Centre (JCC), Jumat, 22 Juli 2016. 

”Kelak, pondok wisata itu akan dikelola masyarakat dan akan menjadi daya tarik tersendiri di destinasi wisata prioritas,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mengapa harus arsitektur Nusantara? Laki-laki asal Banyuwangi ini menjelaskan, seni dan budaya membangun rumah adat di Indonesia sangat beragam, karena ada ratusan suku, dengan ratusan model arsitektur pula. Tetapi kini, warisan budaya design itu makin tergusur oleh model-model minimalis yang menyerbu di hampir semua kota di Tanah Air, termasuk daerah-daerah yang diproyeksikan menjadi kawasan pariwisata.

Dia mencontohkan, atap rumah begonjong di Minang Kabau sudah mulai susah dicari di Bukittinggi, Sumatera Barat. Begitu pun arsitektur di daerah lain, seperti rumah adat Bolon Toba, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Pakpak, atau rumah Bolon Angkola. Rumah Bolon berbentuk persegi empat, mirip rumah panggung, tinggi dari tanah sekitar 1,75 meter (m), sehingga jika ada tamu harus menggunakan tangga dan menundukkan kepala, karena pintunya kecil dan pendek.

Indonesia juga memiliki rumah adat Toraja, ada Joglo dan Pendopo Limasan Jawa, ada Kudusan, Betawi, Sunda, Bali, dengan ornamen warna orange dan batu hitam ukir, Kalimantan memiliki rumah panggung, Sulawesi juga mempunyai rumah kayu panggung, karena menghindari serbuan binatang buas. Ornamen-ornamen dan desain itulah yang disayembarakan, demi mendapatkan model terbaik. 

Lebih lanjut, mantan Direktur Telkom ini juga menambahkan bahwa langkah melestarikan dan mengembangkan desain arsitektur Nusantara untuk pariwisata tidak hanya sebagai upaya menjaga kearifan budaya lokal Indonesia, tapi juga untuk melahirkan ikon-ikon desain bangunan dan infrastruktur lingkungan, yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

”Jadi, nantinya jika pondok wisata atau homestay itu sudah dibangun, maka akan dijual kepada masyarakat melalui sistem KPR (kredit pemilikan rumah) dengan suku bunga tetap, sebesar 5 persen dan uang muka 1 persen. Jatuhnya sangat murah, dan tidak akan ada yang lebih murah dari itu,” ujar laki-laki peraih Marketeer Of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Arief juga menambahkan, pondok wisata akan dibangun pihak pengembang bekerja sama dengan perbankan. Ditargetkan, 100.000 pondok wisata itu sudah terbangun pada 2019.

”Ini akan menjadi bisnis pariwisata untuk masyarakat. Tentunya, estetika desain dan kualitas homestay atau pondok wisata adalah faktor penting yang mempengaruhi wisatawan berkunjung ke Indonesia,” katanya.

Sejalan dengan program Kemenpar, yang ditargetkan  oleh Presiden Joko Widodo untuk meraih 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) sampai 2019, ide kreatif dari para arsitek di seluruh Indonesia dalam proyek pembangunan manapun sangat diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk wisata.

”Design diharapkan mampu mengikuti tuntutan modern, namun tidak meninggalkan keunikan dan kearifan lokal budaya setempat,”katanya.

Kemenpar sendiri akan memberi dukungan antara lain berupa mewujudkan pertumbuhan market share arsitektur menjadi 4 persen pada 2019, mendorong ditetapkannya ciri atau identitas arsitektur Nusantara, memfasilitasi hak kekayaan intelektual (HKI) secara online, dan mengajak pengusaha lokal (stakeholders) sebagai lokomotif pengembangan bisnis desain dan arsitektur Nusantara.

Pada malam Arsitektur Nusantara 2016, yang diselengarakan Propan Raya, produsen cat Indonesia, hadir antara lain, Menteri Perhubungan (Menhub), Ignatius Jonan dan Presiden Direktur Propan Raya, Hendra Adidarma.

Pada kesempatan itu, menhub juga memberikan penghargaan kepada tim pemenang utama sayembara desain bandara udara Nusantara 2015. Sayembara itu dimenangkan oleh PT Nataneka Asimateris, dengan ketua tim, Sukendro Sukendar Priyoso untuk Bandara Mali Alor, Nusa Tenggara Timur ( NTT). 

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpar: Pilih Orang Tepat dalam Organisasi

Menpar: Pilih Orang Tepat dalam Organisasi

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 14:00 WIB

Indonesia Kerja Sama Wisata dengan Selandia Baru

Indonesia Kerja Sama Wisata dengan Selandia Baru

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2016 | 16:31 WIB

Kemenpar-Kemenkumham Saling Koneksi Data Wisman

Kemenpar-Kemenkumham Saling Koneksi Data Wisman

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2016 | 15:31 WIB

Borneo Extravaganza Siap Hebohkan Batam

Borneo Extravaganza Siap Hebohkan Batam

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2016 | 13:22 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×