Ini Dampaknya Bila Anak Sering Dipukul Orangtua

Ririn Indriani

Sabtu, 03 September 2016 | 12:21 WIB
Ini Dampaknya Bila Anak Sering Dipukul Orangtua
Ilustrasi ibu memukul anak. (Shutterstock)

Suara.com - Memukul anak dianggap sebagian orangtua merupakan cara yang paling tepat untuk menghukum anak. Namun faktanya ternyata salah besar. Sebuah penelitian justru menunjukkan adanya efek negatif dari hukuman fisik pada anak-anak.

Studi yang dilakukan pada 2012 menyoroti banyak konsekuensi berbahaya dari memukul anak, dan dengan jelas mengidentifikasi bahwa hukuman fisik hanya memiliki satu hasil positif, yaitu kepatuhan langsung jangka pendek. Sedangkan, efek negatif yang dihasilkan terdiri dari kerugian neurologis, fisik, perilaku, kognitif, emosional, dan indikator pembangunan sosial.

Berikut beberapa efek negatif memukul anak seperti dikutip HelloSehat.com:

1. Anak jadi agresif
Memukul anak merupakan model hukuman agresi untuk anak. Menurut Lynn Namka, EdD., memukul anak menimbulkan lebih banyak agresi pada anak, bahkan meskipun pada awalnya hal itu dilakukan untuk menghentikan perilaku tersebut.

Anak-anak tidak selalu bisa memahami perbedaan antara agresi fisik yang tidak diperbolehkan (seperti memukul dan mendorong), dan agresi fisik yang mereka terima sebagai hukuman. Menurut American Academy of Pediatrics, hukuman fisik dapat menyebabkan peningkatan agresi untuk anak-anak di sekolah.

2. Anak lebih mungkin melakukan penganiayaan fisik
Remaja yang menerima hukuman fisik, akan tiga kali lipat lebih mungkin untuk menganiaya anaknya sendiri ketika dewasa, menurut Murray A. Straus, pemimpin survey “Corporal Punishment by American Parents” pada 1999. Penelitian oleh Straus menemukan bahwa hanya 7 persen remaja yang tidak pernah dipukul melakukan penganiayaan fisik ketika dewasa. Sedangkan sebanyak 24 persen remaja yang pernah dianiaya secara fisik sebelumnya melakukan penganiayaan fisik terhadap anak mereka.

Memukul akan mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang diperbolehkan, dan ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan memukul. Menurut Ask Dr Sears, anak-anak akan terus berpikir seperti itu hingga dewasa nanti, sehingga menyebabkan mereka untuk memukul anak atau pasangan mereka.

3. Gangguan perkembangan kognitif
Memukul anak memiliki dampak negatif pada perkembangan kognitif. Sebuah studi pada 1998 oleh Murray A. Straus dan Mallie J. Paschall, yang berjudul “Corporal Punishment by Mothers and Child’s Cognitive Development,” mengungkapkan bahwa anak-anak yang dipukul kurang mampu untuk bersaing dengan tingkat perkembangan kognitif yang diharapkan sesuai usia mereka.

Hal ini bahkan dapat menurunkan IQ mereka, catat Psychology Today. Memukul anak dapat mengurangi gray matter (jaringan penghubung abu-abu pada otak), yang merupakan bagian penting untuk kemampuan belajar anak.

4. Gangguan perkembangan emosional
Anak-anak yang secara fisik dihukum dapat terganggu secara emosional. Anak-anak yang secara fisik atau verbal dilecehkan lebih mungkin untuk menunjukkan gangguan psikologis, menurut Ask Dr Sears. Selain itu,  U.S. Department of Health and Human Service menyatakan bahwa, memukul anak dianggap sebagai pelecehan fisik dan dapat membuat anak menjadi rendah diri, mengalami kerusakan otak, gangguan perhatian, dan juga penyalahgunaan zat.

Hal ini dapat menyebabkan kurangnya keterampilan sosial, kecemasan, dan depresi ketika anak-anak telah dewasa tanpa memandang status sosial ekonomi atau sejarah keluarga.

Stop mendisiplinkan anak dengan cara memukul!
Mendisiplinkan anak dengan memukul anak telah melampaui bentuk yang sebenarnya dari hukuman itu sendiri. Hal itu juga menjelaskan sistem di mana anak-anak tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam disiplin mereka sendiri.

Anak-anak harus memahami apa kesalahannya dan bagaimana mereka dapat menebus kesalahan.

Pada anak usia dini, otak berkembang lebih cepat daripada organ lain dalam tubuh. Hal ini membuat usia dini merupakan periode yang sangat sensitif dan sangat penting dalam perkembangan otak.

Tekanan yang disebabkan oleh rasa sakit dan ketakutan akan dipukul dapat mempengaruhi perkembangan dan fungsi otak anak, menghambat pertumbuhan alami otak, dan mengakibatkan kelainan seumur hidup dan permanen pada otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Terlambat Pubertas? Kenali Lima Fakta Ini

Anak Terlambat Pubertas? Kenali Lima Fakta Ini

Lifestyle | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 06:28 WIB

Risiko Ini Mengintai Anak yang Malas Bergerak

Risiko Ini Mengintai Anak yang Malas Bergerak

Health | Kamis, 25 Agustus 2016 | 15:36 WIB

Risiko yang Mengintai di Balik Lucunya Balita Gemuk

Risiko yang Mengintai di Balik Lucunya Balita Gemuk

Health | Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:30 WIB

Terkini

Lepas Label Komedian, Benidictus Siregar Bertaruh Emosi di Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Lepas Label Komedian, Benidictus Siregar Bertaruh Emosi di Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Entertainment | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:34 WIB

DPR Desak Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan Atasi Karhutla: Rakyat Sudah Sesak Napas

DPR Desak Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan Atasi Karhutla: Rakyat Sudah Sesak Napas

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Lulur Pengantin Naik Kelas, Perpaduan Glutathione dan Hya untuk Kulit Tubuh yang Terawat

Lulur Pengantin Naik Kelas, Perpaduan Glutathione dan Hya untuk Kulit Tubuh yang Terawat

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:30 WIB

4 Retinol Toner Pad Terbaik untuk Atasi Garis Halus dan Kencangkan Kulit

4 Retinol Toner Pad Terbaik untuk Atasi Garis Halus dan Kencangkan Kulit

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Terbukti Berbuat Tercela, AKBP Roby Heri Saputra Kini Jadi Perwira Tanpa Jabatan

Terbukti Berbuat Tercela, AKBP Roby Heri Saputra Kini Jadi Perwira Tanpa Jabatan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Lagu 'Tutur Batin': Pelukan Hangat untuk yang Ingin Bangkit dari Kegagalan

Lagu 'Tutur Batin': Pelukan Hangat untuk yang Ingin Bangkit dari Kegagalan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Viva White Moisturizer Yogurt Cocok untuk Kulit Berminyak? Simak Review Pengguna

Viva White Moisturizer Yogurt Cocok untuk Kulit Berminyak? Simak Review Pengguna

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel

Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Warga Bantargebang Keluhkan Bantuan Air BPBD: Dua Tangki Kurang, Butuhnya 10!

Warga Bantargebang Keluhkan Bantuan Air BPBD: Dua Tangki Kurang, Butuhnya 10!

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pertamina dan Transjakarta Jajaki Bus Hidrogen untuk Wujudkan Transportasi Rendah Karbon

Pertamina dan Transjakarta Jajaki Bus Hidrogen untuk Wujudkan Transportasi Rendah Karbon

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:12 WIB

×