Cara Memasak Ini Bisa Pangkas Kalori dalam Nasi hingga 50 Persen

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 20 September 2016 | 07:30 WIB
Cara Memasak Ini Bisa Pangkas Kalori dalam Nasi hingga 50 Persen
Semangkuk nasi. [shutterstock]

Suara.com - Di Indonesia, nasi begitu akrab bagi semua masyarakat. Bukan hanya karena mudah dan cukup terjangkau untuk didapatkan, makanan sumber karbohidrat ini juga sangat cocok untuk dipasangan dengan berbagai macam lauk pauk, seperti rendang, sup, hingga soto.

Namun saat ini, banyak orang semakin sadar akan dampak buruk nasi yang dikonsumsi, khususnya pada nasi putih. Karena setelah dimakan, pati dalam nasi putih bisa berubah menjadi gula dan akhirnya memberikan kontribusi untuk lemak tubuh.

Tapi bagaimana jika Anda tahu bahwa ternyata ada teknik memasak yang dapat mengurangi nilai kalori nasi putih hingga 50 persen?

Peneliti di Sri Lanka, Sudhari James bersama mentornya, telah menemukan cara baru untuk memasak nasi, yang bukan hanya akan membuatnya rendah kalori, tetapi juga menawarkan manfaat tambahan. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan.

Pertama, rebus air dalam panci. Sebelum memasukkan beras yang sudah dicuci bersih, tambahkan minyak kelapa terlebih dahulu. Perlu diingat, bahwa jumlah minyak kelapa harus 3 persen dari beras yang ingin Anda masak.

Misalnya, untuk setengah cangkir beras tambahkan satu sendok teh minyak kelapa. Lalu masukan beras hingga matang. Setelah selesai dimasak dinginkan nasi di kulkas selama hampir 12 jam sebelum Anda makan.

Panas nasi ke dalam microwave saat Anda ingin memakannya.Namun, bagaimana ini bisa bekerja dengan mengurangi jumlah kalori pada nasi?

Sebenarnya, ada logika sederhana yang menjelaskan bahwa tidak semua pati dalam nasi berubah menjadi glukosa. Ada pati yang lebih cepat dicerna tubuh yang menyebabkannya berubah menjadi glukosa dan kemudian menjadi glikogen.

Glikogen inilah yang bisa menjadi masalah dalam tubuh jika disimpan lebih lama. Untuk menyingkirkannya kita perlu membakar energi yang cukup.

Namun, adapula pati resisten yang diproses dengan durasi lebih lama di dalam tubuh. Mereka tidak bisa berubah menjadi glukosa atau glikogen karena tubuh kekurangan fungsi untuk mencerna mereka. Jadi, pati resistenlah yang membuat kalori dalam nasi putih lebih sedikit.

Singkatnya, cara memasak ini bisa membuat pati resisten semakin kurang dicerna oleh tubuh.

Jadi, cobalah untuk menyeimbangkan beras dengan minyak kelapa sebelum memasak nasi. Minyak menyebabkan perubahan arsitektur pati dalam beras dan mendinginkannya selama 12 jam di kulkas bisa membantu meningkatkan konversi pati. Tertarik mencobanya? (Times of India)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Khasiat Ajaib Nasi Sisa, Jangan Dibuang!

Khasiat Ajaib Nasi Sisa, Jangan Dibuang!

Health | Rabu, 14 September 2016 | 10:53 WIB

Pakar: Ubi Ungu Bisa Dijadikan Pengganti Beras

Pakar: Ubi Ungu Bisa Dijadikan Pengganti Beras

Lifestyle | Senin, 05 September 2016 | 13:39 WIB

Ini yang Jadi Penyebab Nasi Putih Kurang Baik bagi Tubuh

Ini yang Jadi Penyebab Nasi Putih Kurang Baik bagi Tubuh

Lifestyle | Jum'at, 02 September 2016 | 15:00 WIB

Terkini

Beda Cushion Luxcrime Hijau dan Ungu: Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna

Beda Cushion Luxcrime Hijau dan Ungu: Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:49 WIB

Parfum Aroma Spicy Seperti Apa? Ini Pilihan Scent Terbaik saat Cuaca Dingin

Parfum Aroma Spicy Seperti Apa? Ini Pilihan Scent Terbaik saat Cuaca Dingin

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:43 WIB

Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini 5 Hak Istimewa Beli Rumah Subsidi yang Bisa Didapat

Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini 5 Hak Istimewa Beli Rumah Subsidi yang Bisa Didapat

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:39 WIB

Bioplastik Digadang Jadi Pengganti Plastik Konvensional: Benarkah Bisa Terurai Lebih Cepat?

Bioplastik Digadang Jadi Pengganti Plastik Konvensional: Benarkah Bisa Terurai Lebih Cepat?

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:30 WIB

Lipstik Viva Apakah Tahan Lama? Ini Varian, Harga, dan Ulasan Jujur Pengguna

Lipstik Viva Apakah Tahan Lama? Ini Varian, Harga, dan Ulasan Jujur Pengguna

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:20 WIB

3 Zodiak Paling Hobi Overthinking, Sering Kepikiran Hal Sepele

3 Zodiak Paling Hobi Overthinking, Sering Kepikiran Hal Sepele

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:10 WIB

5 Pelembap Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review Jujur Pengguna

5 Pelembap Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review Jujur Pengguna

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:07 WIB

5 Warna Cat Kamar Terbaik Menurut Psikologi, Bikin Pikiran Lebih Tenang

5 Warna Cat Kamar Terbaik Menurut Psikologi, Bikin Pikiran Lebih Tenang

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:10 WIB

Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta

Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:00 WIB

Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga

Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:44 WIB