Ini yang Jadi Penyebab Nasi Putih Kurang Baik bagi Tubuh

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Jum'at, 02 September 2016 | 15:00 WIB
Ini yang Jadi Penyebab Nasi Putih Kurang Baik bagi Tubuh
Ilustrasi makan nasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kita semua tentu sudah mengetahui mengonsumsi nasi merah, lebih sehat daripada nasi putih. Tapi, jika sudah bicara tentang sushi, nampaknya sulit untuk dihindari. Bahkan, kita rela merusak diet sehat yang telah dijalani, demi segulung nasi putih yang sangat menggoda ini.

Tapi, apakah ini benar-benar baik? Bagaimana dampaknya pada kesehatan? Jessica Crandall, R.D.N, salah satu juru bicara di Akademi Nutrisi dan Diet mengatakan, saat beras mengalami penggilingan dan diproses menjadi beras putih, sekam, dedak hingga bibit yang ada di dalamnya, dikeluarkan dari padi.

Saat proses ini terjadi, sebagian besar serat, yang terbukti sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan menjaga berat badan, ikut hilang terbuang. Dan, lanjut dia, yang tersisa hanyalah kuman dari padi, di mana tempat sebagian besar karbohidrat sederhana berada. Itu sebabnya makan nasi putih dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari diabetes tipe 2 dan gula darah yang tinggi.

Sedangkan pada nasi merah, dedak yang terdapat di dalamnya tidak dihilangkan. Ini yang membuatnya memiliki kandungan serat lebih tinggi, di mana perbandingannya adalah 3,5 gram cangkir nasi merah, sama dengan 0,6 gram dalam jumlah yang sama pada nasi putih.

Tapi, meski begitu, ternyata kandungan gula per cangkir dari nasi merah lebih tinggi dari nasi putih, yakni nasi merah mengandung 0,7 gram per cangkir, dan nasi putih hanya 0,1 gram per cangkir.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya pada nasi putih setelah Anda makanlah yang menjadi masalah. Karena Crandall menjelaskan, kandungan serat yang lebih tinggi dari beras merah membuatnya lebih baik, karena serat membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna dan mengkonversi ke gula.

"Karbohidrat kompleks seperti serat lebih sulit untuk memecah menjadi glukosa. Sementara nasi putih Anda yang mungkin secara teknis tidak berisi banyak gula, tapi karena memiliki kandungan serat yang kurang, juatru serat dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang bisa meningkatkan risiko untuk kenaikan berat badan atau diabetes. Ini tidak terjadi dengan beras merah," jelas dia.

Jika Anda memiliki keyakinan bahwa diri Anda sudah cukup sehat, rajin olahraga secara teratur, makan makanan yang sehat, mungkin tidak akan masalah mengonsumsi nasi putih.

"Kalau Anda sehat, tidak memiliki diabetes dan tidak sedang mencoba untuk menurunkan berat badan, mungkin akan baik-baik saja untuk makan nasi putih. Apalagi jika ditambah dengan diet yang sehat dan seimbang, serta gaya hidup aktif, karena serat dapat diperoleh melalui makanan yang berbeda selain dari beras merah," katanya .

Jika Anda ingin mengimbangi nasi putih yang Anda konsumsi, Crandall menyarankan untuk melengkapinya dengan sayuran dan protein tanpa lemak. Mungkin Anda bisa memilih tuna atau salmon dan menghindari gorengan. (Womenshealthmag)



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Manfaat Makan Kacang Merah Selama Kehamilan

Lima Manfaat Makan Kacang Merah Selama Kehamilan

Health | Kamis, 01 September 2016 | 14:24 WIB

Benarkah Jeroan Makanan Tak Sehat?

Benarkah Jeroan Makanan Tak Sehat?

Health | Kamis, 01 September 2016 | 10:31 WIB

Ini Sumber Zat Besi yang Harus Dikonsumsi Ibu Hamil

Ini Sumber Zat Besi yang Harus Dikonsumsi Ibu Hamil

Health | Rabu, 31 Agustus 2016 | 08:26 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×