Destinasi Wisata Halal, Aceh Harus Gunakan Standar Global

Yazir Farouk

Selasa, 20 September 2016 | 17:03 WIB
Destinasi Wisata Halal, Aceh Harus Gunakan Standar Global
Halal [shutterstock]

Suara.com - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, standar global mutlak diterapkan jika ingin bersaing dalam pariwisata global. Hal itu diungkapkan Aief dalam Rakor Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam (NAD) di Hotel Hermes, Banda Aceh, Senin (19/6/2016).

"Jika ingin menjadi pemain dunia, gunakan standar global," kata Arief.

Standar global sudah dibuat secara umum oleh Global Moslem Travel Index (GMTI). Kemenpar sendiri selalu mengkalibrasinya dengan standar World Tour and Travel Index (WTTI), yang dibuat World Economic Forum (WEF) dengan 14 pilar.

"Dengan standar global, kita bisa membandingkan posisi kita di antara negara-negara rival, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Turki, UAE (Uni Emirat Arab), yang sukses dengan destinasi halalnya. Kelemahan dan kelebihan kita ada di mana? Kita bisa menentukan dengan cepat titik mana yang harus segera disentuh, sehingga bisa memenangkan pertarungan," ujarnya yang menyebut bahwa saat ini, Indonesia masih terbawah di antara negara-negara tersebut.

Aceh Harus Urus Sertifikasi Halal

Arief menambahkan, salah satu kelemahan dan mungkin sekaligus kelebihan Aceh adalah halal itu sendiri. Semua makanannya sudah dijamin halal, prosesnya halal, tempat dan fasilitasnya sudah otomatis halal, sehingga para stakeholder pariwisata di Aceh merasa tak perlu lagi mengurus sertifikat halal.

"Ini yang salah kaprah! Meskipun sudah jelas-jelas halal, tetap dibutuhkan sertifikat halal, yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakui secara global," katanya.

Adapun yang disertifikasi, lanjut Arief, bukan hanya makanan dan minuman saja, tapi "Moslem friendly amenities" seperti hotel, restoran, kafe, dan semua yang terkait dengan wisman. Aceh telah memiliki wisata alam (bahari, gunung, danau), wisata budaya (heritage, kuliner, seni dan budaya), dan wisata man made (atraksi). Akses dan amenitas (fasilitas penunjang) masih harus dikembangkan lagi.

Cara paling mudah dan cepat untuk memenangkan persaingan adalah benchmarking, yang menggunakan standar global. "Quick win-nya, Aceh harus bisa memenangkan persaingan itu. Aceh harus bisa merebut penghargaan sebagai The World’s Best Halal Cultural Destination 2016, yang tahun lalu berhasil dimenangkan Lombok," kata Arief.

Adapun tujuan paling fundamental dari pemenangan award internasional, menurut Arief ada dua. Pertama, calibration, untuk menyesuaikan kualitas layanan yang dimiliki dengan standar dunia.

Kedua, confidence. Award itu akan menaikkan tingkat percaya diri menyandang status juara dunia wisata halal. Ketiga, menaikkan credibility atau kepercayaan publik akan reputasi Aceh sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan darimanapun.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar, Riyanto Sofyan, menyebut ada tiga level untuk merebut quick win. Pertama, global leadership, yang meliputi pemenangan penghargaan internasional, peningkatan peringkat GMTI, lobi dan komunikasi antar sesama stakeholder, dan terlibat dalam event internasional.

Kedua adalah pemasaran dan promosi. Tujuannya, kata dia untuk mengintegrasikan kampanye wisata halal Indonesia, baik ke dalam maupun luar negeri secara agresif, terutama target pasar utama. Pasar wisata halal antara lain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Malaysia, Singapura, Tiongkok, India, Rusia, Jerman, Prancis, dan Inggris.

"Lalu menjalankan strategi promosi pemasaran dengan DOT (destination, origination, timeline), strategi promosi dengan BAS (branding, advertising, selling) dan strategi media dengan POSE (paid media, own media, social media, endorser media)," kata Riyanto.

Level ketiga adalah pengembangan destinasi, sumber saya manusia (SDM) dan kelembagaan, dengan melakukan penguatan daya saing atraksi, produk dan pelayanan. Kemudian melakukan penguatan atraksi, aksesibilitas dan amenitas (3A), peningkatan kapasitas SDM, pembuatan pedoman wisata halal, dan membuat Sertifikasi Halal Industri Pariwisata.

Di ujung presentasi, Arief meminta Riyanto untuk berdiri.

"Khusus untuk program Aceh menuju The World’s Best Halal Cultural Destination 2016, saya serahkan ke Pak Riyanto. Beliau adalah Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar. Sedangkan untuk menjadikan Sabang The World’s Best Marine Tourism Destination, saya serahkan kepada Pak Indroyono Soesilo, yang hari ini juga mengadakan rakor Wisata Bahari di Sabang. Beliau adalah Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Destinasi Halal Jadi "Core Business" Aceh

Destinasi Halal Jadi "Core Business" Aceh

Lifestyle | Selasa, 20 September 2016 | 13:56 WIB

Wayang Ajen Buka Festival Pasar Terapung Kalsel

Wayang Ajen Buka Festival Pasar Terapung Kalsel

Lifestyle | Senin, 19 September 2016 | 16:03 WIB

Warga Singapura-Malaysia Takjub Lihat Sunset Jimbaran

Warga Singapura-Malaysia Takjub Lihat Sunset Jimbaran

Lifestyle | Senin, 19 September 2016 | 13:22 WIB

NTT Juara Umum "Pesona Indonesia 2016"

NTT Juara Umum "Pesona Indonesia 2016"

Lifestyle | Minggu, 18 September 2016 | 17:01 WIB

Gaet Turis Vietnam, "Wonderful Indonesia" Gebrak Ho Chi Minh

Gaet Turis Vietnam, "Wonderful Indonesia" Gebrak Ho Chi Minh

Lifestyle | Jum'at, 16 September 2016 | 16:03 WIB

Komunitas 1000SBIT Promosikan Wisata Indonesia

Komunitas 1000SBIT Promosikan Wisata Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 16 September 2016 | 14:06 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×