Icip-icip Makanan dengan Layanan Bahasa Isyarat

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 28 Oktober 2016 | 13:11 WIB
Icip-icip Makanan dengan Layanan Bahasa Isyarat
Deaf Cafe Fingertalk selain di Pamulang, ada juga di kawasan Cinere, Depok. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Kafe bernama 'Deaf Cafe Fingertalk' ini sedang menjadi buah bibir di media sosial. Pengalaman yang unik saat menikmati beragam sajian kuliner di kafe ini menjadi alasannya.

Bagaimana tidak, di sini Anda akan dilayani oleh pramusaji yang memiliki keterbatasan berbicara dan mendengar atau lebih dikenal dengan sebutan tunarungu.

Sesuai namanya, 'finger' yang berarti jari dan 'talk' yang bermakna bicara, pramusaji nantinya akan menyapa pengunjung dengan gerakan jari tangannya alias menggunakan bahasa isyarat.

Tapi jangan buru-buru mengernyitkan dahi, karena Anda tak menguasai kemampuan bahasa tersebut. Sebuah kertas penunjuk bahasa isyarat dengan beberapa sapaan sederhana akan membantu Anda berkomunikasi dengan para pramusaji.

Deaf Cafe Fingertalk. (Suara.com/Firsta Nodia)

Menariknya, Anda bisa sekaligus mempelajari bagaimana menyampaikan gerak-gerik bahasa tubuh untuk memesan makanan dan mengucapkan terima kasih, karena kertas panduan Belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) ini dilengkapi dengan gambar.

Namun jika Anda merasa masih terlalu kaku untuk mempraktikkannya, pramusaji akan memberikan selembar kertas agar Anda bisa menuliskan pesanan. Pramusaji nantinya akan memastikan isi pesanan Anda dengan bahasa tubuh dan gerakan bibir.

Pramusaji Difabel Cekatan
Kafe yang mengusung konsep seperti ini terbilang jarang di Indonesia. Kaum difabel seperti tunarungu masih diragukan kemampuannya untuk bekerja di bidang jasa restoran.

Tapi apa yang dilakukan perempuan bernama Dissa Syakina Ahdanisa untuk menggebrak anggapan ini benar-benar berhasil. Pramusaji yang dipekerjakan di kafe miliknya ternyata sama cekatannya dengan pekerja non difabel.

Sayangnya kala itu, kami tak berkesempatan bertemu dengan sang pemilik, karena terbentur jadwalnya yang padat. Ali sang manajer kafe menceritakan, pendirian Deaf Cafe Fingertalk terinspirasi dari sebuah kafe di Nikaragua, Amerika Serikat yang memperkerjakan karyawan tunarungu.

Hingga akhirnya pada Mei 2015, perempuan berusia 26 tahun itu berhasil mewujudkan impiannya untuk membuat kafe serupa dengan De Las Sonrisas di Indonesia, tepatnya di Jalan Pinang No. 37 Pamulang Timur, Tangerang Selatan.

Interior Deaf Cafe Fingertalk. (Suara.com/Firsta Nodia)

Kini Deaf Cafe Fingertalk telah memiliki cabang baru di kawasan Cinere, Depok. Saya pun berkesempatan untuk mengunjungi kedua outlet tersebut.

Deaf Cafe Fingertalk yang saya kunjungi pertama adalah cabang Pamulang. Lokasinya memang agak tersembunyi. Namun papan penunjuk jalan akan mengantarkan Anda menemukan kafe yang didominasi cat berwarna kuning ini.

Tak seriuh kafe pada umumnya, Anda akan benar-benar mendapatkan suasana tenang nan 'homey' saat berada di Deaf Cafe Fingertalk Pamulang. Petunjuk bisindo (bahasa isyarat Indonesia) menjadi hiasan di beberapa sisi dinding.

Harga Menu Cukup Terjangkau
Ada banyak spot yang bisa Anda pilih untuk menyantap makanan Anda di sini. Menu kuliner yang disajikan pun bermacam-macam, mulai dari tuna lemon sauce, chicken garlic sauce, nasi goreng dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk minumannya, Anda bisa memesan teh tarik, lemon tea, caramel macchiato, ice tea, cappuccino, dan lainnya. Harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 5-35 ribu.

Berbeda dengan cabang Pamulang yang lebih mengusung konsep vintage, Deaf Cafe Fingertalk cabang Cinere Depok tampil dengan desain yang lebih minimalis. Anda akan menjumpai spot dudukan sofa layaknya berada di ruang tamu, sudut lesehan yang lebih santai, atau deretan kursi dan meja layaknya berada di ruang makan.

Menu kuliner yang ditawarkan pun lebih variatif, mulai dari makanan utama, camilan, hingga minuman bubble milk tea yang sedang digandrungi. Saya memesan Kwetiau Kungfu, French Fries and Cheese, Blended Ice Chocolate, dan Taro Milk Shake, yang menjadi favorit pengunjung saat berada di kafe ini.

Deaf Cafe Fingertalk. (Suara.com/Firsta Nodia)

Sesuai namanya Kwetiau Kungfu berisi mie berukuran lebar atau kwetiau dengan campuran ayam dan panganan laut seperti udang, cumi, dan sayuran. Kuahnya begitu kental sehingga Anda harus cepat-cepat menghabiskannya. Uniknya, menu ini disajikan dalam sebuah wajan penggorengan dengan porsi yang cukup besar.

Sedangkan French Fries and Cheese merupakan camilan kentang goreng dengan taburan keju diatasnya. Akan lebih nikmat jika Anda melahapnya dengan segelas ice chocolate atau taro milk shake yang begitu segar.

Harga yang ditawarkan untuk setiap menu di sini tergolong murah dan tak membuat kantong Anda jebol. Selamat mencoba!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kuliner Budae Jigae Terinspirasi dari Perang Korea

Kuliner Budae Jigae Terinspirasi dari Perang Korea

Lifestyle | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 13:26 WIB

Empat Bakso Ini Lagi 'Nge-hits' di Tebet

Empat Bakso Ini Lagi 'Nge-hits' di Tebet

Lifestyle | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 19:45 WIB

The World's Best Restaurants 2017 Bakal Digelar di Australia

The World's Best Restaurants 2017 Bakal Digelar di Australia

Lifestyle | Selasa, 18 Oktober 2016 | 20:41 WIB

Terkini

Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara

Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara

Sumbar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Media Vietnam Beri Julukan Pedas untuk Nadeo Argawinata Usai Timnas Indonesia Dibantai 0-3

Media Vietnam Beri Julukan Pedas untuk Nadeo Argawinata Usai Timnas Indonesia Dibantai 0-3

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Bocoran Redmi 17 5G Terungkap: Snapdragon 4 Gen 5 & Android 16 Siap Guncang Pasar HP Midrange

Bocoran Redmi 17 5G Terungkap: Snapdragon 4 Gen 5 & Android 16 Siap Guncang Pasar HP Midrange

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Kinerja BRI Kian Solid Berkat Danantara, Setoran Pajak Meroket

Kinerja BRI Kian Solid Berkat Danantara, Setoran Pajak Meroket

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Teriakan Ampun Pak yang Berakhir Duka: Misteri Kematian Widi di Tangan Oknum Polsek Beji

Teriakan Ampun Pak yang Berakhir Duka: Misteri Kematian Widi di Tangan Oknum Polsek Beji

Jatim | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Shio Kelinci Cocok dengan Shio Apa? Ini Pasangan yang Diyakini Paling Harmonis

Shio Kelinci Cocok dengan Shio Apa? Ini Pasangan yang Diyakini Paling Harmonis

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:32 WIB

The 5 Second Rule: Buku yang Wajib Dibaca Mahluk Overthinking!

The 5 Second Rule: Buku yang Wajib Dibaca Mahluk Overthinking!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Setahun Menanti Janji Gubernur, Pedagang Taman Puring Terpuruk dan Terus Menyusut

Setahun Menanti Janji Gubernur, Pedagang Taman Puring Terpuruk dan Terus Menyusut

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Harga Sawit Riau Terus Meroket, Nyaris Rp4.000 per Kilogram

Harga Sawit Riau Terus Meroket, Nyaris Rp4.000 per Kilogram

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:26 WIB

9 Pilihan Warna Lipstik Matte yang Tahan Lama, dari Nude hingga Merah Klasik

9 Pilihan Warna Lipstik Matte yang Tahan Lama, dari Nude hingga Merah Klasik

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:25 WIB

×