Asyiknya Semakin Mahir Berbahasa Asing Bersama Polyglot Indonesia

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Sabtu, 14 Januari 2017 | 11:58 WIB
Asyiknya Semakin Mahir Berbahasa Asing Bersama Polyglot Indonesia

Suara.com - Bahasa adalah media bagi orang dengan orang lainnya untuk berkomunikasi. Dengan menguasai beberapa bahasa asing, semua orang di dunia bisa saling berhubungan, mengenal satu sama lain, bertukar informasi dan budaya masing-masing.

Inilah yang didapatkan dari sebuah komunitas bernama Polyglot Indonesia. Komunitas ini dibentuk pada 2012, di saat pencetusnya baru saja menyelesaikan pendidikan di luar negeri, lalu kembali lagi ke Indonesia.

Dia adalah Arra'di Nur Rizal yang pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Argentina saat SMA dan berdomisili di Swedia, Monis Pandhu Hapsari yang sedang di Italia dan Krisna Laurensius yang saat itu berada di Korea Selatan.

"Saat kembali ke Indonesia, Rizal tidak bisa menggunakan bahasa asingnya. Dan karena bahasa jika tidak digunakan akan hilang, ia mulai kehilangan banyak sekali kosa-kata," kisah Mira Fitria Viennita Zakaria, Executive Director Polyglot Indonesia pada suara.com.

Beranjak dari situlah akhirnya Rizal tergerak membuat komunitas bahasa asing agar tidak ada lagi yang mengalami masalah serupa dengan dirinya setelah kembali ke Indonesia. Di tambah lagi, kata Mira, bahasa merupakan kemampuan yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Polyglot Indonesia mempunyai banyak kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan anggotanya berbicara dalam bahasa asing. (Foto: Dok. Polyglot Indonesia)

Padahal sebenarnya, tak sedikit orang yang mempunyai semangat untuk belajar bahasa. Untuk itulah komunitas ini hadir sebagai wadah bagi para penggemar bahasa untuk berkumpul dan berlatih bersama.

Mereka mempraktikkan lebih banyak bahasa dengan suasana yang santai dan menyenangkan untuk meminimalisir terintimidasi.  

Polyglot sendiri, lanjut Mira, merupakan istilah pinjaman dari kata yunani yaitu polýglōttos yang artinya 'banyak lidah'.

"Istilah polyglot atau polyglotism sebenarnya adalah sebutan untuk orang-orang yang menguasai banyak bahasa. Di dalam bahasa Inggris, istilah polyglot lebih digunakan untuk orang yang bisa lebih dari tiga bahasa," jelas dia.

Untuk terus mengasah kemampuan bahasa para anggotanya, Polyglot Indonesia yang saat ini sudah memiliki 18 ribu anggota di sosial media rutin bertemu dengan menggelar kegiatan yang disebut Language Exchange Meetup. Tujuan dari kegiatan ini, kata Mira, untuk mempraktikkan bahasa-bahasa yang sudah mereka pelajari.

Polyglot Indonesia mempunyai banyak kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan anggotanya berbicara dalam bahasa asing. (Foto: Dok. Polyglot Indonesia)

Dalam kegiatan ini, biasanya para anggota Polyglot Indonesia dikelompokkan sesuai bahasa yang dikuasainya. Tiap kelompok mendiskusikan topik-topik tertentu yang dipandu oleh seorang koordinator bahasa.

Koordinator bahasa, kata Mira, bukan sembarang orang. Setidaknya dia harus menguasai tiga sampai empat bahasa tambahan di luar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kegiatan ini bisa dilakukan sambil hangout dimana saja, seperti kafe, mal atau mengikuti acara menonton film di pusat kebudayaan, sehingga partisipan bisa lebih luwes dan tidak tegang.

Kemudian, lanjut dia, ada pula kegiatan mengajar yang dilakukan di beberapa kota, bagi mereka yang ingin mempelajari bahasa lebih dalam, seperti Semarang dengan Buddy Class, Les bahasa di Rumah Bahasa milik Pemerintah Kota Surabaya hingga Language Camp di Subang.

"Kami juga sempat mengisi beberapa seminar dan talkshow, mengenai penguasaan bahasa asing, manfaat bahasa asing dalam dunia kerja ataupun untuk persiapan kuliah. Di Aceh dan Surabaya juga kami ada kerjasama dengan stasiun radio untuk siaran bahasa asing," ungkap Mira.

Polyglot Indonesia mempunyai banyak kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan anggotanya berbicara dalam bahasa asing. (Foto: Dok. Polyglot Indonesia)

Tak hanya itu, Polyglot Indonesia juga kerap mengadakan kegiatan bertaraf internasional bersama komunitas Polyglot dari negara lain, seperti memperkenalkan Polyglot Indonesia; United Nations Alliance of Civilisations Global Forum di Bali pada 2014 dan di Azerbaijan pada 2016, hingga beberapa forum bahasa asing di Eropa.

Tak hanya itu, ada pula acara tahunan yang dinamakan Polyglot Indonesia National Gathering (PING), dengan agenda mengumpulkan semua koordinator dari semua Chapter Polyglot Indonesia dan melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya speech contest bertajuk “Unity in Diversity” dalam bahasa Inggris.

Ada tiga jenis kelompok yang dituju untuk bergabung dalam komunitas ini. Pertama adalah teman-teman Indonesia yang pernah mempelajari bahasa asing di luar negeri dan ingin menjaga kemampuan bahasa mereka.

Polyglot Indonesia mempunyai banyak kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan anggotanya berbicara dalam bahasa asing. (Foto: Dok. Polyglot Indonesia)

Lalu, orang Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan percakapan mereka dengan berlatih bercakap-cakap dengan penutur asli dan pelajar bahasa yang lain dan bagi orang asing yang ingin mempraktikkan bahasa Indonesia mereka.

Dan orang-orang asing yang ingin berlatih percakapan bahasa Indonesia dan ingin membantu orang lain untuk mempelajari bahasa ibu atau bahasa asli mereka.

"Kita harus ingat bahwa bahasa adalah kemampuan yang akan berkembang jika di pakai terus menerus. Sering-seringlah berlatih sebisa mungkin dan tidak takut salah," kata Mira.

Hingga saat ini, anggota Polyglot Indonesia banyak yang fasih berbahasa Prancis, Jerman, Inggris, Jepang, Itali, Spanyol, hingga Korea.  Beberapa koordinator bahasa juga bisa berbahasa Arab, Mandarin, bahkan Esperanto.

Nah, tertarik bergabung dengan komunitas yang sudah tersebar di banyak kota di Indonesia, seperti Jakarta, Aceh, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Kebumen, Malang, hingga Denpasar ini? Menurut Mira, Polyglot Indonesia menyambut siapa pun dari latar belakang manapun, dan dari umur berapapun untuk bergabung.

"Kami anjurkan bagi yang ingin bergabung untuk bisa mengikuti kegiatan Language Exchange Meetup kami agar kemampuan bahasanya terus dilatih. Untuk kegiatan pengajaran bahasa, tentunya level bahasanya tidak perlu terlalu mahir," tutup dia.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komunitas Ini Lawan Stigma Negatif Penderita Skizofrenia

Komunitas Ini Lawan Stigma Negatif Penderita Skizofrenia

Lifestyle | Sabtu, 07 Januari 2017 | 14:19 WIB

Yuk, Lakukan Hal Positif Bersama HR-V Club Indonesia

Yuk, Lakukan Hal Positif Bersama HR-V Club Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 31 Desember 2016 | 07:34 WIB

Ketika Hobi Bersepeda Menjadi Sumber Pundi-pundi Rupiah

Ketika Hobi Bersepeda Menjadi Sumber Pundi-pundi Rupiah

Lifestyle | Sabtu, 24 Desember 2016 | 13:24 WIB

Lewat "Terangi 48", Kaum Muda Ini Lestarikan Terumbu Karang

Lewat "Terangi 48", Kaum Muda Ini Lestarikan Terumbu Karang

Lifestyle | Sabtu, 17 Desember 2016 | 10:06 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×