Cerita Yuni Sebelum Lahirkan Kembar Siam Rafky-Rifky

Minggu, 12 Februari 2017 | 10:00 WIB
Cerita Yuni Sebelum Lahirkan Kembar Siam Rafky-Rifky
Orangtua kembar siam Rafky-Rifky, Bani Sumita (33) dan Yuni Setiawati (30) di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Kamis (9/2/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Yuni Setiawati (30) tak pernah menyangka bahwa bayi kembar yang dikandungnya lahir dengan kondisi dempet kepala atau dalam istilah medis disebut Craniopagus.

Istri Bani Sumita (33) ini mengaku, saat menjalani pemeriksaan ultrasonografi pada usia kehamilan 3, 6, dan 8 tidak ada indikasi dari dokter bahwa bayi yang dikandungnya akan kembar siam.

"Kami kan USG mengharapkan hasil yang bagus. Tapi keadaan posisi bayi mungkin karena USG dua dimensi jadi nggak terlalu jelas," ujar Yuni pada temu media di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat, Kamis (9/2/2017).

Hingga menjelang proses persalinan, Yuni berencana untuk melahirkan di bidan, namun bidan merekomendasikan untuk membawanya ke dokter, karena bayi yang dikandungnya kembar.

"Saat itu sudah pecah ketuban di usia 34 minggu, sehingga kami bawa ke rumah sakit," tambah dia.

Dokter di Rumah Sakit Kartika Husada Bekasi pun memutuskan untuk melakukan operasi caesar guna mengeluarkan bayi kembar yang kemudian diberi nama Rafky Setia Sumita dan Rifky Setia Sumita.

Sesaat sebelum bayi keluar, barulah Yuni merasa ada dorongan tak biasa di perutnya hingga kemudian kedua bayi kembarnya lahir pada 23 Oktober 2016.

"Pertama kaget, syok. Kami sama sekali nggak tahu anak kami kembar siam. Kami dipanggil tim dokter, harus ditangani tim di RS yang canggih dan lengkap. Akhirnya dirujuk ke RS Harapan Kita hari itu juga," tambah dia.

Di RSAB Harapan Kita tim dokter mempersiapkan semua kebutuhan dan kelengkapan fasilitas sebelum dilakukan pemisahan. Total, operasi pemisahan bayi kembar siam Rafky-Rifky melibatkan 70 dokter dari berbagai disiplin ilmu dan 25 perawat.

Operasi sendiri berlangsung dalam dua tahap. Operasi pertama dilakukan pada 2 Februari 2017 yang melibatkan 17 dokter spesialis selama 10 jam. Pada tahap ini tim dokter membuka sisi belakang kepala untuk dipisahkan.

Sedangkan operasi tahap kedua dilakukan pada 4 Februari 2017 dan membutuhkan waktu selama 18 jam untuk memisahkan tulang bagian depan dan memisahkan kedua kepala bayi lalu kemudian merekonstruksi kulit kepala bayi kembar siam tersebut.

Kini kondisi bayi Rafky-Rifky masih terus dimonitor oleh tim dokter RSAB Harapan Kita. Yuni mengatakan bahwa kedua putranya mulai sadar dan merespon sapaannya.

Ia bersyukur seluruh biaya operasi pemisahan Rafky-Rifky ditanggung BPJS Kesehatan dan RSAB Harapan Kita. Yuni berpesan agar para ibu yang didiagnosis memiliki janin kembar untuk rutin memeriksakan kondisi bayi melalui USG yang lebih canggih.

"Lebih ke USG saja ya. Kemarin karena kami 2 dimensi, jadi nggak terlalu jelas terlihat. Dan ketika diberi tahu punya anak kembar harus lebih peduli kondisinya seperti apa," pungkas Yuni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI